{"id":1640,"date":"2025-04-12T09:47:35","date_gmt":"2025-04-12T09:47:35","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/?p=1640"},"modified":"2025-05-02T09:49:31","modified_gmt":"2025-05-02T09:49:31","slug":"memotret-dalam-hitam-putih-menemukan-keindahan-monokrom","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/2025\/04\/12\/memotret-dalam-hitam-putih-menemukan-keindahan-monokrom\/","title":{"rendered":"Memotret dalam Hitam Putih, Menemukan Keindahan Monokrom"},"content":{"rendered":"<p><span data-contrast=\"auto\">Foto hitam putih mempunyai tampilan unik yang bisa membuat kita melihat dunia dari sisi lain. Dengan hanya warna hitam dan putih, kita bisa lebih fokus ke bentuk, sama permainan cahaya. Ini membuat foto mempunyai kesan lebih klasik, atau bahkan bisa membuat suasana jadi lebih dramatis. Foto hitam putih seperti punya bahasa sendiri. Terkadang, itu dapat membuat kita lebih fokus ke emosi yang mau disampaikan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;469777462&quot;:[199,4513],&quot;469777927&quot;:[0,0],&quot;469777928&quot;:[1,3]}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;469777462&quot;:[199,4513],&quot;469777927&quot;:[0,0],&quot;469777928&quot;:[1,3]}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Untuk kamera, bisa menggunakan kamera dengan berbagai jenis, bahkan kamera yang ada di handphone. Tapi, jika mau hasil lebih maksimal, kamera DSLR atau mirrorless lebih bagus. Untuk lensa, dapat menggunakan lensa yang punya bukaan lebar, agar hasilnya lebih dramatis.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;469777462&quot;:[199,4513],&quot;469777927&quot;:[0,0],&quot;469777928&quot;:[1,3]}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Tekniknya, kita bisa coba memfoto di waktu-waktu tertentu, misalnya ketika waktu matahari terbit atau terbenam. <\/span><span data-contrast=\"auto\">Cahayanya bisa membuat foto hitam putih punya kesan tersendiri. Proses pacsa pemotretan juga penting. Kita bisa edit fotonya agar kontrasnya makin oke, atau bisa ditambahkan efek-efek tertentu.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;469777462&quot;:[199,4513],&quot;469777927&quot;:[0,0],&quot;469777928&quot;:[1,3]}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Foto hitam putih adalah jenis seni di mana unsur-unsur yang paling sederhana digunakan untuk menampilkan perasaan dan cerita. Anda dapat membuat karya yang tak hanya indah secara visual tetapi juga bermakna dengan memanfaatkan peralatan yang tepat, teknik yang tepat, dan sentuhan pasca-pemotretan yang baik. <\/span><span data-contrast=\"auto\">Selamat mencoba dan menemukan bahasa baru dari foto hitam-putih!<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;469777462&quot;:[199,4513],&quot;469777927&quot;:[0,0],&quot;469777928&quot;:[1,3]}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Marcellus Jonathan Oey<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:3,&quot;335551620&quot;:3}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">NIM: 280252598<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto hitam putih mempunyai tampilan unik yang bisa membuat kita melihat dunia dari sisi lain. Dengan hanya warna hitam dan putih, kita bisa lebih fokus ke bentuk, sama permainan cahaya. Ini membuat foto mempunyai kesan lebih klasik, atau bahkan bisa membuat suasana jadi lebih dramatis. Foto hitam putih seperti punya bahasa sendiri. Terkadang, itu dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":1641,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1640","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1640","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1640"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1640\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1643,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1640\/revisions\/1643"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1641"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1640"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1640"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1640"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}