{"id":821,"date":"2025-05-21T09:14:04","date_gmt":"2025-05-21T09:14:04","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/?p=821"},"modified":"2025-05-21T09:29:19","modified_gmt":"2025-05-21T09:29:19","slug":"immersive-technology","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/2025\/05\/21\/immersive-technology\/","title":{"rendered":"Immersive Technology"},"content":{"rendered":"<p data-sourcepos=\"1:1-1:258\"><strong>Peminatan Immersive Technology<\/strong> di perguruan tinggi adalah program studi atau fokus spesialisasi yang mendalami pengembangan dan aplikasi teknologi yang menciptakan pengalaman pengguna yang &#8220;tenggelam&#8221; atau sangat mendalam. Teknologi ini umumnya mencakup:<\/p>\n<ol data-sourcepos=\"3:1-6:0\">\n<li data-sourcepos=\"3:1-3:240\"><strong>Virtual Reality (VR):<\/strong> Menciptakan lingkungan simulasi sepenuhnya yang memutuskan koneksi pengguna dari dunia fisik dan menenggelamkan mereka dalam dunia digital yang baru. Contohnya headset VR untuk <em>gaming<\/em> atau pelatihan simulasi.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"4:1-4:224\"><strong>Augmented Reality (AR):<\/strong> Melapisi informasi digital (gambar, video, objek 3D) ke dunia nyata secara <em>real-time<\/em>. Contohnya filter Instagram\/TikTok, aplikasi furnitur virtual di ruangan, atau <em>game<\/em> seperti Pok\u00e9mon Go.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"5:1-6:0\"><strong>Mixed Reality (MR):<\/strong> Menggabungkan elemen VR dan AR, memungkinkan objek digital berinteraksi dengan dunia fisik secara dua arah. Pengguna dapat berinteraksi dengan hologram seolah-olah mereka ada di ruangan yang sama.<\/li>\n<\/ol>\n<h3 data-sourcepos=\"7:1-7:61\">Apa yang Dipelajari dalam Peminatan Immersive Technology?<\/h3>\n<p data-sourcepos=\"9:1-9:110\">Di peminatan ini, mahasiswa akan belajar berbagai aspek teknis dan kreatif untuk membangun pengalaman imersif:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"11:1-19:0\">\n<li data-sourcepos=\"11:1-11:260\"><strong>Pemrograman &amp; Pengembangan Aplikasi Imersif:<\/strong> Menggunakan <em>engine<\/em> pengembangan seperti Unity atau Unreal Engine, serta bahasa pemrograman seperti C# (untuk Unity) atau C++ (untuk Unreal Engine), dan Python untuk aspek <em>machine learning<\/em> atau otomasi.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"12:1-12:198\"><strong>Desain 3D &amp; Pemodelan:<\/strong> Belajar membuat aset 3D, lingkungan, dan karakter yang realistis atau sesuai gaya visual yang diinginkan, menggunakan <em>software<\/em> seperti Blender, Maya, atau 3ds Max.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"13:1-13:264\"><strong>Interaksi &amp; User Experience (UX) Imersif:<\/strong> Merancang bagaimana pengguna berinteraksi dalam lingkungan 3D, memastikan pengalaman yang intuitif, nyaman, dan mengurangi <em>motion sickness<\/em>. Ini melibatkan prinsip-prinsip UX yang berbeda dari aplikasi 2D biasa.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"14:1-14:124\"><strong>Audio Spasial:<\/strong> Mendesain suara yang terdengar datang dari arah tertentu dalam lingkungan 3D untuk meningkatkan imersi.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"15:1-15:156\"><strong>Optimasi Performa:<\/strong> Mengelola sumber daya komputasi agar aplikasi imersif berjalan lancar di berbagai perangkat (misalnya, <em>headset<\/em> VR, <em>smartphone<\/em>).<\/li>\n<li data-sourcepos=\"16:1-16:168\"><strong>Hardware Imersif:<\/strong> Memahami cara kerja perangkat keras VR\/AR (misalnya, sensor gerak, layar, optik) dan bagaimana mengoptimalkan aplikasi untuk perangkat tersebut.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"17:1-17:147\"><strong>Storytelling &amp; Desain Naratif:<\/strong> Mengembangkan cerita atau skenario yang efektif dalam media imersif, mempertimbangkan perspektif pengguna.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"18:1-19:0\"><strong>Potensi Aplikasi:<\/strong> Mempelajari bagaimana teknologi imersif dapat diterapkan di berbagai bidang seperti <em>gaming<\/em>, pendidikan (simulasi), pelatihan industri, <em>healthcare<\/em>, <em>marketing<\/em>, arsitektur, dan hiburan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"20:1-20:18\">Prospek Karier<\/h3>\n<p data-sourcepos=\"22:1-22:239\">Prospek karier di bidang <em>Immersive Technology<\/em> sangat cerah dan berkembang pesat, baik di Indonesia maupun global. Seiring dengan kematangan teknologi dan penurunan biaya perangkat keras, adopsi VR\/AR\/MR semakin meluas di berbagai sektor.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"24:1-24:83\">Beberapa peran pekerjaan yang dapat diemban oleh lulusan peminatan ini antara lain:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"26:1-34:0\">\n<li data-sourcepos=\"26:1-26:91\"><strong>VR\/AR Developer:<\/strong> Mengembangkan aplikasi dan pengalaman VR\/AR untuk berbagai platform.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"27:1-27:73\"><strong>3D Artist\/Modeler:<\/strong> Membuat aset visual 3D untuk lingkungan imersif.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"28:1-28:135\"><strong>Interaction Designer (XR):<\/strong> Merancang alur interaksi khusus untuk pengalaman <em>extended reality<\/em> (XR, istilah umum untuk VR\/AR\/MR).<\/li>\n<li data-sourcepos=\"29:1-29:94\"><strong>Game Developer (VR\/AR):<\/strong> Berfokus pada pengembangan <em>game<\/em> menggunakan teknologi imersif.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"30:1-30:115\"><strong>Simulation Developer:<\/strong> Membuat simulasi pelatihan untuk industri seperti manufaktur, kedokteran, atau militer.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"31:1-31:114\"><strong>UX Researcher (XR):<\/strong> Melakukan riset pengguna untuk memahami kebutuhan dan perilaku dalam lingkungan imersif.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"32:1-32:138\"><strong>Technical Artist (XR):<\/strong> Menjembatani kesenjangan antara seniman dan programmer, mengoptimalkan aset 3D untuk performa dalam <em>engine<\/em>.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"33:1-34:0\"><strong>Perusahaan Startup XR:<\/strong> Banyak peluang untuk berinovasi dan mengembangkan produk atau layanan baru berbasis teknologi imersif.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peminatan Immersive Technology di perguruan tinggi adalah program studi atau fokus spesialisasi yang mendalami pengembangan dan aplikasi teknologi yang menciptakan pengalaman pengguna yang &#8220;tenggelam&#8221; atau sangat mendalam. Teknologi ini umumnya mencakup: Virtual Reality (VR): Menciptakan lingkungan simulasi sepenuhnya yang memutuskan koneksi pengguna dari dunia fisik dan menenggelamkan mereka dalam dunia digital yang baru. Contohnya headset [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":45,"featured_media":822,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-821","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-streaming-in-home-campus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/users\/45"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=821"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/821\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":823,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/821\/revisions\/823"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/media\/822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}