{"id":492,"date":"2021-10-06T14:07:16","date_gmt":"2021-10-06T07:07:16","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/?p=492"},"modified":"2021-10-06T14:07:42","modified_gmt":"2021-10-06T07:07:42","slug":"tingkatkan-kepercayaan-diri-dengan-self-talk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/2021\/10\/06\/tingkatkan-kepercayaan-diri-dengan-self-talk\/","title":{"rendered":"Tingkatkan Kepercayaan Diri dengan Self Talk"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Hambatan saat berkomunikasi tidak hanya berasal dari faktor eksternal, seringkali gangguan justru datang dari diri sendiri. Contohnya ketika kita bertemu dengan orang baru dalam suatu acara, tak jarang kita terjebak dalam situasi yang canggung. Kecanggungan akibat kurang luwesnya komunikasi bisa ditimbulkan oleh kepercayaan diri yang masih rendah saat berhadapan dengan orang baru. Situasi canggung semacam ini sebenarnya dapat diatasi dengan mencoba pendekatan yang sesuai dengan lawan bicara. Semisal kita bertemu teman di kampus, topik yang bisa dibahas dengan orang baru adalah mengenai perkuliahan atau adaptasi pembelajaran jarak jauh. Kepercayaan diri memang tidak akan timbul begitu saja dalam waktu semalam, tetapi dengan usaha dan latihan berulang, pasti kita akan lebih luwes ketika berbicara di depan umum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu cara mudah untuk meningkatkan kepercayaan diri adalah dengan melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self-talk <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau komunikasi dengan diri sendiri. Suara yang berasal dari diri sendiri atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">inner voice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat secara sadar maupun tidak sadar memberi pengaruh bagaimana cara kita berpikir dan berperilaku. Sayangnya, seringkali pembicaraan dengan diri sendiri merujuk pada hal yang negatif seperti menghakimi dan meremehkan kemampuan diri. Hal tersebut bisa disebabkan oleh kurangnya seseorang mengenal potensi dirinya sendiri. Setiap orang tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ketika hendak membangun kepercayaan diri, tentu kita harus merefleksikan kelebihan dan kekurangan diri kemudian fokus pada hal-hal positif yang kita miliki. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Self-talk<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah salah satu cara agar kita dapat lebih dekat dan kenal dengan diri sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebaliknya, memberi sugesti negatif kepada diri sendiri secara berkelanjutan dapat menimbulkan dampak buruk kepada kesehatan mental. Inilah salah satu penyebab orang merasa stress atau pesimis dalam memandang hidup. Dalam keraguan, coba untuk bicara dengan diri sendiri secara positif. Misal saat hendak menyuarakan pendapat di kelas, daripada berpikir, \u201cPendapat saya tidak penting,\u201d atau \u201cSaya takut menjadi bahan tertawaan,\u201d beri dukungan pada diri sendiri dengan berkata, \u201cSaya mau mencoba berdiskusi dengan teman-teman lain.\u201d Secara tidak sadar, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self-talk <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang dilakukan dengan bentuk ungkapan yang positif mampu membantu kita untuk menyelesaikan konflik batin.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Positive self-talk<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga memiliki peran yang besar dalam membentuk konsep diri seseorang atau pandangan seseorang terhadap dirinya. Kemampuan melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">positive self-talk<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat dilatih dengan membiasakan memberikan sugesti yang positif kepada diri sendiri. Perubahan sederhana yang bisa dilakukan contohnya mengganti bentuk kalimat dan pikiran yang negatif menjadi positif. Misal jika kalian mendapatkan panggilan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">interview<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan merasa tidak percaya diri saat melihat kandidat lain, jangan berpikir \u201cKemampuan yang saya miliki tidak sebanding dengan mereka.\u201d Lebih baik berpikir \u201cSaya memiliki nilai lebih dari calon pekerja lain yang membawa saya bisa sampai ke tahap ini.\u201d Dengan memberikan sugesti positif pada diri sendiri, kalian pasti bisa mengikuti proses wawancara dengan lebih percaya diri. Pada akhirnya, kepercayaan diri tersebut akan memengaruhi bagaimana Anda mempresentasikan diri saat berkomunikasi dengan pewawancara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nah, sekarang sudah lebih percaya diri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">kan?<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penulis: <span style=\"font-weight: 400\">Ken Almira Nur (Binusian Communication 2024)<br \/>\nEditor: Lila Nathania, S.I.Kom., M.Litt.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hambatan saat berkomunikasi tidak hanya berasal dari faktor eksternal, seringkali gangguan justru datang dari diri sendiri. Contohnya ketika kita bertemu dengan orang baru dalam suatu acara, tak jarang kita terjebak dalam situasi yang canggung. Kecanggungan akibat kurang luwesnya komunikasi bisa ditimbulkan oleh kepercayaan diri yang masih rendah saat berhadapan dengan orang baru. Situasi canggung semacam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":40,"featured_media":493,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[152,150,151,149],"class_list":["post-492","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-inner-voice","tag-komunikasi-intrapersonal","tag-percaya-diri","tag-self-love"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/492","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/users\/40"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=492"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/492\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":494,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/492\/revisions\/494"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/media\/493"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=492"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=492"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=492"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}