{"id":1781,"date":"2025-05-10T09:40:20","date_gmt":"2025-05-10T09:40:20","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/?p=1781"},"modified":"2025-11-10T09:51:12","modified_gmt":"2025-11-10T09:51:12","slug":"1781","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/2025\/05\/10\/1781\/","title":{"rendered":"Bercerita lewat lensa : Wildlife Photography"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Bercerita lewat lensa : Wildlife Photography<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1782\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-10-at-16.33.19.png\" alt=\"\" width=\"1234\" height=\"828\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-10-at-16.33.19.png 1234w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-10-at-16.33.19-300x201.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-10-at-16.33.19-1024x687.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-10-at-16.33.19-768x515.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-10-at-16.33.19-480x322.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 1234px) 100vw, 1234px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">istilah \u201cWildlife Photography\u201d semakin sering didengar dan ditemukan karena semakin banyak nya media-media seperti National geographic, BBC, hingga buku-buku yang berkaitan dengan satwa liar pasti terdapat visualisasi dari satwa liar yang sedang dibahas. Buku-buku identifikasi satwa liar pun yang sering dibahas dalam dunia perkuliahan juga tak luput dari urusan fotografi sebagai bagian untuk memperjelas gambaran mengenai satwa liar yang akan diidentifikasi. Namun, banyak orang yang belum menyadari bahwa Wildlife Photography atau fotografi satwa liar merupakan bagian yang tak bisa dilepaskan dalam model pembelajaran satwa liar masa kini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pengertian Wildlife photography sendiri Adalah bidang fotografi yang fokus untuk mengabadikan kehidupan endemik di alam bebas. Tidak seperti memotret hewan di kebun binatang, atau warna-warni bunga di taman. Wildlife photography menuntut fotografer tidak hanya memotret, namun juga bisa menceritakan apa dan mengapa hewan atau tumbuhan dalam foto yang dihasilkannya berperilaku seperti itu. Fotografer wildlife tidak hanya dituntut untuk menghasilkan gambar saja, namun ada cerita yang tersirat dalam foto tersebut. Cerita ini tidak akan muncul begitu saja. Untuk itulah, pengamatan pada perilaku objek menjadi hal yang mutlak dilakukan untuk menemukan momentum cerita dan gambar terbaik bagi fotografer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berikut adalah beberapa teknik dan tips untuk Wildlife Photography:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Peralatan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gunakan kamera yang memiliki kemampuan tinggi untuk menangkap gambar dengan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">cepat dan lensa telephoto yang memungkinkan Anda memotret subjek dari jarak jauh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kamera dengan kecepatan burst yang tinggi dan fungsi autofokus yang cepat sangat<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">berguna dalam memotret subjek yang bergerak cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Studi subjek<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Belajarlah tentang perilaku dan tingkah laku subjek yang ingin Anda fotografi. Ini<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">membantu Anda mengetahui kapan dan bagaimana cara memotret mereka dengan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Latar belakang<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pilih latar belakang yang sesuai dan menarik untuk subjek yang ingin Anda fotografi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Latar belakang yang buram membuat subjek terlihat lebih fokus dan mencolok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Posisi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Carilah posisi yang baik untuk memotret subjek dari sudut yang menarik. Cobalah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">untuk memotret subjek dari jarak dekat untuk menangkap detail dan ekspresi mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Pencahayaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gunakan cahaya alami sebaik mungkin dan cobalah untuk menghindari memotret<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">subjek dalam kondisi cahaya yang sulit, seperti matahari terik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Kecepatan obturator<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gunakan kecepatan obturator yang tepat untuk memotret subjek yang bergerak cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kecepatan obturator yang lebih tinggi membantu membuat subjek terlihat tetap fokus<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">dan jelas meskipun bergerak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Konsentrasi pada aktivitas<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Fokuskan pada aktivitas subjek dan cobalah untuk memotret mereka saat melakukan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">hal yang menarik, seperti memburu atau bermain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Hindari membuat gangguan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jangan membuat gangguan pada subjek atau lingkungan mereka. Jangan bergerak<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">terlalu dekat atau membuat suara yang mengganggu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Jangan terlalu terpaku pada teknik<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ingatlah bahwa sebagian besar dari fotografi wildlife adalah tentang menangkap<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">momen dan mengungkapkan keindahan lingkungan alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jangan terlalu terpaku pada teknik dan jangan ragu untuk bereksperimen dan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">mencoba hal-hal baru. Berkolaborasi dengan lingkungan Sebaiknya mengikuti peraturan dan standar yang ditetapkan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan keselamatan subjek yang ingin Anda fotografi. Berkolaborasi dengan pihak yang berwenang dan berpartisipasi dalam Upaya konservasi alam dan satwa liar. Fotografi wildlife adalah cabang fotografi yang membutuhkan keterampilan, pemahaman, dan peralatan tertentu untuk menghasilkan foto yang baik. Namun, jika dilakukan dengan benar, hasil fotografinya dapat menjadi dokumentasi yang menakjubkan dan mengungkapkan keindahan dan keanekaragaman lingkungan alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">SOURCE :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">https:\/\/www.saintd.co\/2019\/02\/pengertian-wildlife-<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">photography.html#google_vignette<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">https:\/\/forestation.fkt.ugm.ac.id\/2021\/05\/02\/wildlife-photography-edukasi-<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">satwa-liar-melalui-media-fotografi\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">https:\/\/www.denkapratama.co.id\/berita_detail\/teknik-dan-tips-wildlife-<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">photography-bagi-yang-hobi-main-di-alam-liar<\/p>\n<p>Graciella Amarissa K<\/p>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bercerita lewat lensa : Wildlife Photography istilah \u201cWildlife Photography\u201d semakin sering didengar dan ditemukan karena semakin banyak nya media-media seperti National geographic, BBC, hingga buku-buku yang berkaitan dengan satwa liar pasti terdapat visualisasi dari satwa liar yang sedang dibahas. Buku-buku identifikasi satwa liar pun yang sering dibahas dalam dunia perkuliahan juga tak luput dari urusan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":1782,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,13],"tags":[],"class_list":["post-1781","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-imaging-art-and-science"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1781","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1781"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1781\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1789,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1781\/revisions\/1789"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1782"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1781"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1781"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1781"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}