{"id":1922,"date":"2025-08-30T09:58:46","date_gmt":"2025-08-30T09:58:46","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/?p=1922"},"modified":"2025-12-01T10:25:28","modified_gmt":"2025-12-01T10:25:28","slug":"revolusi-industri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/2025\/08\/30\/revolusi-industri\/","title":{"rendered":"Revolusi Industri"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">\n<h2 style=\"text-align: justify\">1.1 Revolusi Industri<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Revolusi Industri adalah Revolusi\u00a0 Industri\u00a0 adalah\u00a0 transformasi\u00a0 besar pada manufaktur dengan mengubah sistem produksi dari\u00a0 cara\u00a0 tradisional\u00a0 menjadi\u00a0 menggunakan\u00a0 mesin, dimana\u00a0\u00a0\u00a0 tenaga\u00a0\u00a0\u00a0 manusia\u00a0\u00a0\u00a0 tak\u00a0\u00a0\u00a0 lagi\u00a0\u00a0\u00a0 dibutuhkan melainkan\u00a0\u00a0 digantikan\u00a0\u00a0 oleh\u00a0\u00a0 mesin\u00a0\u00a0 yang\u00a0\u00a0 dibuat manusia (Komang, 2024). Sementara\u00a0 itu menurut\u00a0 kamus\u00a0 besar\u00a0 Indonesia\u00a0 (KBBI),\u00a0 revolusi industri\u00a0\u00a0 adalah\u00a0\u00a0 perubahan\u00a0\u00a0 radikal\u00a0\u00a0 dalam\u00a0\u00a0 usaha mencapai\u00a0 produksi\u00a0 dengan\u00a0 menggunakan\u00a0 mesin-mesin, baik untuk tenaga penggerak maupun tenaga pemroses.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<h3 style=\"text-align: justify\">1.1.1 Sejarah Perkembangan Revolusi Industri<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Revolusi Industri pertama kali terjadi di Inggris pada tahun 1760 &#8211; 1840. Pada masa tersebut terjadi perubahan tenaga kerja secara besar besaran. Seperti dari penggunaan tenaga manusia dan hewan, mulai terjadi perubahan dengan penggunaan mesin penggerak tenaga uap, listrik, dan bahan bakar yang diiringi banyak penemuan mesin mesin industri yang meminimalisir tenaga kerja manusia karena tergolong lebih efisien. Ada juga penemuan penemuan alat transportasi seperti kereta dan kapal uap, pesawat dan beberapa alat komunikasi seperti radio dan telegram untuk memudahkan distribusi barang dalam kebutuhan ekonomi yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Periode perkembangan revolusi industri pertama pada masanya hanya terjadi di Inggris karena adanya regulasi seperti larangan ekspor mesin, pekerja, dan teknik ke luar negeri. Tetapi, karena adanya monopoli Inggris yang tidak bertahan lama, orang orang melihat momen tersebut sebagai peluang keuntungan. 2 orang Inggris bernama William dan John Cockerill membawa revolusi ke Belgia dan mengembangkan toko mesin pada 1807 yang membuat salah satu perubahan yang sangat besar dalam industri dunia. Seperti perkembangan industri Perancis di bawah pemerintahan Inggris, hingga Jerman pada tahun 1870 yang dapat menyaingi industri kimia di Inggris diiringi perkembangan industri Amerika Serikat pada abad 19 dan 20. Di Asia, perkembangan industri pertama kali terjadi di Jepang yang membuat perubahan yang mencolok sehingga menyebar ke negara negara asia yang lain seperti Cina dan India dan berkembang ke negara yang lain hingga sekarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<h3 style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 1.1.2 Perkembangan Fotografi<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada tahun 1826, di tengah-tengah era Revolusi Industri, foto tertua di dunia lahir. Diambil oleh seorang Penemu\u00a0 Perancis, Nic\u00e9phore Ni\u00e9pce, menggunakan kamera obscura (Sebuah fenomena alami dimana cahaya masuk melewati sebuah lubang kecil ke dalam ruang gelap, gambaran terbalik dari pemandangan luar terbentuk pada permukaan yang berlawanan), pelat timah berlapis bitumen dan cahaya matahari. Teknik ini dikenal dengan nama heliografi, (Yara Sim\u00f3n, 2023).