{"id":741,"date":"2025-03-26T07:20:36","date_gmt":"2025-03-26T07:20:36","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/?p=741"},"modified":"2025-06-19T08:17:16","modified_gmt":"2025-06-19T08:17:16","slug":"bisakah-ai-mendeteksi-kanker-payudara-dari-gambar-ini-penjelasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/2025\/03\/26\/bisakah-ai-mendeteksi-kanker-payudara-dari-gambar-ini-penjelasannya\/","title":{"rendered":"Bisakah AI Mendeteksi Kanker Payudara dari Gambar? Ini Penjelasannya"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"329\" data-end=\"761\">Kanker payudara masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia. Deteksi dini menjadi kunci penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Dalam dunia medis modern, gambar medis seperti hasil MRI atau mammografi sering digunakan untuk mendeteksi keberadaan sel kanker. Tapi tahukah kamu bahwa kini <strong data-start=\"657\" data-end=\"683\">kecerdasan buatan (AI)<\/strong> juga bisa ikut membantu dokter dalam mengenali area kanker hanya dari gambar?<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"763\" data-end=\"1148\">Komputer tidak \u201cmelihat\u201d gambar seperti manusia. Bagi AI, gambar adalah kumpulan angka piksel. Agar AI bisa memahami gambar medis dan mengenali area yang mencurigakan, dibutuhkan proses yang disebut <strong data-start=\"962\" data-end=\"988\">segmentasi citra medis<\/strong>. Segmentasi ini berarti memisahkan bagian gambar yang berisi kanker dari bagian yang sehat, seperti mewarnai bagian tertentu agar bisa dipelajari lebih lanjut.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"1150\" data-end=\"1492\">Salah satu teknologi yang terbukti efektif dalam tugas ini adalah <strong data-start=\"1216\" data-end=\"1225\">U-Net<\/strong>, sebuah arsitektur deep learning yang dirancang khusus untuk segmentasi gambar medis. U-Net bekerja dengan cara memproses gambar secara bertahap, mengekstrak fitur-fitur penting, dan kemudian memetakan bagian-bagian gambar yang menunjukkan kemungkinan adanya kanker.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1150\" data-end=\"1492\">Proses lengkap segmentasi menggunakan Attention U-Net dapat divisualisasikan melalui diagram berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1150\" data-end=\"1492\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-744\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/03\/Segmentation-Breast-Cancer-Diagram.png\" alt=\"\" width=\"582\" height=\"582\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/03\/Segmentation-Breast-Cancer-Diagram.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/03\/Segmentation-Breast-Cancer-Diagram-300x300.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/03\/Segmentation-Breast-Cancer-Diagram-150x150.png 150w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/03\/Segmentation-Breast-Cancer-Diagram-768x768.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/03\/Segmentation-Breast-Cancer-Diagram-480x480.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 582px) 100vw, 582px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1150\" data-end=\"1492\"><em><strong data-start=\"1217\" data-end=\"1227\">Gambar 1. <\/strong>\u00a0Diagram alur kerja segmentasi kanker payudara dari citra USG menggunakan Attention U-Net. Proses dimulai dari input gambar ultrasound, kemudian diproses oleh arsitektur Attention U-Net. Hasil prediksi awal (mask) selanjutnya disempurnakan melalui tahapan post-processing sebelum dievaluasi menggunakan metrik seperti Dice coefficient dan IoU.<\/em><\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"1494\" data-end=\"1843\">Namun dalam penelitian terbaru, U-Net ditingkatkan dengan menambahkan fitur <strong data-start=\"1570\" data-end=\"1593\">Attention Mechanism<\/strong>, yaitu teknik yang memungkinkan AI untuk lebih fokus pada bagian-bagian gambar yang penting. Ibaratnya seperti mata manusia yang tahu ke mana harus melihat saat mencari sesuatu\u2014attention membantu AI menaruh \u201cperhatian\u201d pada area yang paling relevan.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"1845\" data-end=\"2263\">Dalam studi berjudul <em data-start=\"1866\" data-end=\"1953\">Enhancing Breast Cancer Segmentation with Attention Mechanisms in U-Net Architectures<\/em>, model <strong data-start=\"1961\" data-end=\"1980\">Attention U-Net<\/strong> dibandingkan dengan U-Net standar dan varian lainnya. Hasilnya menunjukkan bahwa model ini memiliki <strong data-start=\"2081\" data-end=\"2116\">Dice coefficient sebesar 97.99%<\/strong>, <strong data-start=\"2118\" data-end=\"2140\">IoU sebesar 93.41%<\/strong>, dan <strong data-start=\"2146\" data-end=\"2173\">akurasi mencapai 95.91%<\/strong>\u2014angka yang menunjukkan tingkat ketepatan yang sangat tinggi dalam mendeteksi area kanker.<\/p>\n<p data-start=\"1845\" data-end=\"2263\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-743 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/03\/Segmentation-1024x832.png\" alt=\"\" width=\"512\" height=\"416\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/03\/Segmentation-1024x832.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/03\/Segmentation-300x244.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/03\/Segmentation-768x624.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/03\/Segmentation-480x390.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/03\/Segmentation.png 1342w\" sizes=\"auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1845\" data-end=\"2263\"><em><strong>Gambar 2.<\/strong> Contoh proses segmentasi kanker payudara berbasis AI dari citra USG. Dari kiri ke kanan: (1) gambar USG asli, (2) mask asli dari anotasi dokter, (3) hasil prediksi model AI, dan (4) hasil overlay antara gambar asli dan segmentasi prediksi. Warna kuning menunjukkan area yang terdeteksi sebagai kanker.<\/em><\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"2265\" data-end=\"2563\">Temuan ini menunjukkan bahwa AI, khususnya model deep learning yang semakin canggih, dapat menjadi <strong data-start=\"2364\" data-end=\"2400\">alat bantu yang sangat potensial<\/strong> bagi tenaga medis. Meskipun AI tidak menggantikan dokter, teknologi ini bisa membantu mempercepat proses diagnosis dan meningkatkan akurasi pengambilan keputusan.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"2565\" data-end=\"2743\">Dengan perkembangan teknologi seperti ini, harapannya adalah semakin banyak pasien yang bisa mendapatkan penanganan dini dan tepat, sehingga peluang kesembuhan pun semakin besar.<\/p>\n<h3 class=\"\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"2750\" data-end=\"2767\">Referensi:<\/h3>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"2768\" data-end=\"3007\">Prasetyo, S. Y. (2024). <em data-start=\"2792\" data-end=\"2879\">Enhancing Breast Cancer Segmentation with Attention Mechanisms in U-Net Architectures<\/em>. Procedia Computer Science, 245, 906\u2013913. Elsevier. <a class=\"\" href=\"https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S1877050924031260\" target=\"_new\" rel=\"noopener\" data-start=\"2932\" data-end=\"3007\">Link<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"2768\" data-end=\"3007\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kanker payudara masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia. Deteksi dini menjadi kunci penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Dalam dunia medis modern, gambar medis seperti hasil MRI atau mammografi sering digunakan untuk mendeteksi keberadaan sel kanker. Tapi tahukah kamu bahwa kini kecerdasan buatan (AI) juga bisa ikut membantu dokter dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":45,"featured_media":743,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-741","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/741","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/users\/45"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=741"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/741\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":868,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/741\/revisions\/868"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/media\/743"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}