{"id":926,"date":"2013-05-24T10:43:25","date_gmt":"2013-05-24T03:43:25","guid":{"rendered":"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/?p=926"},"modified":"2018-01-24T06:23:30","modified_gmt":"2018-01-24T06:23:30","slug":"binus-tv-menyegarkan-kembali-situs-tv-online-binus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/2013\/05\/binus-tv-menyegarkan-kembali-situs-tv-online-binus\/","title":{"rendered":"BINUS.tv &#8211; Menyegarkan Kembali Situs TV Online BINUS"},"content":{"rendered":"<p><em>&#8220;Kami mengucapkan terima kasih atas terlaksananya website kami karena menjadi bagus dan modern&#8221;<br \/>\n<small>Fariz Camaru &#8211; Marketing Manager BINUS.tv<\/small><br \/>\n<\/em><\/p>\n<h2>Awal mula proyek &amp; Desain Awal<\/h2>\n<p>Setelah bertahun-tahun mengudara dengan desain antarmuka yang sama, tiba akhirnya waktu bagi BINUS.tv untuk mendapatkan &#8220;penyegaran&#8221;. Dengan tujuan membuat pengalaman pengguna BINUS.tv lebih baik lagi, pekerjaan redesain BINUS.tv dimulai pada akhir 2012 silam dengan kajian desain antarmuka terhadap desain lama BINUS.tv. Beberapa\u00a0<em>pain point\u00a0<\/em>kemudian dapat disimpulkan melalui proses ini:<\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"line-height: 13px\"><span style=\"line-height: 19px\">Kurangnya elemen untuk memisahkan bagian yang lain<\/span><\/span><\/li>\n<li>Sulit untuk fokus &#8211; kurang menggunakan whitespace<\/li>\n<li>Lebih \u00a0menonjolkan banner daripada <em>video streaming<\/em>-nya<\/li>\n<li>Beberapa elemen visual tidak konsisten dari segi ukuran dan desain<\/li>\n<li>Kurangnya area yang lebih menunjukkan keragaman program \/ acara<\/li>\n<\/ol>\n<p><!--more--><\/p>\n<figure id=\"attachment_1006\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_1006\" class=\"wp-caption clear alignnone\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 640px\"><a href=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Tampilan-UI-lama-BINUS.tv_.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"size-full wp-image-1006\" src=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Tampilan-UI-lama-BINUS.tv_.png\" alt=\"Tampilan UI lama BINUS.tv\" width=\"640\" height=\"809\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_1006\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">Tampilan UI lama BINUS.tv<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_1004\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_1004\" class=\"wp-caption clear alignnone\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 640px\"><a href=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Kajian-Visual-BINUS.tv-Ketiadaan-sistem-visual-yang-baik1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"size-full wp-image-1004\" src=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Kajian-Visual-BINUS.tv-Ketiadaan-sistem-visual-yang-baik1.png\" alt=\"Kajian Visual BINUS.tv - Ketiadaan sistem visual yang baik\" width=\"640\" height=\"492\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_1004\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">Kajian Visual BINUS.tv &#8211; Ketiadaan sistem visual yang baik<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_1008\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_1008\" class=\"wp-caption clear alignnone\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 640px\"><a href=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Kajian-Visual-BINUS.tv-kurangnya-hirarki-desain1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"size-full wp-image-1008\" src=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Kajian-Visual-BINUS.tv-kurangnya-hirarki-desain1.png\" alt=\"Kajian Visual BINUS.tv - kurangnya hirarki desain\" width=\"640\" height=\"576\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_1008\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">Kajian Visual BINUS.tv &#8211; kurangnya hirarki desain<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_1009\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_1009\" class=\"wp-caption clear alignnone\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 640px\"><a href=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Kajian-Visual-BINUS.tv-tidak-ada-whitespace2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"size-full wp-image-1009\" src=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Kajian-Visual-BINUS.tv-tidak-ada-whitespace2.png\" alt=\"Kajian Visual BINUS.tv - tidak ada whitespace\" width=\"640\" height=\"592\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_1009\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">Kajian Visual BINUS.tv &#8211; tidak ada whitespace<\/figcaption><\/figure>\n<p>Untuk menjaga koherensi dengan desain antarmuka yang diaplikasikan pada situs-situs BINUS yang lainnya, beberapa elemen desain perlu\u00a0<em>manut\u00a0<\/em>dengan\u00a0<em>standard graphic manual\u00a0<\/em>yang digunakan pada BINUS. Beberapa elemen yang dipertahankan dapat ditemukan pada:<\/p>\n<ol>\n<li>Penggunaan <em>background\u00a0<\/em>bertekstur<\/li>\n<li>Letak <em>header\u00a0<\/em>dan navigasi utama<\/li>\n<li>Penggunaan <em>framing\u00a0<\/em>pada layout<\/li>\n<li>Penggunaan\u00a0<em>layout\u00a0<\/em>konten yang sama<\/li>\n<li>Penggunaan palet warna yang serupa pada area\u00a0<em>footer<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang perlu dipertahankan dan dikembangkan, desain awal untuk BINUS.tv pun dapat dibuat:<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Desain-Awal-New-BINUS.tv_1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1010\" src=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Desain-Awal-New-BINUS.tv_1.jpg\" alt=\"Desain Awal New BINUS.tv\" width=\"640\" height=\"1088\" \/><\/a><\/p>\n<h2><em>Previewing<\/em> &amp; Revisi Desain<\/h2>\n<p>Dalam perkembangannya, desain awal BINUS.tv yang telah dibuat di-<em>preview\u00a0<\/em>oleh\u00a0<em>stakeholder\u00a0<\/em>dari BINUS.tv yang meliputi rektor BINUS University selaku pembina dan manajemen BINUS.tv. Proses <em>preview\u00a0<\/em>menghasilkan <em>feedback\u00a0<\/em>yang bermanfaat untuk mengecek apakah permasalahan yang dicoba untuk diselesaikan\u00a0melalui desain baru berhasil diselesaikan atau belum. Jika belum, maka perubahan atau revisi apa yang perlu diaplikasikan pada desain baru BINUS.tv.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, dapat diputuskan bahwa beberapa aspek dari desain awal BINUS.tv yang telah dibuat memerlukan revisi. Aspek-aspek tersebut adalah:<\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"line-height: 13px\">Homepage BINUS.tv perlu memiliki area\u00a0<em>news ticker\u00a0<\/em>untuk menampilkan berita terbaru.<\/span><\/li>\n<li>Untuk mempermudah\u00a0<em>content discovery<\/em>, laman <em>home\u00a0<\/em>memerlukan\u00a0beberapa area yang menunjukkan video terbaru berdasarkan parameter tertentu (<em>featured<\/em>,\u00a0topik, terbaru, dan terpopuler).<\/li>\n<li>Menggunakan ukuran banner untuk iklan sesuai dengan <a title=\"Google Image ads\" href=\"https:\/\/support.google.com\/adwordspolicy\/answer\/176108?hl=en#\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">standar yang umum digunakan<\/a>.<\/li>\n<li>Fitur akses pintar disetiap halaman\u00a0<em>inside page<\/em>.<\/li>\n<li>Fitur media sosial pada bagian <em>footer<\/em>.<\/li>\n<li>Revisi indikator\u00a0<em>current program\u00a0<\/em>yang mendampingi area <em>live streaming<\/em>.<em><br \/>\n<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Proses revisi desain BINUS.tv menghasilkan desain final BINUS.tv yang dapat dilihat dibawah ini:<\/p>\n<div class=\"binus-gallery row\"><\/div>\n<h2>Proses Pengembangan<\/h2>\n<p>Seperti proyek-proyek sebelumnya, penggunaan WordPress sebagai CMS dari BINUS.tv menjadi opsi yang digunakan, menggantikan in-house CMS berbasis ASP yang digunakan sebelumnya. Penggunaan WordPress dipilih dengan mempertimbangkan <a title=\"WordPress Untuk Website Institusi Pendidikan\" href=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/2012\/06\/wordpress-untuk-website-institusi-pendidikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">keunggulan-keunggulan yang dimiliki WordPress<\/a>.<\/p>\n<p>Terlepas dari keunggulan yang dimiliki WordPress, kebutuhan spesifik BINUS.tv mengharuskan kami meng-<em>extend\u00a0<\/em>fungsionalitas WordPress. Untungnya, memang\u00a0<em>extendability\u00a0<\/em>ini lah yang menjadi keunggulan WordPress. Berikut ini adalah beberapa modifikasi yang kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik BINUS.tv.<\/p>\n<h3>Jenis konten yang beragam<\/h3>\n<p>Antarmuka yang didesain berdasarkan kebutuhan yang dirangkum oleh designer DMD, Anthoni Askaria, menunjukan bahwa BINUS.tv memiliki berbagai jenis konten yang perlu difasilitasi di situs baru-nya. Jenis konten\u00a0<em>post\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>pages\u00a0<\/em>yang menjadi jenis konten\u00a0<em>default<\/em>\u00a0bawaan WordPress saja tidak cukup. Disinilah fitur custom post-type berperan: memfasilitasi ragam konten yang klasifikasinya memerlukan lebih dari \u00a0<em>post\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>pages<\/em>: <b>program, program promo, host, dan video<\/b>.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1014\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_1014\" class=\"wp-caption clear alignnone\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 640px\"><a href=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Custom-post-type-FTW.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"size-full wp-image-1014\" src=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Custom-post-type-FTW.png\" alt=\"Custom post type FTW\" width=\"640\" height=\"480\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_1014\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">Custom post type FTW<\/figcaption><\/figure>\n<p>Menyadari bahwa ragam konten yang berbeda memiliki\u00a0<em>meta information\u00a0<\/em>yang berbeda, maka\u00a0UI saat menampilkan<i>\u00a0<\/i>daftar konten yang tersedia pun membutuhkan penyesuaian:<\/p>\n<figure id=\"attachment_1011\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_1011\" class=\"wp-caption clear alignnone\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 640px\"><a href=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Laman-dashboard-dengan-custom-meta-information-column.