{"id":495,"date":"2021-10-06T15:23:11","date_gmt":"2021-10-06T08:23:11","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/?p=495"},"modified":"2021-10-06T15:23:11","modified_gmt":"2021-10-06T08:23:11","slug":"5-tips-menjadi-news-anchor-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/2021\/10\/06\/5-tips-menjadi-news-anchor-1\/","title":{"rendered":"5 Tips Menjadi News Anchor (1)"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400\">News anchor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau yang biasa kita kenal dengan istilah pembawa berita adalah orang yang membacakan berita di televisi. Program yang menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">news anchor <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">biasanya merupakan berita baik yang general ataupun khusus seperti olahraga. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">News Anchor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki peran penting untuk mengerti dan memahami berita sebelum menyampaikannya kepada audiens. Pelafalan seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">news anchor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> harus presisi sehingga tidak terjadi salah ucap saat menyampaikan berita kepada masyarakat. Jika terdapat kesalahan, selain ada potensi misinformasi, stasiun televisi juga akan mendapat malu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">news anchor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tentu tidaklah mudah, diperlukan sikap disiplin dan tekun dalam menjalani profesi. Saat siaran langsung, tidak jarang terjadi hal-hal yang tidak terduga seperti salah membaca, terbata-bata, atau pembawaan diri yang kurang sesuai situasi dan kondisi. Beberapa hal tersebut dapat\u00a0 mengganggu program yang disiarkan. Untuk mengatasi hal-hal tersebut, berikut beberapa tips dan trik untuk menjadi seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">news anchor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang baik:<\/span><\/p>\n<p><b>1. Datang tepat waktu dan lakukan persiapan sebelum memulai siaran<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">News anchor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> harus bisa mengatur waktu dengan baik, jika acara akan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">live <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">jam 6 pagi, setidaknya mereka harus sudah berada di lokasi 2 jam sebelumnya untuk mempersiapkan diri. Datang terburu-buru sebelum acara akan membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">news anchor <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tidak bisa membawakan berita dengan baik. Persiapan pun tidak akan bisa maksimal.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>2. Bicara dengan suara yang jelas dan tegas<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat membacakan berita, seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">news anchor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> harus bisa berbicara dengan suara yang jelas dan tegas agar berita dapat tersampaikan dengan baik kepada audiens. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">News anchor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga perlu memberikan penekanan pada inti kalimat berita yang ingin disampaikan, misal seperti data penting dan masalah besar dalam berita. Hal ini dapat membantu masyarakat luas\u00a0 memahami inti berita.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penulis: Adyatma Luki Reswara (Binusian Communication 2024)<\/p>\n<p>Editor: Lila Nathania, S.I.Kom., M.Litt.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News anchor atau yang biasa kita kenal dengan istilah pembawa berita adalah orang yang membacakan berita di televisi. Program yang menggunakan news anchor biasanya merupakan berita baik yang general ataupun khusus seperti olahraga. News Anchor memiliki peran penting untuk mengerti dan memahami berita sebelum menyampaikannya kepada audiens. Pelafalan seorang news anchor harus presisi sehingga tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":40,"featured_media":498,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[20,153,155],"class_list":["post-495","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-komunikasi","tag-news-anchor","tag-pembawa-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/users\/40"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=495"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/495\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":500,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/495\/revisions\/500"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/media\/498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}