{"id":895,"date":"2025-07-22T03:40:36","date_gmt":"2025-07-22T03:40:36","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/?p=895"},"modified":"2025-07-22T03:41:51","modified_gmt":"2025-07-22T03:41:51","slug":"saat-mesin-bertanya-siapa-tetanggaku-yang-terdekat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/2025\/07\/22\/saat-mesin-bertanya-siapa-tetanggaku-yang-terdekat\/","title":{"rendered":"Saat Mesin Bertanya: Siapa Tetanggaku yang Terdekat?"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"283\" data-end=\"565\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-897\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/07\/dist-1024x683.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/07\/dist-1024x683.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/07\/dist-300x200.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/07\/dist-768x512.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/07\/dist-480x320.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/07\/dist.png 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p data-start=\"283\" data-end=\"565\">Bayangkan sebuah mesin yang setiap harinya menerima data baru: data kesehatan, gambar, atau sekadar angka-angka. Ketika data baru itu datang, si mesin mulai \u201cberpikir\u201d : <em data-start=\"451\" data-end=\"487\">\u201cData ini mirip dengan siapa, ya?\u201d<\/em> Atau dalam istilah algoritma machine learning: <strong data-start=\"535\" data-end=\"565\">siapa tetangga terdekatku?<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"567\" data-end=\"877\">Inilah prinsip dasar dari salah satu algoritma populer di dunia kecerdasan buatan, yaitu <strong data-start=\"656\" data-end=\"685\">K-Nearest Neighbor (K-NN)<\/strong>. Algoritma ini mengambil keputusan berdasarkan kedekatan data satu dengan data lainnya. Namun, tunggu dulu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan \u201cdekat\u201d? Apakah semua jarak itu sama bagi mesin?<\/p>\n<p data-start=\"879\" data-end=\"1069\">Jawabannya: <strong data-start=\"891\" data-end=\"900\">tidak<\/strong>. Mesin memiliki berbagai cara untuk mengukur jarak, dan masing-masing cara bisa menghasilkan keputusan yang berbeda. Cara-cara itu disebut sebagai <strong data-start=\"1048\" data-end=\"1068\">distance metrics<\/strong>.<\/p>\n<h2><strong>Apa Itu Distance Metrics?<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"1109\" data-end=\"1420\"><strong data-start=\"1109\" data-end=\"1129\">Distance metrics<\/strong> adalah metode matematis yang digunakan untuk mengukur <em data-start=\"1184\" data-end=\"1200\">seberapa dekat<\/em> dua data dalam ruang berdimensi. Setiap metrik memiliki pendekatannya sendiri, dan penting bagi seorang data scientist atau praktisi machine learning untuk memilih metrik yang paling sesuai dengan karakteristik datanya.<\/p>\n<p data-start=\"1422\" data-end=\"1546\">Mari kita bahas beberapa jenis metrik yang sering digunakan dalam algoritma K-NN, dan bagaimana cara mereka \u201cmelihat\u201d jarak.<\/p>\n<h2 data-start=\"1553\" data-end=\"1603\">1. <strong data-start=\"1562\" data-end=\"1584\">Euclidean Distance<\/strong>: Jarak Garis Lurus<\/h2>\n<p data-start=\"1605\" data-end=\"1768\">Ini adalah metrik yang paling umum dan mudah dipahami. Euclidean distance mengukur jarak lurus antara dua titik, seperti menarik penggaris dari titik A ke titik B.<\/p>\n<p data-start=\"1770\" data-end=\"1928\">Contoh: jika data A berada di koordinat (1, 2) dan data B di (4, 6), maka Euclidean distance akan menghitung panjang sisi miring dari segitiga yang terbentuk.<\/p>\n<p data-start=\"1930\" data-end=\"2036\">Metrik ini cocok digunakan jika semua fitur memiliki skala yang sama dan distribusi data relatif seimbang.<\/p>\n<h2 data-start=\"2043\" data-end=\"2092\">2. <strong data-start=\"2053\" data-end=\"2075\">Manhattan Distance<\/strong>: Jalan Blok Kota<\/h2>\n<p data-start=\"2094\" data-end=\"2284\">Pernah berjalan di kota dengan jalan-jalan berbentuk kotak seperti papan catur? Itulah analogi Manhattan distance. Jarak dihitung berdasarkan langkah horizontal dan vertikal, bukan diagonal.