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Pada awal mula lahirnya media baru ini, fotografi adalah karya seni atau penggambaran kenyataan, namun tidak keduanya. Pada akhirnya, kamera memburamkan\u00a0 garis yang memisahkan fotografi\u00a0 sebagai bentuk seni dan alat utilitas, menciptakan semacam genre fotografi bernama \u201cindustrial photography\u201d yang pragmatis dan juga menarik secara visual\u00a0 (Polly Gaillard, 2022).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah Ni\u00e9pce mengambil foto pertamanya pada tahun 1826, sebuah gambar pemandangan halaman perkebunannya di Gras, terobosan di bidang fotografi selanjutnya dipelopori oleh Louis Daguerre, seorang pelukis dari Perancis. Ia menemukan teknik fotografi yang dinamai Daguerreotype pada tahun 1839, yang menghasilkan gambar yang lebih tajam menggunakan pelat perunggu, perak iodida, merkuri, air garam panas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan era Revolusi Industri sebagai batu loncatan awal, fotografi kemudian berkembang lebih pesat pada dekade-dekade berikutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<h2 style=\"text-align: justify\">1.2.3 Seni Modern<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Seni modern adalah karya seni yang dihasilkan dalam periode terentang antara 1860-an sampai 1970-an dengan menggunakan gaya dan filosofi seni yang dihasilkan pada masa itu. Pada dasarnya, dunia seni modern berada dalam struktur budaya sosial yang lebih luas sebagai hasil perkembangan dunia selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Meskipun karya-karya tertentu terkadang diberi label &#8220;Seni hanya untuk seni&#8221; dan berusaha untuk menjauhkan diri dari kehidupan nyata, seni selalu merupakan ekspresi dari kondisi manusia seperti halnya nilai-nilai budaya lain yang terdapat di masyarakat. Seniman-seniman modern pada umumnya bereksperimen dengan gaya baru yang unik dan dengan menghasilkan ide-ide segar mengenai fungsi dari seni dan material-material yang digunakan. Mereka cenderung menciptakan karya seni yang dihasilkan dari perasaan yang dalam dan inspirasi-inspirasi yang kreatif pada umumnya. Bahkan bila hasil karya mereka sepertinya tidak memiliki tujuan atau makna apapun pada umumnya, kenyataannya hasil karya tersebut memiliki maknanya sendiri tergantung apa yang tengah terjadi dalam situasi dan kondisi pada masa tertentu dan sesuai dengan intelektual masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<h3 style=\"text-align: justify\">1.2 Sejarah Perkembangan Seni Modern<\/h3>\n<h4 style=\"text-align: justify\">1.2.1 Art and Craft Movement (1850-1900)<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Revolusi industri yang dimulai di Eropa pada pertengahan abad kedelapan belas membawa perubahan besar di dunia pada saat itu, termasuk pergeseran mendasar dalam pola kehidupan dan tatanan sosial masyarakat barat. Ada juga pergeseran dalam industri dengan adopsi luas mesin bertenaga yang menggantikan tenaga manusia. Perubahan ini juga terlihat dalam seni, desain, dan industri arsitektur di mana telah terjadi pergeseran budaya dan nilai serta munculnya kelas pekerja baru dalam masyarakat yang melahirkan konsumerisme terhadap barang-barang industri yang luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ini berdampak pada produksi sumber daya alam dan bahan dari barang-barang yang diproduksi oleh pabrik dan mesin. Peningkatan dalam permintaan akan secara otomatis mengarah pada peningkatan dalam pasokan bahan mentah atau sumber daya alam. Dampak revolusi industri pada dunia seni dan desain memiliki aspek positif dan negatif sehubungan dengan kuantitas dan kualitas produk dan desain, bentuk, serta materi mereka.