{"id":1630,"date":"2025-05-02T09:37:08","date_gmt":"2025-05-02T09:37:08","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/?p=1630"},"modified":"2025-05-02T09:37:08","modified_gmt":"2025-05-02T09:37:08","slug":"fotografi-menangkap-kisah-sebuah-momen-di-balik-layar-lensa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/2025\/05\/02\/fotografi-menangkap-kisah-sebuah-momen-di-balik-layar-lensa\/","title":{"rendered":"Fotografi : Menangkap Kisah Sebuah Momen di Balik Layar Lensa"},"content":{"rendered":"<p><span data-contrast=\"auto\">Fotografi merupakan cabang seni rupa yang menangkap cahaya untuk menghasilkan sebuah karya seni berupa gambar. Fotografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">\u201cphotos\u201d\u00a0<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang berarti cahaya dan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">\u201cgrafo\u201d<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang artinya melukis atau menulis, sehingga jika diartikan secara umum, fotografi adalah proses melukis dengan menggunakan cahaya. Dengan adanya fotografi, maka kita dapat menangkap dan mengabadikan sebuah momen dan cerita dari sebuah foto.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Waktu terus berjalan dan setiap waktu dan detiknya pasti terdapat momen yang memiliki arti dan sangat berharga. Dengan adanya fotografi maka kita dapat mengabadikan sebuah momen tersebut. Pada zaman dahulu, untuk merekam dan mengabadikan sebuah momen harus dilukis diatas kanvas. Dan akhirnya, pada tahun 1816 ada seorang bangsawan Perancis\u00a0 bernama Joseph Nicephore yang berhasil memotret foto pertama yang menjadi cikal bakal munculnya kamera.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Sampai saat ini, fotografi masih digunakan oleh manusia dengan adanya perkembangan kamera, mulai dari adanya kamera SLR dengan roll film, kamera DSLR, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">mirrorless<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, dan hingga adanya <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">smartphone<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang dapat digunakan sebagai alat untuk menangkap sebuah momen.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Fotografi sendiri menghasilkan sebuah\u00a0 foto atau gambar yang digunakan sebagai sebuah kenangan dari momen yang memiliki makna, cerita, dan emosi tersendiri dimasing-masing fotonya. Melalui foto yang dihasilkan, kita dapat menyampaikan sebuah cerita dan emosi yang tak terlihat dengan mata telanjang. Setiap orang memiliki perspektif atau cara pandangnya tersendiri, hal itulah yang membuat fotografi memiliki keunikan dan makna tersendiri.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Fotografi bukan hanya berbicara mengenai keindahan visual dalam menangkap sebuah momen saja, tetapi fotografi juga berbicara mengenai sebuah perasaan (ekspresi dan energi) dan koneksi antara serorang fotografer dengan subjek dan audiens.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Tetapi pada zaman sekarang ini, fotografi hanya digunakan sebagai sebuah seni yang mementingkan nilai estetika visualnya saja, tanpa mementingkan sebuah esensi dan makna mendalam yang tersembunyi dari sebuah foto. Meskipun begitu, di zaman modern sekarang ini, kita diberi kemudahan dalam mengambil sebuah gambar dan momen. Sehingga, semua orang juga dapat merasakan menjadi seorang \u201cfotografer\u201d. <\/span> <span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Fotografi adalah seni merasakan kehidupan di setiap fraksi detik, mereka menangkap sebuah momen yang hilang selamanya dan tidak mungkin terulang kembali. Foto yang baik, indah dan keren bukanlah foto dengan deskripsi , melainkan bagaimana seorang fotografer dapat menangkap dan mengambil sebuah momen tersebut, seakan-akan membuat hasil foto tersebut dapat berbicara dan tidak terlalu mementingkan estetika visual, karena estetika visual akan mengikuti hasil foto dan makna foto tersebut.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dapat disimpulkan, bahwa fotografi adalah sebuah seni yang tidak hanya sekedar menangkap sebuah gambar saja, melainkan dari hasil foto dan gambar yang dihasilkan tersebut tersimpan sebuah memori cerita, emosi, dan momen dalam bidikan. Dibalik layer lensa, terdapat proses kreatif yang melibatkan teknik, intuisi, dan rasa untuk menciptakan karya yang indah tidak sekedar visual, tetapi menciptakan karya yang mampu berbicara.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Fotografer memberikan kesempatan bagi kita semua untuk melihat dunia melalui sudut pandang mereka, merasakan keindahan, dan memahami sebuah cerita atau kisah tersembunyi melalui hasil jepretan tersebut.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><span class=\"TextRun SCXW88364139 BCX0\" lang=\"EN-US\" xml:lang=\"EN-US\" data-contrast=\"auto\"><span class=\"NormalTextRun SCXW88364139 BCX0\">Felicia Nadia Putri \u2013 2802409836<\/span><\/span><span class=\"EOP SCXW88364139 BCX0\" data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fotografi merupakan cabang seni rupa yang menangkap cahaya untuk menghasilkan sebuah karya seni berupa gambar. Fotografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu \u201cphotos\u201d\u00a0 yang berarti cahaya dan \u201cgrafo\u201d yang artinya melukis atau menulis, sehingga jika diartikan secara umum, fotografi adalah proses melukis dengan menggunakan cahaya. Dengan adanya fotografi, maka kita dapat menangkap dan mengabadikan sebuah momen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":1631,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1630","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1630","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1630"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1630\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1632,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1630\/revisions\/1632"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1630"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1630"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1630"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}