5 Langkah Dalam Mendesain Logo Pribadi

Seperti kebanyakan desainer grafis, memikirkan merancang logo dan identitas untuk diri sendiri (vs klien) mungkin terdengar seperti pekerjaan yang sangat menegangkan. Tetapi hal itu tidak seharusnya terjadi.

Kunci keberhasilan dalam mendesain logo pribadi adalah melakukan proses seperti yang dilakukan untuk klien. Ikuti langkah-langkah yang dilakukan saat merancang logo sendiri secara sistematis. Membaca artikel mengenai tips bermanfaat dalam memandu proses desain. Tetapi hal pertama yang harus dilakukan adalah “Mengapa Anda membutuhkan logo untuk diri sendiri ?”

Mengapa dibutuhkan logo untuk diri sendiri?

Banyak tujuan dalam pembuatan logo untuk diri sendiri. Tetapi bagi seorang desainer grafis profesional, desain logo yang dipikirkan secara matang membantu dalam menarik klien yang tepat, menambah kredibilitas bisnis, dan membangun kesadaran dan loyalitas merek.

“Logo yang dirancang dengan baik adalah kunci untuk menarik klien yang tepat.”

Jika Anda seorang desainer logo, maka logo Anda menjadi alat pemasaran utama. Tetapi jika mendesain logo bukan keahlian Anda, logo yang dirancang dengan baik akan berhasil menarik klien yang tepat.

Langkah 1: Menentukan Merk

Sebagai desainer, kita dapat menghabiskan begitu banyak waktu untuk fokus dalam mendefinisikan merek orang lain sehingga terkadang kita mengabaikan merek kita sendiri. Tetapi sebelum mulai mendesain logo untuk diri sendiri, luangkan waktu untuk memikirkan apa yang membuat merek unik.

Merek yang terdefinisi dengan baik akan bekerja dalam menarik klien ideal. Merek juga harus mencerminkan tidak hanya nilai Anda sendiri dalam hal desain, tetapi juga nilai yang kemungkinan dimiliki klien Anda.

Buatlah beberapa kata kunci yang menggambarkan merek Anda dan gunakan itu sebagai titik awal untuk mendesain logo Anda.

Langkah 2: Riset Pesaing

Setelah memiliki gagasan bagus tentang tujuan di balik pembuatan logo dan tentang apa merek Anda, inilah saatnya untuk mulai mengumpulkan beberapa inspirasi dan memeriksa apa yang dilakukan pesaing.

Mulailah dengan logo pesaing Anda. Logo gaya apa yang mereka gunakan? Di mana dan bagaimana mereka menggunakannya?

Dari riset pesaing kemudian lihat logo dari desainer favorit, serta logo dari perusahaan kreatif lainnya. Mulailah membuat “moodboard” dengan logo dan elemen desain lain yang Anda suka, termasuk tipografi dan palet warna.

Pada tahap ini kumpulkan semua yang menarik perhatian. Setelah itu saring dari inspirasi yang akan diambil untuk tahap selanjutnya.

Langkah 3: Menentukan Format Logo yang Tepat

Ada beberapa jenis logo dasar yang dapat Anda pilih untuk merek pribadi Anda. Perhatikan bahwa beberapa jenis logo bahkan dapat digabungkan:

Pictorial

Abstrak

Maskot

Wordmarks

Lettermarks

Emblem

Masing-masing logo fleksibel untuk digunakan, meskipun diantaranya memiliki struktur yang sedikit lebih kaku daripada yang lain (seperti dalam Emblem).

Abstrak logo adalah pilihan yang baik untuk profesional kreatif, karena dapat mewakili dunia nyata, atau sepenuhnya konseptual. Ada banyak kebebasan yang tersedia bagi desainer dalam menggunakan logo bergaya abstrak.

Meskipun logo abstrak, bisa saja menyerupai atau tidak sama sekali dengan apa yang mereka wakili, berbeda dengan Pictorial, Maskot, dan Emblem dapat dikenali dengan jelas. Hal yang sama juga berlaku untuk Wordmarks dan Lettermarks. Terlepas dari sifatnya yang lebih literal, masih ada banyak kemungkinan pendekatan kreatif dengan jenis logo ini.

Langkah 4: Menguji Konsep

Ketika bekerja untuk klien tidak direkomendasikan merancang banyak alternatif logo, sebaliknya ketika mendesain logo sendiri aturannya menjadi berbeda. Tetapi tetap tidak disarankan membuat alternatif logo sampai lusinan tetapi membuat 3-5 yang sesuai ketika Anda tidak mengetahui arah yang ingin dituju.

Tahap awal mulailah dengan beberapa konsep dasar. Jangan takut untuk membuang draf awal yang tidak sesuai dengan merek Anda. Tujuannya adalah untuk mencoba banyak ide yang berbeda sampai menemukan beberapa ide yang sesuai. Kemudian mulailah persempit pilihan.

Tanyakan pada diri sendiri bagaimana calon klien atau desainer lain akan melihat setiap desain.

Ketika memiliki beberapa ide yang dirasa dapat berhasil, saat yang tepat untuk memeriksanya dalam konteks tujuan Anda. Tanyakan pada diri sendiri bagaimana calon klien atau desainer lain akan melihat setiap desain.

Apakah hal itu memberikan kesan yang ingin Anda berikan? Apakah sesuai dengan kata kunci merek Anda? Lihatlah secara kritis masing-masing dan buang yang tidak sesuai.

Lakukan beberapa pengujian dan penelitian pengguna dasar terhadap logo-logo yang dipertimbangkan untuk ke tahap selanjutnya. Tanyakan kepada kolega atau orang tepercaya yang mewakili klien ideal Anda, pemikiran atau emosi seperti apa yang ditimbulkan oleh logo tersebut untuk memastikan kesan yang akurat tentang logo tersebut.

Langkah 5: Menyempurnakan Logo Terpilih

Setelah membuat beberapa alternatif yang disukai dan sesuai dengan merek Anda, saatnya untuk memilih satu untuk diajukan dan disempurnakan. Merapikan tipografi, menyelaraskan warna logo dan lakukan penyesuaian pada keseluruhan desain. Pada tahap ini bertujuan untuk membuat logo terlihat profesional.

Lakukan pekerjaan secara hati hati agar tidak terjebak pada tahap ini. Terasa mudah untuk terus membuat perubahan kecil dan tanpa batas untuk membuat logo “sempurna”. Perlu diingat bahwa kebanyakan orang termasuk desainer lain tidak akan melihat perbedaan dalam perubahan kecil ini karena mereka tidak tahu detail apa pun yang Anda rasa tidak sesuai.

Ada saatnya untuk menyatakan “selesai” pada logo Anda jika berharap logo dapat digunakan.

Mengenalkan Logo

Setelah Anda menyempurnakan desain, saatnya untuk meluncurkan logo pribadi baru. Membuat blog atau posting di media sosial merupakan salah cara mengumumkan logo baru.

Memperbarui portfolio dan profil di media sosial membantu untuk mengenalkan logo, pastikan juga menambahkan logo baru seperti pada proposal, template faktur, email dan materi pemasaran lainnya.

Sumber : https://dribbble.com/stories/2021/04/20/design-your-personal-logo

Photo by : Kelly Sikkema on Unsplash

Richardus Yopie