{"id":497,"date":"2021-10-06T15:22:17","date_gmt":"2021-10-06T08:22:17","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/?p=497"},"modified":"2021-10-06T15:22:17","modified_gmt":"2021-10-06T08:22:17","slug":"5-tips-menjadi-news-anchor-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/2021\/10\/06\/5-tips-menjadi-news-anchor-2\/","title":{"rendered":"5 Tips Menjadi News Anchor (2)"},"content":{"rendered":"<p><b>3. Berkarisma dan menjaga sikap<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sikap yang berlebih seperti menggerakan tangan dan menggoyang-goyangkan badan sebenarnya menggambarkan rasa kurang percaya diri atau gugup. Hal-hal semacam ini merupakan sikap yang harus dihindari oleh seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">news anchor. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Apabila kalian gugup, tarik napas panjang dan duduk dengan tegak. Bicaralah seakan untuk orang lain, bukan di depan kamera. Dengan latihan secara rutin, biasanya kita akan makin percaya diri untuk bicara di depan kamera.<\/span><\/p>\n<p><b>4. Pakai intonasi nada yang bersifat netral<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sudah bukan rahasia bahwa seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">news anchor <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tidak boleh menggunakan logat tertentu. Jika ada orang dari daerah yang mempunyai aksen \u2018<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">medok\u2019, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">biasanya mereka diminta berlatih dulu untuk menghilangkan aksennya. Salah satu alasan utama dari hal ini adalah karena penonton televisi bisa dari berbagai wilayah Indonesia. Lebih baik gunakan Bahasa Indonesia yang baik ketimbang bahasa lokal yang mungkin tidak dipahami orang dari daerah lain.<\/span><\/p>\n<p><b>5. Mimik wajah harus sesuai dengan berita yang disampaikan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">news anchor, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">penampilan<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">mimik wajah juga merupakan hal penting agar berita dapat dipahami dengan tepat oleh audiens. Contohnya, dalam menyampaikan berita duka dan berita ceria tentu ekspresi yang ditunjukkan berbeda. Jika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">news anchor <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tidak bisa menampilkan mimik wajah yang sesuai, audiens bisa merasa bahwa orang yang membacakan berita ini tidak memiliki empati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Itulah lima tips tentang hal-hal yang perlu dimiliki seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">news anchor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Dengan memahami 5 hal tadi, kita tentu sadar besarnya tanggung jawab dan tantangan seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">news anchor <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sebagai pembawa berita kepada masyarakat. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Skill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini perlu terus dilatih, tak mungkin bisa dimiliki secara instan. Dengan memiliki jam terbang tinggi, maka pekerjaan ini akan semakin mudah dan menyenangkan untuk dilakukan. Sebagai bonus, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">news anchor <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">juga dapat dikenal oleh banyak penonton di seluruh Indonesia, bahkan mancanegara. Adakah di antara kalian yang bercita-cita untuk menjadi seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">news anchor?<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penulis: Adyatma Luki Reswara (Binusian Communication 2024)<br \/>\nEditor: Lila Nathania, S.I.Kom., M.Litt.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>3. Berkarisma dan menjaga sikap Sikap yang berlebih seperti menggerakan tangan dan menggoyang-goyangkan badan sebenarnya menggambarkan rasa kurang percaya diri atau gugup. Hal-hal semacam ini merupakan sikap yang harus dihindari oleh seorang news anchor. Apabila kalian gugup, tarik napas panjang dan duduk dengan tegak. Bicaralah seakan untuk orang lain, bukan di depan kamera. Dengan latihan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":40,"featured_media":498,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[20,153,154],"class_list":["post-497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-komunikasi","tag-news-anchor","tag-tips"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/users\/40"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=497"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/497\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":499,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/497\/revisions\/499"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/media\/498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}