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"size-full wp-image-1011\" src=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Laman-dashboard-dengan-custom-meta-information-column.png\" alt=\"Laman dashboard dengan custom meta information column\" width=\"640\" height=\"480\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_1011\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">Laman dashboard dengan custom meta information column<\/figcaption><\/figure>\n<h3>Custom meta box<\/h3>\n<p>Salah satu action API WordPress yang sering sekali digunakan belakangan ini di lingkungan DMD, termasuk dalam pengembangan theme BINUS.tv, adalah <code>add_meta_boxes<\/code>. Meta data\u00a0yang berbeda membutuhkan cara input yang berbeda. Disinilah peran action API <code>add_meta_boxes<\/code>: memungkinkan\u00a0<em>developer\u00a0<\/em>untuk membuat <em>custom UI<\/em> untuk input\/output data pada laman editor WordPress. \u00a0Berikut ini adalah beberapa <em>custom meta box<\/em> yang kami kembangkan untuk BINUS.tv:<\/p>\n<figure id=\"attachment_1012\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_1012\" class=\"wp-caption clear alignnone\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 640px\"><a href=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Custom-meta-box-untuk-program.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"size-full wp-image-1012\" src=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Custom-meta-box-untuk-program.png\" alt=\"Custom meta box untuk program\" width=\"640\" height=\"480\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_1012\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">Custom meta box untuk program<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_1013\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_1013\" class=\"wp-caption clear alignnone\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 640px\"><a href=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Custom-meta-box-untuk-video.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"size-full wp-image-1013\" src=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Custom-meta-box-untuk-video.png\" alt=\"Custom meta box untuk video\" width=\"640\" height=\"480\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_1013\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">Custom meta box untuk video<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>Schedule Administration<\/h3>\n<p>Salah satu desain yang paling &#8220;menantang&#8221; untuk diimplementasikan adalah UI untuk halaman schedule yang <a title=\"BINUS.tv Schedule\" href=\"http:\/\/www.binus.tv\/schedule\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">halaman depannya dapat dilihat disini<\/a>:<\/p>\n<figure id=\"attachment_1015\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_1015\" class=\"wp-caption clear alignnone\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 667px\"><a href=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/BINUS.tv-Schedule-front-end-UI1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"size-full wp-image-1015\" src=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/BINUS.tv-Schedule-front-end-UI1.png\" alt=\"BINUS.tv Schedule front end UI\" width=\"667\" height=\"480\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_1015\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">BINUS.tv Schedule front end UI<\/figcaption><\/figure>\n<p>Meskipun <em>UI front-end<\/em>-nya sendiri sudah\u00a0<em>tricky<\/em>, begitu mendapat spesifikasi desain ini pertanyaan yang terlintas adalah masalah pengelolaan di <em>dashboard-<\/em>nya. Pertanyaannya:<\/p>\n<blockquote><p>Bagaimana caranya agar pengguna dapat mengelola\u00a0<em>schedule\u00a0<\/em>secara efisien dan mudah?<\/p><\/blockquote>\n<p>Lalu tidak kalah pentingnya lagi, bagaimana caranya agar UI &amp; UX dari dashboard tersebut &#8220;menyatu&#8221; dengan WordPress dan terasa familiar oleh pengguna? Setiap versi terbaru dari WordPress kerap dilengkapi dengan\u00a0<em>update\u00a0<\/em>terhadap dashboard-nya. Memastikan UI dashboard untuk &#8220;menyatu&#8221; dan dapat beradaptasi dengan perubahan yang akan dihadirkan oleh WordPress pada versi kedepannya akan menjadi sangat penting.<em><br \/>\n<\/em><\/p>\n<p>Setelah melihat opsi-opsi yang ada, ternyata UI dan UX yang digunakan oleh WordPress pada halaman administrasi\u00a0<em>menus<\/em>-nya cukup akomodatif untuk menampung UI dari laman administrasi\u00a0<em>schedule\u00a0<\/em>yang hendak dibuat untuk BINUS.tv. Berdasarkan pertimbangan ini, UI untuk laman\u00a0<em>dashboard schedule\u00a0<\/em>pun dikembangkan menggunakan markup yang digunakan pada laman\u00a0<em>menus<\/em>. Hasilnya dapat dilihat pada\u00a0<em>screenshot\u00a0<\/em>di bawah ini:<\/p>\n<figure id=\"attachment_1016\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_1016\" class=\"wp-caption clear alignnone\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 640px\"><a href=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Schedule-administration-page1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"size-full wp-image-1016\" src=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/Schedule-administration-page1.png\" alt=\"Schedule administration page\" width=\"640\" height=\"480\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_1016\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">Schedule administration page<\/figcaption><\/figure>\n<p>Video demo ini mengilustrasikan cara penggunaannya:<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/xQ6bz3ZTMeo?