{"id":1824,"date":"2025-08-11T04:31:54","date_gmt":"2025-08-11T04:31:54","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/?p=1824"},"modified":"2025-11-11T04:56:50","modified_gmt":"2025-11-11T04:56:50","slug":"documentary-photography","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/2025\/08\/11\/documentary-photography\/","title":{"rendered":"DOCUMENTARY PHOTOGRAPHY"},"content":{"rendered":"<p><strong>Apa itu Documentary Photography?\u00a0\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Documentary Photography adalah sebuah genre fotografi untuk menceritakan sebuah kisah atau\u00a0 merekam kenyataan secara autentik melalui gambar. Genre ini seringkali berfokus pada isu-isu\u00a0 sosial, budaya, atau kemanusiaan, dan karya mereka dimaksudkan untuk meningkatkan\u00a0 kesadaran atau menciptakan perubahan. Documentary Photograph ini dapat mencakup foto\u00a0 perang, kondisi suatu daerah atau negara, masalah-masalah yang sedang terjadi, dan kejadian\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">kejadian lainnya dalam wide angle atau close-up.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong>Sejarah Documentary Photography\u00a0<\/strong>\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Documentary photography, yang dimulai pada abad ke-19 dengan\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">proyek seperti Missions H\u00e9liographiques di Prancis dan\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">dokumentasi perang saudara Amerika oleh Mathew Brady dan\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Alexander Gardner, bertujuan merekam realitas sosial, budaya,\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">dan sejarah secara autentik. Perkembangan reproduksi foto\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">seperti halftone pada akhir abad ke-19 mendorong munculnya\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">fotografi dokumenter urban oleh Jacob Riis, yang karyanya\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">tentang kondisi miskin di New York memengaruhi reformasi sosial.\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Fotografer seperti Lewis Hine dan Dorothea Lange melanjutkan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">tradisi ini dengan memotret isu-isu seperti pekerja anak dan\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">dampak Depresi Besar, membentuk hubungan erat antara\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">fotografi dan perubahan sosial. Namun, pada era pascaperang,\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">dokumenter berevolusi menjadi lebih personal dan reflektif, seperti\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">karya Robert Frank. Kritik pada 1970-an oleh Allan Sekula dan\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">lainnya menantang pendekatan tradisional, memunculkan bentuk\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">dokumenter baru yang lebih kritis dan filosofis. Hingga kini,\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">fotografer seperti Pieter Hugo dan Fazal Sheikh terus\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">mengeksplorasi isu-isu global melalui lensa dokumenter.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">(gambar pertama berjudul Bandit\u2019s Roost diambil oleh Jacob Riis di\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">tahun 1914 dan gambar kedua berjudul Working on steam pump\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">diambil oleh Lewis Hine di tahun 1920, menggambarkan seorang\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">mekanik di rumah pembangkit Listrik yang sedang memompa\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">pompa uap)\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Tujuan dari Documentary Photography\u00a0\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tujuan dalam diambilmya foto sebagai dokumentasi atau Documentary Photography secara\u00a0 umum adalah untuk meningkatkan kesadaran dengan memperlihatkan masalah atau situasi yang\u00a0 mungkin tidak diketahui oleh banyak orang. Menginspirasi perubahan dan mencatat sejarah yang\u00a0 akan menjadi visual arsip penting yang dapat membantu memahami masa lalu.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Perbedaan Documentary Photography dan Photojournalism\u00a0\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Documentary Photography umumnya berkaitan dengan proyek jangka panjang dengan alur cerita\u00a0 yang kompleks. Sedangkan foto jurnalistik lebih berkaitan dengan berita terkini. Kedua genre ini\u00a0 sering kali bertabrakan. Beberapa orang berpendapat bahwa foto jurnalistik dengan media berita,\u00a0 lebih dipengaruhi oleh kebutuhan untuk menghibur khalayak dan memasarkan produk\u00a0 dibandingkan fotografi dokumenter.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Source :\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Documentary_photography<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.adobe.com\/creativecloud\/photography\/discover\/documentary photography.html#:~:text=Documentary%20photography%20describes%20any%20photos,part<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">%20of%20the%20historical%20record<\/span><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.format.com\/online-portfolio-website\/documentary\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">photography\/guide#:~:text=compel%20a%20viewership.-,What%20Is%20Documentary Style%20Photography?,are%20usually%20planned%20in%20advance<\/span><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu Documentary Photography?\u00a0\u00a0 Documentary Photography adalah sebuah genre fotografi untuk menceritakan sebuah kisah atau\u00a0 merekam kenyataan secara autentik melalui gambar. Genre ini seringkali berfokus pada isu-isu\u00a0 sosial, budaya, atau kemanusiaan, dan karya mereka dimaksudkan untuk meningkatkan\u00a0 kesadaran atau menciptakan perubahan. Documentary Photograph ini dapat mencakup foto\u00a0 perang, kondisi suatu daerah atau negara, masalah-masalah yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":1822,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,13],"tags":[],"class_list":["post-1824","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-imaging-art-and-science"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1824"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1824\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1827,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1824\/revisions\/1827"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1824"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1824"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}