Konsep dan Metode Akuntansi Persediaan dan Piutang Usaha
Konsep dan Metode Akuntansi Persediaan dan Piutang Usaha
Penulis: Gracia Anabel1, R. Aditya Kristamtomo Putra2
Akuntansi merupakan sistem informasi yang berfungsi untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan menyajikan informasi keuangan suatu entitas secara sistematis. Informasi akuntansi sangat dibutuhkan oleh berbagai pihak, baik manajemen, investor, kreditur, maupun pihak eksternal lainnya, sebagai dasar dalam pengambilan keputusan ekonomi. Agar informasi keuangan yang dihasilkan dapat dipercaya, setiap unsur dalam laporan keuangan harus dicatat dan disajikan sesuai dengan konsep dan prinsip akuntansi yang berlaku. Dua unsur penting yang sering dijumpai dalam kegiatan operasional perusahaan adalah persediaan dan piutang usaha. Kedua akun ini memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan aktivitas penjualan, pendapatan, serta kondisi keuangan perusahaan.
Persediaan merupakan aset yang dimiliki perusahaan untuk dijual dalam kegiatan usaha normal atau digunakan dalam proses produksi. Pada perusahaan dagang, persediaan umumnya berupa barang dagangan yang siap dijual, sedangkan pada perusahaan manufaktur persediaan terdiri dari bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi. Persediaan termasuk dalam aset lancar karena diharapkan dapat direalisasikan dalam bentuk kas dalam jangka waktu yang relatif pendek. Nilai persediaan yang terlalu besar dapat menyebabkan dana perusahaan tertahan, sementara persediaan yang terlalu kecil dapat mengganggu kelancaran operasional. Oleh karena itu, pencatatan dan penilaian persediaan harus dilakukan secara tepat.
Dalam praktik akuntansi, pencatatan persediaan dapat dilakukan dengan dua sistem, yaitu sistem perpetual dan sistem periodik. Sistem perpetual mencatat setiap transaksi pembelian dan penjualan persediaan secara terus-menerus, sehingga saldo persediaan dapat diketahui setiap saat. Sistem ini memberikan informasi yang lebih akurat dan memudahkan pengendalian persediaan, namun memerlukan sistem pencatatan yang lebih kompleks. Sebaliknya, sistem periodik hanya mencatat pembelian persediaan selama periode berjalan dan menentukan jumlah persediaan melalui perhitungan fisik pada akhir periode. Sistem ini lebih sederhana, tetapi kurang memberikan informasi persediaan secara detail selama periode berjalan.
Selain sistem pencatatan, perusahaan juga harus memilih metode penilaian persediaan yang sesuai. Metode penilaian persediaan yang umum digunakan antara lain First In First Out (FIFO), Last In First Out (LIFO), dan Weighted Average. Metode FIFO mengasumsikan bahwa barang yang pertama dibeli adalah barang yang pertama dijual, sehingga persediaan akhir dinilai berdasarkan harga barang yang terakhir dibeli. Metode LIFO mengasumsikan bahwa barang yang terakhir dibeli akan dijual terlebih dahulu, sehingga persediaan akhir dinilai berdasarkan harga barang yang lebih lama. Sementara itu, metode Weighted Average menghitung nilai persediaan berdasarkan rata-rata biaya per unit. Pemilihan metode penilaian persediaan akan memengaruhi harga pokok penjualan, laba bersih, serta nilai persediaan dalam neraca. Oleh karena itu, perusahaan harus konsisten dalam menggunakan metode yang dipilih agar laporan keuangan dapat dibandingkan antarperiode.
Selain persediaan, piutang usaha juga merupakan unsur penting dalam akuntansi. Piutang usaha timbul akibat penjualan barang atau jasa secara kredit kepada pelanggan. Piutang usaha termasuk dalam aset lancar karena diharapkan dapat ditagih dalam waktu dekat. Dalam akuntansi, piutang usaha diakui pada saat terjadinya transaksi penjualan kredit, meskipun kas belum diterima. Hal ini sesuai dengan prinsip akrual, di mana pendapatan diakui ketika diperoleh, bukan ketika kas diterima.
Penjualan secara kredit memberikan keuntungan bagi perusahaan karena dapat meningkatkan volume penjualan dan menarik lebih banyak pelanggan. Namun, penjualan kredit juga mengandung risiko, yaitu kemungkinan piutang tidak dapat ditagih. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan metode pencatatan kerugian piutang agar nilai piutang yang disajikan dalam laporan keuangan mencerminkan jumlah yang realistis. Terdapat dua metode pencatatan kerugian piutang, yaitu metode penghapusan langsung dan metode penyisihan. Metode penghapusan langsung mencatat kerugian piutang pada saat piutang tersebut benar-benar tidak dapat ditagih. Metode ini sederhana, tetapi kurang sesuai dengan prinsip pencocokan karena beban kerugian tidak dicatat pada periode yang sama dengan pendapatan.
Metode penyisihan dianggap lebih tepat karena perusahaan mengestimasi kerugian piutang pada periode yang sama dengan terjadinya penjualan. Dengan metode ini, perusahaan membentuk akun penyisihan piutang tak tertagih untuk mengantisipasi risiko piutang yang tidak dapat ditagih di masa depan. Metode penyisihan memungkinkan laporan keuangan menyajikan nilai piutang usaha yang lebih wajar dan mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya.
Persediaan dan piutang usaha memiliki pengaruh besar terhadap laporan keuangan perusahaan. Dalam neraca, kedua akun tersebut disajikan sebagai aset lancar dan mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Dalam laporan laba rugi, persediaan memengaruhi perhitungan harga pokok penjualan yang berdampak pada laba bersih, sedangkan piutang usaha berkaitan dengan pengakuan pendapatan serta beban kerugian piutang. Kesalahan dalam pencatatan atau penilaian persediaan dan piutang usaha dapat menyebabkan laporan keuangan menjadi tidak akurat dan menyesatkan pengguna laporan keuangan.
Berdasarkan pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa persediaan dan piutang usaha merupakan elemen penting dalam akuntansi yang memerlukan pemahaman konsep dan metode pencatatan yang baik. Pemilihan sistem pencatatan dan metode penilaian yang tepat akan membantu perusahaan menyajikan laporan keuangan yang andal dan relevan. Dengan pengelolaan persediaan dan piutang usaha yang efektif, perusahaan dapat menjaga stabilitas keuangan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.
Comments :