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"autoplay; encrypted-media\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<h3>Halaman Media Partner<\/h3>\n<p>Selain dari sisi dashboard atau pengelolaan konten, pengembangan BINUS.tv memiliki poin menarik dari sisi\u00a0<em>front-end<\/em>-nya. Salah satunya adalah halaman media <em>partner.<\/em> Halaman ini merupakan sebuah form besar\u00a0dimana pengunjung dapat mengirimkan permohonan liputan kepada pihak BINUS.tv. Selain teks,\u00a0<em>submitter\u00a0<\/em>juga memiliki kebutuhan untuk melampirkan dokumen sebagai informasi penunjang \u00a0permohonan media partner.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1019\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_1019\" class=\"wp-caption clear alignnone\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 640px\"><a href=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/BINUS.tv-Media-Partner2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"size-full wp-image-1019\" src=\"http:\/\/dmd.binus.ac.id\/wp-content\/blogs.dir\/1\/files\/2013\/05\/BINUS.tv-Media-Partner2.png\" alt=\"BINUS.tv - Media Partner\" width=\"640\" height=\"1058\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_1019\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">BINUS.tv &#8211; Media Partner<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pada proyek DMD sebelumnya, pemenuhan kebutuhan-kebutuhan form seperti ini lebih sering kami limpahkan pada salah satu plugin Contact Form untuk WordPress yang paling fleksibel yang pernah kita temukan: <a title=\"Contact Form 7\" href=\"http:\/\/wordpress.org\/extend\/plugins\/contact-form-7\/\u200e\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Contact Form 7<\/a>. Namun mempertimbangkan kebutuhan BINUS.tv yang bersifat permanen, dicarilah solusi yang lebih tepat guna. Akhirnya, kombinasi berbagai API ini lah yang diimplementasikan pada theme BINUS.tv:<\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"line-height: 13px\">Membuat custom page untuk form submission dengan memanfaatkan action <code>add_rewrite_rule<\/code>, <code>add_rewrite_tag<\/code> dan filter <code>template_include<\/code> untuk mengalihkan URL ke template tersebut. Pada halaman form, untuk mengakomodir <em>upload file attachment<\/em>, digunakanlah <code>wp_upload_bits<\/code><\/span><\/li>\n<li>Media partnership request disimpan dalam bentuk post dalam custom post type. Konfirmasi email dikirimkan kepada admin dan <em>submitter<\/em>\u00a0menggunakan <code>wp_mail<\/code>.<\/li>\n<li>Pada area dashboard, custom column dan meta box diimplementasikan untuk memudahkan admin dalam memonitor media partnership request yang masuk. Setiap status dari media partnership di-update, konfirmasi email akan dikirim untuk mengirimkan notifikasi pada\u00a0<em>submitter<\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>\u00a0Kesimpulan<\/h2>\n<p>BINUS.tv merupakan salah satu<i>\u00a0WordPress-based project<\/i>\u00a0DMD yang kustomisasinya cukup kompleks dan memakan waktu. Meskipun begitu, hasil akhirnya sangat memuaskan dan menarik. Bagaimana pendapat anda?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Kami mengucapkan terima kasih atas terlaksananya website kami karena menjadi bagus dan modern&#8221; Fariz Camaru &#8211; Marketing Manager BINUS.tv Awal mula proyek &amp; Desain Awal Setelah bertahun-tahun mengudara dengan desain antarmuka yang sama, tiba akhirnya waktu bagi BINUS.tv untuk mendapatkan &#8220;penyegaran&#8221;. Dengan tujuan membuat pengalaman pengguna BINUS.tv lebih baik lagi, pekerjaan redesain BINUS.tv dimulai pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":2212,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,83,28],"tags":[37,58],"class_list":["post-926","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dmd-binus-university","category-news","category-products","tag-binus-tv","tag-online-tv"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/926","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=926"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/926\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2213,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/926\/revisions\/2213"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2212"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=926"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=926"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=926"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}