{"id":1830,"date":"2025-10-06T05:01:53","date_gmt":"2025-10-06T05:01:53","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/?p=1830"},"modified":"2025-11-11T05:03:36","modified_gmt":"2025-11-11T05:03:36","slug":"fotografi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/2025\/10\/06\/fotografi\/","title":{"rendered":"FOTOGRAFI"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Fotografi itu merupakan seni yang menggunakan menangkap cahaya dengan kamera dan kamera ini merupakan alat digital untuk menangkap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Sejarah singkat fotografi\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fotografi pertama kali ditemukan awal abad 19 dan nama penemunya adalah joseph nicephore niepce karena dia juga menemukan teknik yang disebut heliografi Kemudian, Louis Daguerre mengembangkan daguerreotype yang menjadi dasar dari fotografi modern. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dan di fotografi banyak jenis jenis fotografi ada 5 :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong>-fotografi lanskap :<\/strong> keindahan alam dan pemandangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong>-fotografi potret :<\/strong>gambar orang, menekankan ekspresi dan karakter.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong>-fotografi makro :<\/strong>objek dari jarak sangat dekat untuk menampilkan detail kecil. -fotografi jalanan :kehidupan sehari-hari dan budaya jalanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong>-fotografi arsitektur :<\/strong>keindahan dan desain bangunan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Teknik fotografi\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Yaitu segitiga exposure mengatur aperture, shutter speed, dan ISO untuk mendapatkan eksposur yang tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Komposisi aturan ketiga, garis terdepan, dan framing untuk membuat gambar lebih menarik. Cahaya yaitu cahaya alami dan buatan untuk memperindah gambar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Peralatan Fotografi\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kamera: DSLR, mirrorless,dan kamera ponsel.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lensa: Lensa prime, lensa zoom, lensa wide-angle, dan lensa telefoto.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Aksesori: Tripod, filter, flash eksternal, dan tas kamera.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Tips Fotografi\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Eksplorasi: Jangan takut untuk mencoba sudut dan komposisi yang berbeda. Latihan: Semakin sering Anda memotret, semakin baik hasilnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Belajar dari Ahli: Amati karya fotografer profesional dan pelajari teknik mereka. Ceritakan Kisah: Usahakan setiap foto memiliki cerita atau pesan yang ingin disampaikan. Latihan dan Pembelajaran\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Latihan Rutin: Semakin sering memotret, semakin baik kualitas hasil foto. Belajar dari Ahli: Mengamati karya fotografer profesional dan mempelajari teknik mereka. Mengikuti Workshop: Bergabung dengan workshop atau kursus fotografi untuk meningkatkan keterampilan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Inspirasi\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mencari Inspirasi: Melihat karya-karya fotografi dari fotografer lain, baik melalui buku, pameran, atau media sosial.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mengembangkan Gaya Sendiri: Mencoba berbagai gaya fotografi dan menemukan gaya yang paling sesuai dengan diri sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Etika Fotografi\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menghormati Subjek: Menghormati privasi dan kenyamanan subjek, terutama saat memotret orang atau satwa liar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tidak Merusak Lingkungan: Memastikan tidak ada kerusakan lingkungan saat mengambil foto, terutama dalam fotografi alam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Kreativitas<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kreativitas: Memiliki kemampuan untuk melihat perspektif unik dan menghasilkan ide-ide kreatif untuk foto.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Eksperimen: Berani mencoba sudut pandang, komposisi, dan teknik baru. Editing: Kemampuan untuk mengedit foto menggunakan perangkat lunak seperti Adobe Lightroom, Photoshop, atau aplikasi editing lainnya untuk meningkatkan kualitas dan ekspresi artistik foto.<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fotografi itu merupakan seni yang menggunakan menangkap cahaya dengan kamera dan kamera ini merupakan alat digital untuk menangkap.\u00a0 Sejarah singkat fotografi\u00a0 Fotografi pertama kali ditemukan awal abad 19 dan nama penemunya adalah joseph nicephore niepce karena dia juga menemukan teknik yang disebut heliografi Kemudian, Louis Daguerre mengembangkan daguerreotype yang menjadi dasar dari fotografi modern. Dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,13],"tags":[],"class_list":["post-1830","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles","category-imaging-art-and-science"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1830","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1830"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1830\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1831,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1830\/revisions\/1831"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1830"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1830"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1830"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}