{"id":1025,"date":"2024-06-14T07:15:39","date_gmt":"2024-06-14T07:15:39","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/?p=1025"},"modified":"2024-12-04T07:09:50","modified_gmt":"2024-12-04T07:09:50","slug":"bercerita-lewat-lensa-wildlife-photography","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/2024\/06\/14\/bercerita-lewat-lensa-wildlife-photography\/","title":{"rendered":"Bercerita lewat lensa : Wildlife Photography"},"content":{"rendered":"<p>istilah \u201cWildlife Photography\u201d semakin sering didengar dan ditemukan karena semakin<br \/>\nbanyak nya media-media seperti National geographic, BBC, hingga buku-buku yang<br \/>\nberkaitan dengan satwa liar pasti terdapat visualisasi dari satwa liar yang sedang<br \/>\ndibahas. Buku-buku identifikasi satwa liar pun yang sering dibahas dalam dunia<br \/>\nperkuliahan juga tak luput dari urusan fotografi sebagai bagian untuk memperjelas<br \/>\ngambaran mengenai satwa liar yang akan diidentifikasi. Namun, banyak orang yang<br \/>\nbelum menyadari bahwa Wildlife Photography atau fotografi satwa liar merupakan<br \/>\nbagian yang tak bisa dilepaskan dalam model pembelajaran satwa liar masa kini.<br \/>\nPengertian Wildlife photography sendiri adalah bidang fotografi yang fokus untuk<br \/>\nmengabadikan kehidupan endemik di alam bebas. Tidak seperti memotret hewan di<br \/>\nkebun binatang, atau warna-warni bunga di taman. Wildlife photography menuntut<br \/>\nfotografer tidak hanya memotret, namun juga bisa menceritakan apa dan mengapa<br \/>\nhewan atau tumbuhan dalam foto yang dihasilkannya berperilaku seperti itu.<br \/>\nFotografer wildlife tidak hanya<br \/>\ndituntut untuk menghasilkan<br \/>\ngambar saja, namun ada cerita<br \/>\nyang tersirat dalam foto tersebut.<br \/>\nCerita ini tidak akan muncul begitu<br \/>\nsaja. Untuk itulah, pengamatan<br \/>\npada perilaku objek menjadi hal<br \/>\nyang mutlak dilakukan untuk<br \/>\nmenemukan momentum cerita<br \/>\ndan gambar terbaik bagi<br \/>\nfotografer<\/p>\n<p>Berikut adalah beberapa teknik dan tips untuk Wildlife Photography:<br \/>\nPeralatan<br \/>\nGunakan kamera yang memiliki kemampuan tinggi untuk menangkap gambar dengan<br \/>\ncepat dan lensa telephoto yang memungkinkan Anda memotret subjek dari jarak jauh.<br \/>\nKamera dengan kecepatan burst yang tinggi dan fungsi autofokus yang cepat sangat<br \/>\nberguna dalam memotret subjek yang bergerak cepat.<br \/>\nStudi subjek<br \/>\nBelajarlah tentang perilaku dan tingkah laku subjek yang ingin Anda fotografi. Ini<br \/>\nmembantu Anda mengetahui kapan dan bagaimana cara memotret mereka dengan<br \/>\nbaik.<br \/>\nLatar belakang<br \/>\nPilih latar belakang yang sesuai dan menarik untuk subjek yang ingin Anda fotografi.<br \/>\nLatar belakang yang buram membuat subjek terlihat lebih fokus dan mencolok.<br \/>\nPosisi<br \/>\nCarilah posisi yang baik untuk memotret subjek dari sudut yang menarik. Cobalah<br \/>\nuntuk memotret subjek dari jarak dekat untuk menangkap detail dan ekspresi mereka.<br \/>\nPencahayaan<br \/>\nGunakan cahaya alami sebaik mungkin dan cobalah untuk menghindari memotret<br \/>\nsubjek dalam kondisi cahaya yang sulit, seperti matahari terik.<br \/>\nKecepatan obturator<br \/>\nGunakan kecepatan obturator yang tepat untuk memotret subjek yang bergerak cepat.<br \/>\nKecepatan obturator yang lebih tinggi membantu membuat subjek terlihat tetap fokus<br \/>\ndan jelas meskipun bergerak.<br \/>\nKonsentrasi pada aktivitas<br \/>\nFokuskan pada aktivitas subjek dan cobalah untuk memotret mereka saat melakukan<br \/>\nhal yang menarik, seperti memburu atau bermain.<br \/>\nHindari membuat gangguan<br \/>\nJangan membuat gangguan pada subjek atau lingkungan mereka. Jangan bergerak<br \/>\nterlalu dekat atau membuat suara yang mengganggu.<br \/>\nJangan terlalu terpaku pada teknik<br \/>\nIngatlah bahwa sebagian besar dari fotografi wildlife adalah tentang menangkap<br \/>\nmomen dan mengungkapkan keindahan lingkungan alam<\/p>\n<p>Jangan terlalu terpaku pada teknik dan jangan ragu untuk bereksperimen dan<br \/>\nmencoba hal-hal baru.<br \/>\nBerkolaborasi dengan lingkungan<br \/>\nSebaiknya mengikuti peraturan dan standar yang ditetapkan untuk menjaga<br \/>\nkelestarian lingkungan dan memastikan keselamatan subjek yang ingin Anda<br \/>\nfotografi.<br \/>\nBerkolaborasi dengan pihak yang berwenang dan berpartisipasi dalam upaya<br \/>\nkonservasi alam dan satwa liar.<br \/>\nFotografi wildlife adalah cabang fotografi yang membutuhkan keterampilan,<br \/>\npemahaman, dan peralatan tertentu untuk menghasilkan foto yang baik.<br \/>\nNamun, jika dilakukan dengan benar, hasil fotografinya dapat menjadi dokumentasi<br \/>\nyang menakjubkan dan mengungkapkan keindahan dan keanekaragaman lingkungan<br \/>\nalam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>istilah \u201cWildlife Photography\u201d semakin sering didengar dan ditemukan karena semakin banyak nya media-media seperti National geographic, BBC, hingga buku-buku yang berkaitan dengan satwa liar pasti terdapat visualisasi dari satwa liar yang sedang dibahas. Buku-buku identifikasi satwa liar pun yang sering dibahas dalam dunia perkuliahan juga tak luput dari urusan fotografi sebagai bagian untuk memperjelas gambaran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":1294,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1025","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1025","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1025"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1025\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1029,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1025\/revisions\/1029"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1294"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1025"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1025"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1025"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}