{"id":1791,"date":"2025-06-02T10:16:16","date_gmt":"2025-06-02T10:16:16","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/?p=1791"},"modified":"2025-11-10T10:16:52","modified_gmt":"2025-11-10T10:16:52","slug":"roemah-kantja-tempat-nongkrong-autentik-dengan-sentuhan-fotografi-di-malang-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/2025\/06\/02\/roemah-kantja-tempat-nongkrong-autentik-dengan-sentuhan-fotografi-di-malang-2\/","title":{"rendered":"Roemah Kantja: Tempat Nongkrong Autentik dengan Sentuhan Fotografi di Malang"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Roemah Kantja: Tempat Nongkrong Autentik dengan Sentuhan Fotografi di Malang<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Credit : Brilliant Budi Nalendra dan Bima Sindhu Kentana<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-1794 size-medium\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-10-at-16.53.51-199x300.png\" alt=\"\" width=\"199\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-10-at-16.53.51-199x300.png 199w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-10-at-16.53.51-480x724.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-10-at-16.53.51.png 544w\" sizes=\"auto, (max-width: 199px) 100vw, 199px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Didirikan pada Oktober 2017, <\/span><b>Roemah Kantja<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> awalnya adalah rumah pribadi sang pemilik yang kerap menjadi tempat berkumpul kolega. Dari kebiasaan ini lahir ide untuk menghadirkan ruang publik yang nyaman dan santai. Maka, terciptalah Roemah Kantja, sebuah coffee shop di Malang yang menawarkan lebih dari sekadar kopi\u2014ia menyuguhkan pengalaman.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><b>Konsep Unik: Perpaduan Bali dan Gaya Industrial<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mengusung konsep yang terinspirasi dari suasana kawasan Canggu, Bali, terutama <\/span><b>Deus Ex Machina<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, Roemah Kantja menawarkan perpaduan elemen tradisional dan modern. Mulai dari pencahayaan hangat, tata letak kursi dan meja yang khas, hingga furnitur dan ornamen industrial dengan sentuhan floral. Ditambah lagi, tanaman hias dan musik latar bernuansa santai melengkapi atmosfer yang mengundang siapa pun untuk betah berlama-lama.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><b>Kreasi Menu: Cita Rasa Lokal dengan Sentuhan Modern<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menu di Roemah Kantja tak hanya lezat, tapi juga penuh cerita. Dua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">signature drinks<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">-nya, <\/span><b>Darsiati<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><b>Kawindra<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, menjadi daya tarik utama.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Darsiati<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, es kopi susu dengan krim keju di atasnya, menawarkan rasa yang kaya namun ringan.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Kawindra<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, minuman non-kopi dengan susu rasa berry dan taro, ditaburi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fruit loops<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk kesan playful.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nama-nama menu ini diambil dari bahasa Sansekerta, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Darsiati<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang berarti \u201chati yang tenang dan penuh cinta.\u201d. Penggunaan bahan tradisional seperti lombok merah, bunga lawang, pekak, dan cengkeh juga memperkuat cita rasa lokal dalam setiap sajian untuk menu makanan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk menjaga variasi, Roemah Kantja menghadirkan menu musiman seperti koktail <\/span><b>Black Heart<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, berbahan dasar vodka, dan <\/span><b>Salad Disco<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> dengan enam jenis sayuran organik, roti, serta daging bacon.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Spot Fotografi: Keindahan dalam Detail<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai destinasi yang kerap dikunjungi para fotografer, Roemah Kantja memiliki area outdoor yang dikenal sebagai &#8220;Astep,&#8221; lokasi favorit untuk berfoto. Suasana alami, pencahayaan lembut, dan elemen desain yang estetik menjadikan setiap sudutnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Instagrammable<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1795\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-10-at-16.54.04-1-e1762769669618.png\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"668\" \/> <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fotografi di Roemah Kantja bukan sekadar dokumentasi, melainkan media untuk menyampaikan cerita dan filosofi. Tim digital marketing-nya, melalui segmen khusus bernama <\/span><b>Bruno Agusto<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, menampilkan konsep visual editorial yang memadukan alam dan pengalaman bersantap ala <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fine dining<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Kontribusi untuk Komunitas Kreatif<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Roemah Kantja tidak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga wadah bagi komunitas kreatif di Malang, seperti komunitas kamera analog dan komunitas Fujifilm. Acara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">gathering<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan pameran seni di sini mendukung eksplorasi seni visual dan fotografi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, Roemah Kantja berpartisipasi dalam program sosial seperti I-Litterless, komunitas non-profit yang bergerak di bidang pemilahan sampah plastik. Langkah ini menunjukkan komitmennya pada keberlanjutan lingkungan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Strategi Fotografi untuk Branding<\/b><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fotografi memegang peran besar dalam branding Roemah Kantja, baik untuk menu maupun suasana. Melalui strategi digital, Roemah Kantja memanfaatkan iklan Facebook yang menargetkan kampus-kampus di Malang untuk menjangkau kalangan mahasiswa.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan tema fotografi editorial dan komersial, setiap unggahan di media sosial dirancang untuk menyampaikan pesan yang relevan kepada audiens, sekaligus mengikuti tren internet yang sedang berkembang.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 <\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Waktu Terbaik untuk Berfoto<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagi penggemar fotografi, waktu terbaik untuk menangkap keindahan Roemah Kantja adalah pagi hari antara pukul 08.00-10.00, serta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">golden hour<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> pada pukul 16.00-18.00. Saat-saat ini menghadirkan pencahayaan alami yang sempurna untuk memperkuat estetika foto.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Destinasi Autentik Kota Malang<\/b><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan visi menjadi destinasi wisata autentik di Malang, Roemah Kantja terus mengedepankan pengalaman tak terlupakan. Dari suasana yang menyenangkan hingga kontribusinya dalam industri kreatif, tempat ini adalah perpaduan sempurna antara seni, hospitality, dan rasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, jika Anda mencari tempat yang menggabungkan visual estetis, suasana hangat, serta kualitas makanan dan minuman terbaik, Roemah Kantja adalah pilihan yang tepat. Mari kunjungi, rasakan, dan abadikan momen Anda di sini!\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Roemah Kantja: Tempat Nongkrong Autentik dengan Sentuhan Fotografi di Malang Credit : Brilliant Budi Nalendra dan Bima Sindhu Kentana &nbsp; &nbsp; Didirikan pada Oktober 2017, Roemah Kantja awalnya adalah rumah pribadi sang pemilik yang kerap menjadi tempat berkumpul kolega. Dari kebiasaan ini lahir ide untuk menghadirkan ruang publik yang nyaman dan santai. Maka, terciptalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":1795,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,13],"tags":[],"class_list":["post-1791","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-imaging-art-and-science"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1791","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1791"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1791\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1797,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1791\/revisions\/1797"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1795"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1791"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1791"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1791"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}