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\">2.1 Pengaruh Revolusi Industri terhadap Seni Modern<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Revolusi industri yang dimulai di Eropa pada pertengahan abad kedelapan belas membawa perubahan besar di dunia pada saat itu, termasuk pergeseran mendasar dalam pola kehidupan dan tatanan sosial masyarakat barat. Ada juga pergeseran dalam industri dengan adopsi luas mesin bertenaga yang menggantikan tenaga manusia. Perubahan ini juga terlihat dalam seni, desain, dan industri arsitektur di mana telah terjadi pergeseran budaya dan nilai serta munculnya kelas pekerja baru dalam masyarakat yang melahirkan konsumerisme terhadap barang-barang industri yang luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Ini berdampak pada produksi sumber daya alam dan bahan dari barang-barang yang diproduksi oleh pabrik dan mesin. Peningkatan dalam permintaan akan secara otomatis mengarah pada peningkatan dalam pasokan bahan mentah atau sumber daya alam. Dampak revolusi industri pada dunia seni dan desain memiliki aspek positif dan negatif sehubungan dengan kuantitas dan kualitas produk dan desain, bentuk, serta materi mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Salah satu gerakan seni terbaru di Eropa pada tahun 1890 adalah Art Nouveau yang merupakan pengaruh dari rancangan Arts and Crafts Movement. Gerakan ini bersifat rasional dan mengikuti prinsip ekonomi industri dengan maksud ingin beralih dari pengaruh dunia seni rupa yang sudah ada dengan cara membangun sesuatu yang tidak ada dalam dunia seni patung. Gerakan ini juga mengusung paham anti Historisisme atau tindakan tidak bisa menghulurkan kemungkinan meniru suatu budaya dari jaman yang sebelumnya. Namun, ideologi tersebut masih diterapkan dalam meminjam elemen-elemen dari seni Jepang dan Rococo. Meskipun sebagian besar itu diambil dari bekas jaman, namun hasil bentuk desain dan bahan yang dipakai dari desain asalnya itu sangat berbeda, dengan kata lain, gerakan tersebut menciptakan desain yang berkualitas. Karya-karya para desainer gerakan tersebut antara lain Victor Horta, Hector Guimard dan Charles Rennie Machintosh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">(dan negatif sehubungan dengan kuantitas dan kualitas produk dan desain, bentuk, serta materi mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<h2 style=\"text-align: justify\">2.2 Tokoh Berpengaruh dalam Perkembangan Seni Modern di Masa Revolusi Industri<\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 2.2.1 James Watt<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Salah satu tokoh Revolusi Industri yang berpengaruh adalah James Watt. Semula, ia tertarik dengan mesin uap yang dibuat oleh Thomas Newcomen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal itu mendorongnya untuk melakukan percobaan sampai menciptakan mesin uap dengan menginovasi desain milik Newcomen. Selain itu, James Watt juga berhasil menciptakan fotokopi serta menemukan istilah tenaga kuda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<h3 style=\"text-align: justify\">2.2.2 Richard Arkwright<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Richard Arkswright juga termasuk salah satu tokoh Revolusi Industri Inggris. Arkwright menjadi pelopor sistem pabrik industri di kawasan Inggris. Dirinya pertama kali membangun pabrik bertenaga air pada 1771.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<h3 style=\"text-align: justify\">2.2.3 James Hargreaves<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Tokoh Revolusi Industri Inggris berikutnya adalah James Hargreaves. Dirinya mengembangkan alat tenun baru menggunakan 8 spindel. Hal ini membuat desainnya semakin kuat usai ditambah dengan kerangka bertenaga air milik Richard Arkwright.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\">Daftar