<\/p>\n<p data-start=\"2286\" data-end=\"2410\">Metrik ini lebih tahan terhadap <strong data-start=\"2318\" data-end=\"2329\">outlier<\/strong>, karena tidak memperbesar efek perbedaan kecil secara drastis seperti Euclidean.<\/p>\n<h2 data-start=\"2417\" data-end=\"2462\">3. <strong data-start=\"2426\" data-end=\"2448\">Minkowski Distance<\/strong>: Si Serbaguna<\/h2>\n<p data-start=\"2464\" data-end=\"2614\">Minkowski adalah metrik umum yang dapat berperan sebagai Euclidean ataupun Manhattan, tergantung pada nilai parameternya (biasanya disebut nilai <em data-start=\"2609\" data-end=\"2612\">p<\/em>).<\/p>\n<ul data-start=\"2616\" data-end=\"2721\">\n<li data-start=\"2616\" data-end=\"2668\">\n<p data-start=\"2618\" data-end=\"2668\">Jika <span class=\"katex\"><span class=\"katex-html\" aria-hidden=\"true\"><span class=\"base\"><em><span class=\"mord mathnormal\">p<\/span><\/em><span class=\"mrel\">=<\/span><\/span><span class=\"base\"><span class=\"mord\">1<\/span><\/span><\/span><\/span>, hasilnya sama seperti Manhattan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2669\" data-end=\"2721\">\n<p data-start=\"2671\" data-end=\"2721\">Jika <span class=\"katex\"><span class=\"katex-html\" aria-hidden=\"true\"><span class=\"base\"><em><span class=\"mord mathnormal\">p<\/span><\/em><span class=\"mrel\">=<\/span><\/span><span class=\"base\"><span class=\"mord\">2<\/span><\/span><\/span><\/span>, hasilnya sama seperti Euclidean.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2723\" data-end=\"2842\">Keunggulannya adalah fleksibilitas, sehingga cocok digunakan saat kita ingin bereksperimen dengan berbagai cara pengukuran jarak.<\/p>\n<h2 data-start=\"2849\" data-end=\"2910\">4. <strong data-start=\"2857\" data-end=\"2879\">Chebyshev Distance<\/strong>: Fokus pada Perbedaan Terbesar<\/h2>\n<p data-start=\"2912\" data-end=\"3102\">Chebyshev distance hanya mempertimbangkan perbedaan terbesar di antara semua dimensi. Metrik ini sangat cocok digunakan saat <strong data-start=\"3037\" data-end=\"3066\">satu fitur sangat dominan<\/strong> atau krusial untuk keputusan akhir.<\/p>\n<p data-start=\"3104\" data-end=\"3230\">Dalam dunia nyata, ini seperti mempertimbangkan faktor risiko tertinggi saat membuat keputusan, bukan rata-rata dari semuanya.<\/p>\n<h2 data-start=\"3237\" data-end=\"3315\">5. <strong data-start=\"3246\" data-end=\"3285\">Cosine Similarity (Cosine Distance)<\/strong>: Menilai Arah, Bukan Besarnya<\/h2>\n<p data-start=\"3317\" data-end=\"3462\">Kadang, bukan jaraknya yang penting, tetapi <em data-start=\"3361\" data-end=\"3370\">arahnya<\/em>. Cosine similarity mengukur kemiripan antara dua vektor berdasarkan sudut di antara mereka.<\/p>\n<p data-start=\"3464\" data-end=\"3650\">Bayangkan dua anak panah yang panjangnya berbeda, tetapi arahnya hampir sama, mereka dianggap serupa menurut Cosine. Metrik ini sering digunakan untuk data berdimensi tinggi seperti teks<\/p>\n<p><strong>Jadi, Jarak Mana yang Terbaik?<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"3695\" data-end=\"3718\">Jawabannya:<span style=\"text-decoration: underline\"><strong> tergantung.<\/strong><\/span><\/p>\n<ul data-start=\"3720\" data-end=\"4093\">\n<li data-start=\"3720\" data-end=\"3823\">\n<p data-start=\"3722\" data-end=\"3823\">Untuk data dengan skala yang sama dan terdistribusi normal, <strong data-start=\"3782\" data-end=\"3795\">Euclidean<\/strong> bisa menjadi pilihan tepat.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3824\" data-end=\"3919\">\n<p data-start=\"3826\" data-end=\"3919\">Untuk data dengan banyak nilai ekstrim, <strong data-start=\"3866\" data-end=\"3879\">Manhattan<\/strong> atau <strong data-start=\"3885\" data-end=\"3898\">Chebyshev<\/strong> mungkin lebih cocok.