{"id":1004,"date":"2025-10-02T08:33:23","date_gmt":"2025-10-02T08:33:23","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/?p=1004"},"modified":"2025-10-02T08:34:52","modified_gmt":"2025-10-02T08:34:52","slug":"algoritma-genetika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/2025\/10\/02\/algoritma-genetika\/","title":{"rendered":"Algoritma Genetika"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Algoritma genetika adalah salah satu cabang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">evolutionary algorithms<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yaitu suatu teknik optimasi yang didasarkan pada genetika alami. Dalam algoritma genetika untuk menghasilkan suatu solusi optimal, proses pencarian dilakukan di antara sejumlah alternatif titik optimal berdasarkan fungsi probabilistik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Secara garis besar aliran proses pengolahan data dengan Algoritma Genetika ini diawali dengan melakukan inisialisasi populasi. Populasi terdiri dari beberapa kromosom yang merupakan kemungkinan-kemungkinan solusi. Kemungkinan solusi awal biasanya diperoleh secara random. Setiap kromosom memiliki ukuran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fitness<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang nantinya digunakan untuk melakukan evaluasi sejauh mana kualitas kromosom tersebut. Setelah melakukan proses inisialiasi populasi, langkah berikutnya adalah dengan melakukan seleksi untuk <\/span><span style=\"font-weight: 400\">memperoleh kromosom baru. Proses ini memilih kromosom mana yang akan dijadikan induk untuk menghasilkan generasi baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ada beberapa metode yang biasanya dilakukan mulai dari memilih kromosom <\/span><span style=\"font-weight: 400\">yang nilai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fitness<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">nya paling tinggi dan juga memberikan kesempatan kepada setiap kromosom dalam populasi secara bergantian. Setelah dipilih kromosom yang akan dijadikan generasi baru, langkah berikutnya adalah dengan melakukan tahapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">crossover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan mutasi. Tahap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">crossover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dilakukan dengan menukar beberapa variabel yang terdapat pada kromosom satu dengan variabel yang sama yang terdapat di kromosom lainnya. Sedangkan mutasi adalah proses menukar nilai pada suatu variabel ke variabel lainnya dalam satu kromosom yang sama. Setelah diperoleh generasi baru, algoritma akan menghitung nilai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fitness<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dari generasi yang baru. Proses tersebut terus diulang hingga diperoleh nilai optimal yang sesuai dengan kondisi yang diharapkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada proyek ini untuk memperoleh portofolio optimal yang sesuai dengan kebijakan investasi investor, pertama dipilih saham-saham yang akan diproses. Saham yang dipilih menjadi masukan untuk diproses. Setelah itu sistem akan mengambil data <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">beta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">alpha<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan kesalahan residu dari masing-masing saham. Tahap berikutnya adalah melakukan inisialisasi awal. Saham-saham yang dipilih oleh pengguna akan direpresentasikan menjadi <\/span><span style=\"font-weight: 400\">kromosom, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">kemudian dibangkitkan populasi sebanyak parameter yang dimasukkan. Proses reproduksi dilakukan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">crossover <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan mutasi. Selanjutnya individu dari populasi awal dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">offspring <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">hasil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">crossover <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan mutasi digabungkan untuk proses seleksi. Seleksi dilakukan dengan menghitung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fitness <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">masing-masing individu. Individu terbaik adalah individu yang memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fitness <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">terbaik setelah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">n <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">generasi. Faktor yang mempengaruhi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fitness <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">expected return <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(keuntungan) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">risk <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(resiko) portofolio.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Mahmudi, WF.,\u00a0 <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">2015, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Dasar-dasar Algoritma Evolusi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya, Malang.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Algoritma genetika adalah salah satu cabang evolutionary algorithms, yaitu suatu teknik optimasi yang didasarkan pada genetika alami. Dalam algoritma genetika untuk menghasilkan suatu solusi optimal, proses pencarian dilakukan di antara sejumlah alternatif titik optimal berdasarkan fungsi probabilistik. Secara garis besar aliran proses pengolahan data dengan Algoritma Genetika ini diawali dengan melakukan inisialisasi populasi. Populasi terdiri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":45,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-1004","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/users\/45"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1004"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1004\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1007,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1004\/revisions\/1007"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}