Pustaka<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/jurnal2.isi-dps.ac.id\/index.php\/citrakara\/article\/view\/3487\/1554\">https:\/\/jurnal2.isi-dps.ac.id\/index.php\/citrakara\/article\/view\/3487\/1554<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/science.howstuffworks.com\/innovation\/inventions\/first-photo-ever-taken.htm#:~:text=Ni%C3%A9pce%20took%20the%20first%2Dever,exposed%20it%20for%20several%20hours\">https:\/\/science.howstuffworks.com\/innovation\/inventions\/first-photo-ever-taken.htm#:~:text=Ni%C3%A9pce%20took%20the%20first%2Dever,exposed%20it%20for%20several%20hours<\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/wonderfulmachine.com\/article\/specialty-what-is-industrial-photography\/#:~:text=Photography%20was%20born%20of%20the,represented%20reality%2C%20but%20not%20both\">https:\/\/wonderfulmachine.com\/article\/specialty-what-is-industrial-photography\/#:~:text=Photography%20was%20born%20of%20the,represented%20reality%2C%20but%20not%20both<\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/journal.binus.ac.id\/plugins\/generic\/pdfJsViewer\/pdf.js\/web\/viewer.html?file=https%3A%2F%2Fjournal.binus.ac.id%2Findex.php%2FHumaniora%2Farticle%2Fdownload%2F3144%2F2530%2F8395\">https:\/\/journal.binus.ac.id\/plugins\/generic\/pdfJsViewer\/pdf.js\/web\/viewer.html?file=https%3A%2F%2Fjournal.binus.ac.id%2Findex.php%2FHumaniora%2Farticle%2Fdownload%2F3144%2F2530%2F8395<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Seni_modern\">https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Seni_modern<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/internasional.kompas.com\/read\/2021\/10\/08\/144239870\/revolusi-industri-sejarah-faktor-dan-perkembangannya?page=all\">https:\/\/internasional.kompas.com\/read\/2021\/10\/08\/144239870\/revolusi-industri-sejarah-faktor-dan-perkembangannya?page=all<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/journal.binus.ac.id\/plugins\/generic\/pdfJsViewer\/pdf.js\/web\/viewer.html?file=https%3A%2F%2Fjournal.binus.ac.id%2Findex.php%2FHumaniora%2Farticle%2Fdownload%2F3144%2F2530%2F8395\">https:\/\/journal.binus.ac.id\/plugins\/generic\/pdfJsViewer\/pdf.js\/web\/viewer.html?file=https%3A%2F%2Fjournal.binus.ac.id%2Findex.php%2FHumaniora%2Farticle%2Fdownload%2F3144%2F2530%2F8395<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/journal.binus.ac.id\/plugins\/generic\/pdfJsViewer\/pdf.js\/web\/viewer.html?file=https%3A%2F%2Fjournal.binus.ac.id%2Findex.php%2FHumaniora%2Farticle%2Fdownload%2F3144%2F2530%2F8395\">https:\/\/journal.binus.ac.id\/plugins\/generic\/pdfJsViewer\/pdf.js\/web\/viewer.html?file=https%3A%2F%2Fjournal.binus.ac.id%2Findex.php%2FHumaniora%2Farticle%2Fdownload%2F3144%2F2530%2F8395<\/a><\/p>\n<p><strong>Disusun Oleh:<\/strong><\/p>\n<p>Ignatius Adhipa Limas Nugroho &#8211; 2802413940<\/p>\n<p>Jeremy Cornelius &#8211; 2802460924<\/p>\n<p>Nicholas Nathanael &#8211; 2802515192<\/p>\n<p>Aldora Hanasta Raditya &#8211; 2802530483<\/p>\n<p>Vincentius Setyoaji Darmawan &#8211; 2802424585<\/p>\n<p>Mario Simon Axl Riyanto &#8211; 2802434264<\/p>\n<p>Benjamin Judeahewi Johannis &#8211; 2802444321<\/p>\n<p>Raditya Prima Yudika &#8211; 2802392583<\/p>\n<div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1.1 Revolusi Industri Revolusi Industri adalah Revolusi\u00a0 Industri\u00a0 adalah\u00a0 transformasi\u00a0 besar pada manufaktur dengan mengubah sistem produksi dari\u00a0 cara\u00a0 tradisional\u00a0 menjadi\u00a0 menggunakan\u00a0 mesin, dimana\u00a0\u00a0\u00a0 tenaga\u00a0\u00a0\u00a0 manusia\u00a0\u00a0\u00a0 tak\u00a0\u00a0\u00a0 lagi\u00a0\u00a0\u00a0 dibutuhkan melainkan\u00a0\u00a0 digantikan\u00a0\u00a0 oleh\u00a0\u00a0 mesin\u00a0\u00a0 yang\u00a0\u00a0 dibuat manusia (Komang, 2024). Sementara\u00a0 itu menurut\u00a0 kamus\u00a0 besar\u00a0 Indonesia\u00a0 (KBBI),\u00a0 revolusi industri\u00a0\u00a0 adalah\u00a0\u00a0 perubahan\u00a0\u00a0 radikal\u00a0\u00a0 dalam\u00a0\u00a0 usaha mencapai\u00a0 produksi\u00a0 dengan\u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":1923,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1922","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1922","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1922"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1922\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1924,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1922\/revisions\/1924"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1923"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}