{"id":471,"date":"2021-10-05T13:56:20","date_gmt":"2021-10-05T06:56:20","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/?p=471"},"modified":"2021-10-05T13:56:20","modified_gmt":"2021-10-05T06:56:20","slug":"menggunakan-love-language-untuk-memperkuat-hubungan-interpersonal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/2021\/10\/05\/menggunakan-love-language-untuk-memperkuat-hubungan-interpersonal\/","title":{"rendered":"Menggunakan Love Language untuk Memperkuat Hubungan Interpersonal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Komunikasi antar pribadi merupakan komunikasi yang terjadi antara dua orang yang telah membangun hubungan atau orang-orang yang sedemikian rupa \u201cterhubung\u201c (DeVito, 1997:4). Namun, tidak selamanya komunikasi antar pribadi berjalan dengan baik karena kadang bisa terjadi masalah. Salah satu masalah umum yang sering dihadapi dalam suatu hubungan adalah cara mengungkapkan dan menerima rasa cinta. Semua orang pasti ingin menunjukkan kepeduliannya kepada orang terdekat. Tentunya hal ini diungkapkan dengan cara yang berbeda-beda dan terbaik menurut versi masing-masing atau yang biasa disebut dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">love language.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">APA ITU <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">LOVE LANGUAGE?<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">love language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> pertama kali dikenalkan oleh Dr. Gary Chapman, penulis buku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Five Love language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> asal Amerika. Beliau membedah lebih lanjut mengenai prinsip komunikasi dalam suatu hubungan dan mengenalkan sebuah bahasa cinta yang dapat diaplikasikan pada berbagai macam jenis hubungan. Dapat berupa hubungan keluarga, pertemanan, maupun hubungan romantis. Dengan begitu dapat diartikan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">love language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah cara seseorang dalam mengekspresikan rasa cinta kepada orang lain. Jika seseorang tidak mendapatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">love language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang sesuai dengannya, maka orang tersebut akan merasakan bahwa ia tidak dicintai dan hal itu juga dapat menjadi sumber masalah dalam suatu hubungan. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk memahami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">love language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> orang yang kita cintai dan memahami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">love language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> diri kita sendiri, agar dapat memberikan serta menerima kasih sayang sesuai keinginan, sehingga hubungan terjalin secara sehat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dr. Gary Chapman membagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Love language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menjadi lima jenis. Berikut lima jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">love language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Words of Affirmation<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Orang dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">love language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini akan merasa dicintai ketika mendapatkan sesuatu yang bersifat verbal, seperti kata-kata penyemangat, ungkapan cinta, atau pujian terhadap dirinya. Contohnya seperti \u201cwah, kamu hebat\u201d, \u201caku sayang kamu\u201d atau \u201caku bangga denganmu\u201d.<\/span><\/p>\n<p><i><\/i><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Quality Time<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menghabiskan waktu bersama, menciptakan waktu yang berkualitas untuk sekedar bercerita tentang keseharian, bercanda, hingga membicarakan hal serius merupakan hal yang membuat orang dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">love language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini merasa dicintai.<\/span><\/p>\n<p><i><\/i><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Receiving Gifts<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menerima kado, tidak harus sesuatu yang mahal melainkan bentuk perhatian dan ketulusan dibalik pemberian kado tersebut yang menjadi hal terpenting.<\/span><\/p>\n<p><i><\/i><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Acts of Service<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebaliknya dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">words of affirmation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang suka dengan hal bersifat verbal, mereka dengan tipe <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">love language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini lebih membutuhkan aksi daripada hanya sekedar kata-kata. Seperti dibantu dalam menyelesaikan tugas, atau hal lain yang dapat meringankan pekerjaan mereka.<\/span><\/p>\n<p><i><\/i><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Physical Touch<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mereka dengan kecenderungan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">love language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tipe ini akan lebih merasakan kasih sayang ketika bersentuhan fisik dengan orang yang mereka cintai. Seperti berpegangan tangan, berpelukan, bahkan hanya dengan mengelus punggung atau mengusap kepalanya pun mereka dapat merasakan kasih sayang yang diberikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagaimana, mana jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">love language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> milikmu dan orang-orang di sekitarmu? <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penulis: <span style=\"font-weight: 400\">Istiqomah Dwi Aprilia (Binusian Communication B24)<\/span><\/p>\n<p>Editor: Lila Nathania, S.I.Kom., M.Litt.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Komunikasi antar pribadi merupakan komunikasi yang terjadi antara dua orang yang telah membangun hubungan atau orang-orang yang sedemikian rupa \u201cterhubung\u201c (DeVito, 1997:4). Namun, tidak selamanya komunikasi antar pribadi berjalan dengan baik karena kadang bisa terjadi masalah. Salah satu masalah umum yang sering dihadapi dalam suatu hubungan adalah cara mengungkapkan dan menerima rasa cinta. Semua orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":40,"featured_media":472,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[138,140,25,20,139,103,137],"class_list":["post-471","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-antarpersonal","tag-gary-chapman","tag-interpersonal","tag-komunikasi","tag-komunikasi-antarpersonal","tag-komunikasi-interpersonal","tag-love-language"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/471","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/users\/40"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=471"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/471\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":473,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/471\/revisions\/473"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/media\/472"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}