{"id":1837,"date":"2025-09-22T05:31:29","date_gmt":"2025-09-22T05:31:29","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/?p=1837"},"modified":"2025-11-11T05:34:24","modified_gmt":"2025-11-11T05:34:24","slug":"photograpy-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/2025\/09\/22\/photograpy-2\/","title":{"rendered":"PHOTOGRAPY"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Fotografi berasal dari kata Yunani \u201cphotos\u201d untuk cahaya dan \u201cgrafo\u201d untuk melukis.\u00a0Oleh karena itu, konsep fotografi adalah melukis menggunakan media cahaya.<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Sejak penemuannya pada abad ke-19, fotografi telah berkembang menjadi salah satu bentuk ekspresi seni yang paling populer dan mudah diakses.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sejarah fotografi diawali pada abad ke-19 dengan penemuan teknik daguerreotype oleh Louis Daguerre pada tahun 1839. Teknik ini memungkinkan pembuatan gambar positif tunggal yang tidak bisa direproduksi, menandai awal dari era fotografi modern. Seiring jalannya waktu, bermacam inovasi seperti kamera plat kering Collodion dan emulsi gelatin telah meningkatkan kualitas dan memudahkan dalam pengambilan gambar<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fotografi tidak hanya soal menangkap momen, tetapi juga menciptakan komposisi yang estetik. Beberapa teknik penting dalam seni fotografi meliputi:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Komposisi<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Penyusunan elemen visual dalam bingkai foto untuk menciptakan keseimbangan dan menarik perhatian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Pencahayaan<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Pengaturan cahaya yang tepat untuk mendapatkan efek yang diinginkan. Teknik pencahayaan seperti top light dapat digunakan untuk menonjolkan detail objek<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Aperture dan Kecepatan Rana<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Pengaturan aperture (bukaan diafragma) dan kecepatan rana, pengaturan durasi waktu yang dibutuhkan untuk membuka dan menutup rana kamera saat mengambil foto\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jenis jenis Fotografi dapat dibagi menjadi beberapa genre, masing-masing dengan karakteristik dan tujuan yang berbeda:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Fotografi Dokumenter<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Bertujuan untuk merekam peristiwa atau subjek secara akurat, sering digunakan dalam jurnalisme dan penelitian sosial. Karya-karya seperti yang dihasilkan oleh Oscar Motuloh selama Reformasi 1998 menunjukkan bagaimana fotografi dapat merekam momen penting dalam sejarah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Fotografi Produk<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Fokus pada pengambilan gambar barang untuk tujuan pemasaran. Teknik pencahayaan dan komposisi sangat penting untuk menampilkan produk secara menarik<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Fotografi Seni<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Mengutamakan ekspresi artistik dan emosional, sering kali mengandalkan interpretasi subjek yang lebih bebas.<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fotografi berasal dari kata Yunani \u201cphotos\u201d untuk cahaya dan \u201cgrafo\u201d untuk melukis.\u00a0Oleh karena itu, konsep fotografi adalah melukis menggunakan media cahaya. Sejak penemuannya pada abad ke-19, fotografi telah berkembang menjadi salah satu bentuk ekspresi seni yang paling populer dan mudah diakses. &nbsp; Sejarah fotografi diawali pada abad ke-19 dengan penemuan teknik daguerreotype oleh Louis Daguerre [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,13],"tags":[],"class_list":["post-1837","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles","category-imaging-art-and-science"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1837","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1837"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1837\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1839,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1837\/revisions\/1839"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1837"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1837"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1837"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}