{"id":602,"date":"2022-06-20T14:08:05","date_gmt":"2022-06-20T07:08:05","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/?p=602"},"modified":"2022-11-14T17:15:11","modified_gmt":"2022-11-14T10:15:11","slug":"mengkomunikasikan-brand-sekaligus-terhubung-dengan-audiens-secara-otentik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/2022\/06\/20\/mengkomunikasikan-brand-sekaligus-terhubung-dengan-audiens-secara-otentik\/","title":{"rendered":"Komunikasi Brand dan Audiens"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Saat ini terdapat jutaan <em>brand <\/em>yang saling berkompetisi untuk mendapatkan perhatian audiens. Sehingga otentisitas menjadi hal yang penting untuk membedakan <em>brand <\/em>yang satu dengan yang lainnya. Hal ini sekaligus memberikan <em>positioning <\/em>yang kuat bagi <em>brand<\/em>. Cara yang dapat dilakukan untuk memiliki <em>brand <\/em>yang otentik adalah dengan memahami identitas <em>brand<\/em>. Identitas <em>brand <\/em>terdiri dari apa yang ingin dikatakan oleh sebuah <em>brand<\/em>, apa nilai yang dimiliki oleh <em>brand<\/em>, bagaimana konsep komunikasi <em>brand<\/em>, serta emosi apa yang ingin audiens rasakan ketika berinteraksi dengan <em>brand<\/em>. Karena pada dasarnya identitas <em>brand <\/em>adalah sebuah kepribadian yang memiliki komitmen dengan audiensnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Brand <\/em>merupakan entitas yang terdiri atas beragam aset seperti nama, istilah, desain, simbol, dan fitur lainnya yang digunakan untuk memudahkan proses identifikasi audiens. Sehingga saat audiens mendengar sebuah <em>brand <\/em>mereka dapat memikirikan tentang produk, inovasi, serta komitmen layanan yang diberikan <em>brand <\/em>tersebut untuk mereka. Koneksi ini melampaui logo, <em>image<\/em>, atau bahkan kampanye iklan kreatif lainnya. Pada posisi ini, <em>brand <\/em>memiliki tingkat emosional dengan audiensnya dan audiens memiliki loyalitas yang kuat terhadap <em>brand <\/em>tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berikut ini adalah empat langkah yang perlu dilakukan untuk mengembangkan identitas <em>brand <\/em>yang dimiliki agar dapat berkomunikasi secara otentik dengan audiens:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Menentukan Persona Terget Audiens<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Memahami persona target adalah langkah pertama untuk menentukan bagaimana <em>brand <\/em>akan dikenal. Identifikasi siapa target audiens serta dimana mereka mencari informasi dan beberapa elemen pribadi yang paling sesuai dengan mereka. Misalnya, bila target audiens adalah ibu yang bekerja, maka penting untuk mempertimbangkan bagaimana <em>brand <\/em>dipasarkan pada persona ibu ini karena minat serta prioritas mereka akan berbeda dengan rekan mereka yang pria. Setelah mengetahui siapa audiens yang dituju maka <em>brand <\/em>dapat membuat konten untuk berkomunikasi dengan audiensnya. Serta memberi mereka sebuah nilai berdasarkan prioritas dan tujuan unik mereka.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"2\">\n<li>Tentukan Saluran Komunikasi Ideal Anda<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Salah satu tantanga terpenting untuk mengkomunikasi <em>brand <\/em>secara otentik adalah menemukan saluran yang tepat serta pesan yang ingin disampaikan. Ada begitu banyak saluran digital saat ini sehingga tidak mungkin komunikais terjadi secara otentik secara seratus persen. Namun kondisi ini dapat diminimalisir lewat pemikiran yang bertujuan terhadap persona audiens serta dimana audiens menghabiskan waktu dominan. Misalnya, sebuah <em>brand <\/em>merupakan perusahaan B2B, LinkedIn dapat menjadi saluran media sosial yang hebat dan pemasaran email adalah cara yang efektif untuk berhubungan dengan audiensnya. Sedangkan jika perusahaan berorientasi pada B2C, Instagram atau Pinterest dapat menjadi <em>platform <\/em>media sosial untuk berkomunikasi secara efektif. Demikian penentuan saluran dapat beresonansi dengan audiens.<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 3. Pahami Pesan yang Ingin Disampaikan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Cara penyampaian pesan serta bahasa yang digunakan sama pentingnya dengan konten yang sebenarnya. Perlu untuk memikirkan bagaimana <em>brand <\/em>akan mempresentasikan <em>brand <\/em>mereka kepada audiensnya. Apakah akan disampaikan secara <em>casual <\/em>atau profesional? Jika ingin disampaikan secara <em>casual <\/em>maka perlu mempertimbangkan penggunaan emoji atau bahasa gaul dalam pesan. Namun jika ingin disampaikan secara profesional maka perlu mempertimbangkan penggunaan tata bahasa formal yang berlaku. Penyampaian bahasa yang dilakukan perlu diterapkan secara konsisten. Bahasa serta nada yang digunakan harus sesuai dengan kepribadian <em>brand <\/em>itu sendiri di semua saluran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0 \u00a04. Membangun Hubungan Emosional Dengan Menceritakan Kisah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Orang-orang menyukai cerita. Mereka menyukai cerita yang terhubung dengan mereka pada tingkat emosional dan mendorong mereka untuk bertindak. Identitas <em>brand <\/em>yang kuat dapat membangun hubungan emosional dengan audiensnya yang mana adalah fondasi paling kokoh untuk membagun hubungan yang langgeng dengan <em>brand. <\/em>Cerita dapat mendorong auidens untuk berbagi konten dengan <em>brand<\/em> serta mengundang relasinya untuk terlibat secara langsung dengan <em>brand<\/em> dan membagikan kisah mengenai <em>brand <\/em>tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Empat langkah ini merupakan langkah untuk mengkomunikasi <em>brand <\/em>secara otentik. Perlu untuk selalu diingat bahwa <em>brand <\/em>mewakili bisnis, misi, dan visi kepada audiensnya. Jika sebuah <em>brand <\/em>ingin menjangkau audiensnya, maka penting untuk mengembangkan kekhasan pesan secara akurat dan otentik dalam berkomunikasi.<\/p>\n<h6><em>Photo by <a href=\"https:\/\/unsplash.com\/@slidebean?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText\">Slidebean<\/a> on <a href=\"https:\/\/unsplash.com\/s\/photos\/brand?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText\">Unsplash<\/a> <\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini terdapat jutaan brand yang saling berkompetisi untuk mendapatkan perhatian audiens. Sehingga otentisitas menjadi hal yang penting untuk membedakan brand yang satu dengan yang lainnya. Hal ini sekaligus memberikan positioning yang kuat bagi brand. Cara yang dapat dilakukan untuk memiliki brand yang otentik adalah dengan memahami identitas brand. Identitas brand terdiri dari apa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":40,"featured_media":803,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[205],"class_list":["post-602","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-brand-communications-brandcommunication"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/602","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/users\/40"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=602"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/602\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":804,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/602\/revisions\/804"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/media\/803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=602"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=602"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=602"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}