{"id":309,"date":"2021-03-04T13:05:07","date_gmt":"2021-03-04T06:05:07","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/?p=309"},"modified":"2021-03-04T13:05:07","modified_gmt":"2021-03-04T06:05:07","slug":"podcast-bisa-menggantikan-radio","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/2021\/03\/04\/podcast-bisa-menggantikan-radio\/","title":{"rendered":"Podcast : Bisa Menggantikan Radio?"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, adalah konten audio <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">on-the-go<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang berisi tentang berbagai macam hal. Satu topik pembahasan biasanya dibawakan oleh presenter dan narasumber (satu orang atau lebih). Kelahiran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tak lepas dari dari meledaknya iPod besutan Apple di awal 2000-an yang kala itu merevolusi industri musik ke ranah digital. Hasilnya, kini pengguna dapat mendengarkan musik dimanapun dan kapanpun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Seiring berjalannya waktu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga banyak dikenal dengan istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">audioblogging <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">karena konsepnya yang mengusung suara narasumber dan pembawa acara dalam mengemukakan pengalaman serta opini. Selain itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga populer karena menawarkan berbagai macam topik yang dapat menyasar target audiens yang beragam. Saat ini, sangatlah mudah untuk menemukan <em>podcast <\/em>di bidang komedi, politik, ekonomi, hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">entertainment.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Podcast <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">mulai berkembang dengan makin pesat sejak 2019 ketika dua perusahaan besar di bidang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">streaming services<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yaitu Spotify dan Apple Music mulai berkolaborasi bersama nama-nama besar dalam dunia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk membuat konten eksklusif yang hanya tersedia di platform tersebut. Para aktor, aktris, penyanyi, dan\u00a0<em>public figure\u00a0<\/em>banyak yang mulai beramai-ramai membuat konten\u00a0<em>podcast.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lalu, apa yang membedakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dengan layanan konvensional seperti radio? Apakah eksistensi Podcast dapat menggeser radio konvensional?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">1. Podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menawarkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">on-demand service<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Tak seperti radio yang hanya bisa didengarkan secara\u00a0<em>live,\u00a0podcast<\/em> dapat diunduh gan didengarkan nanti. Walaupun sejumlah radio kini melakukan trik serupa, tapi sebagian besar radio masih menggunakan siaran live, atau siaran\u00a0<em>taping\u00a0<\/em>yang kemudian akan disiarkan pada waktu yang ditentukan. Hal ini membuat\u00a0<em>podcast\u00a0<\/em>lebih disukai karena kita bisa mendengarkannya kapanpun dan dimanapun.<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">2. Mass oriented &amp; targeted audience<\/span><\/i><\/p>\n<p>Dibandingkan konten radio,\u00a0<em>podcast\u00a0<\/em>biasanya memiliki topik yang lebih spesifik. Sebuah radio biasanya membagi topik yang spesifik ke dalam segmen-segmen. Akan tetapi mereka tidak bisa terlalu spesifik ke satu hal karena sifatnya sebagai media massya yang memiliki audiens sangat beragam. Sebaliknya, podcast dinikmati oleh individu yang memiliki kesukaan tertentu. Karena itu, topik yang dibahas dalam\u00a0<em>podcast\u00a0<\/em>bisa sangat spesifik dan disesuaikan dengan kemauan target spesifik yang kita tuju.<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">3. Podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki regulasi yang lebih longgar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tidak seperti radio yang diawasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ers memiliki ruang yang lebih luas untuk mengeksplorasi berbagai topik yang ingin dibicarakan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ers juga bisa memberikan notifikasi khusus seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Not Safe For Work<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (NFSW) atau label lain untuk membahas topik sensitif sebagai rating kepada calon pendengarnya. Jadi topik-topik yang sensitif untuk dibahas dalam radio masih bisa dibicarakan dengan santai dalam sebuah\u00a0<em>podcast.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p>Berdasarkan tiga perbedaan yang sudah dibahas di atas, terlihat jelas bahwa\u00a0<em>podcast\u00a0<\/em>dan radio memiliki kelebihannya masing-masing. Radio dapat menjangkau audiens yang lebih luas, sedangkan\u00a0<em>podcast\u00a0<\/em>bisa menjangkau audiens yang spesifik dengan topik-topik menarik. Menariknya, semua orang bisa menjadi\u00a0<em>podcaster\u00a0<\/em>dan konten yang dibicarakan pun tidak bisa dikontrol dengan baik. Hal ini berarti standar dan kualitas\u00a0<em>podcast\u00a0<\/em>sangat ditentukan oleh sang konten kreator. Hal ini berbeda dengan di radio karena seorang penyiar tentu sudah mengikuti\u00a0<em>training\u00a0<\/em>dan kata-katanya pun ditata supaya sesuai dengan program yang dibawakan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jadi, menurutmu apakah\u00a0<em>podcast\u00a0<\/em>bisa menggantikan radio?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penulis: Muamar Khadafi (Binusian Communication 2024)<\/p>\n<p>Editor: Lila Nathania S.I.Kom., M.Litt.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Podcast, adalah konten audio on-the-go yang berisi tentang berbagai macam hal. Satu topik pembahasan biasanya dibawakan oleh presenter dan narasumber (satu orang atau lebih). Kelahiran podcast tak lepas dari dari meledaknya iPod besutan Apple di awal 2000-an yang kala itu merevolusi industri musik ke ranah digital. Hasilnya, kini pengguna dapat mendengarkan musik dimanapun dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":40,"featured_media":310,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[20,72,73],"class_list":["post-309","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-komunikasi","tag-podcast","tag-radio"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/users\/40"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=309"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/309\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":311,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/309\/revisions\/311"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/media\/310"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/communication\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}