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3920\" data-end=\"3993\">\n<p data-start=\"3922\" data-end=\"3993\">Jika ingin fleksibilitas, <strong data-start=\"3948\" data-end=\"3961\">Minkowski<\/strong> memberi ruang untuk eksplorasi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3994\" data-end=\"4093\">\n<p data-start=\"3996\" data-end=\"4093\">Untuk data berbasis arah seperti representasi teks atau gambar, <strong data-start=\"4060\" data-end=\"4070\">Cosine<\/strong> memberikan keunggulan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h2 data-start=\"4100\" data-end=\"4113\"><strong>Penutup<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"4115\" data-end=\"4413\">\u201cSaat mesin bertanya: siapa tetanggaku yang terdekat?\u201d<\/p>\n<p data-start=\"4115\" data-end=\"4413\">jawaban dari pertanyaan itu sangat bergantung pada <strong data-start=\"4221\" data-end=\"4247\">cara ia mengukur jarak<\/strong>. Pemilihan distance metric bukan sekadar aspek teknis, melainkan keputusan yang memengaruhi seberapa cerdas sebuah sistem dapat mengenali pola dan membuat keputusan.<\/p>\n<p data-start=\"4415\" data-end=\"4592\">Sebagai mahasiswa atau praktisi di bidang <em data-start=\"4457\" data-end=\"4475\">Computer Science<\/em>, memahami konsep dasar seperti ini akan membuka wawasan lebih luas tentang bagaimana algoritma berpikir dan bekerja.<\/p>\n<h1 data-start=\"4415\" data-end=\"4592\">REFERENSI :<\/h1>\n<p data-start=\"161\" data-end=\"610\">[1] S. Y. Prasetyo, G. Z. Nabiilah, Z. N. Izdihar, A. S. Prabowo, and H. Ash Shiddiqi, \u201cK-Nearest Neighbor Algorithm for Heart Disease Detection: A Comparative Evaluation of Minkowski and Manhattan Distances,\u201d <em data-start=\"371\" data-end=\"474\">2023 6th International Seminar on Research of Information Technology and Intelligent Systems (ISRITI)<\/em>, Batam, Indonesia, 2023, pp. 237\u2013241, doi: <a class=\"\" href=\"https:\/\/ieeexplore.ieee.org\/abstract\/document\/10467899\" target=\"_new\" rel=\"noopener\" data-start=\"518\" data-end=\"609\">10.1109\/ISRITI60336.2023.10467899<\/a>.<\/p>\n<p data-start=\"612\" data-end=\"1015\">[2] S. Y. Prasetyo, P. Wicaksono, Z. N. Izdihar, and P. Arisaputra, \u201cOptimizing K-NN Algorithm for Breast Cancer Diagnosis: A Focus on Chebyshev and Minkowski Metrics,\u201d <em data-start=\"781\" data-end=\"873\">2024 2nd International Symposium on Information Technology and Digital Innovation (ISITDI)<\/em>, Bukittinggi, Indonesia, 2024, pp. 113\u2013118, doi: <a class=\"\" href=\"https:\/\/ieeexplore.ieee.org\/abstract\/document\/10797091\" target=\"_new\" rel=\"noopener\" data-start=\"923\" data-end=\"1014\">10.1109\/ISITDI62380.2024.10797091<\/a>.<\/p>\n<p data-start=\"1017\" data-end=\"1459\">[3] S. Y. Prasetyo, A. Kurniawan, E. F. A. Sihotang, R. Puspita, and K. E. Setiawan, \u201cHeart Disease Risk Prediction using K-Nearest Neighbor: A Study of Euclidean and Cosine Distance Metrics,\u201d <em data-start=\"1210\" data-end=\"1319\">2023 3rd International Conference on Smart Cities, Automation &amp; Intelligent Computing Systems (ICON-SONICS)<\/em>, Bali, Indonesia, 2023, pp. 236\u2013240, doi: <a class=\"\" href=\"https:\/\/ieeexplore.ieee.org\/abstract\/document\/10435299\" target=\"_new\" rel=\"noopener\" data-start=\"1362\" data-end=\"1458\">10.1109\/ICON-SONICS59898.2023.10435299<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayangkan sebuah mesin yang setiap harinya menerima data baru: data kesehatan, gambar, atau sekadar angka-angka. Ketika data baru itu datang, si mesin mulai \u201cberpikir\u201d : \u201cData ini mirip dengan siapa, ya?\u201d Atau dalam istilah algoritma machine learning: siapa tetangga terdekatku? Inilah prinsip dasar dari salah satu algoritma populer di dunia kecerdasan buatan, yaitu K-Nearest Neighbor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":45,"featured_media":896,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/users\/45"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=895"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/895\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":900,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/895\/revisions\/900"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/media\/896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}