Metode Take Home Exams, Meningkatkan Kemampuan Kognitif

Virus covid-19 membuat banyak perubahan pada dunia. Salah satu yang terdampak besar oleh wabah ini adalah dunia pendidikan. Dunia perkuliahan yang dimana kelasnya biasa dilakukan tatap muka, saat ini harus beradaptasi dengan keadaan. Sekolah dan universitas diliburkan, pengajaran dilakukan secara online. Sekolah, institusi, pengajar, dan para pelajar juga dipaksa untuk beradaptasi.

Tugas para pengajar dan siswa yang harus dipenuhi adalah bagaimana kegiatan belajar mengajar dapat tetap berjalan secara efektif. Pada akhir term biasanya sekolah atau institusi mengadakan ujian yang bertujuan untuk mengukur seberapa paham pelajar akan materi yang disampaikan saat masa belajar. Dengan adanya penutupan sekolah dan institusi, maka ujian tatap muka juga ikut ditiadakan. Saat ini sekolah dan institusi memilih menyelenggarakan ujian secara online.

Ujian secara online dilakukan dengan bantuan aplikasi group video call dengan waktu yang ditentukan, waktu yang diberikan umumnya cukup singkat. Selain ujian secara online, ujian model take home exams juga dinilai efektif untuk meningkatkan kognitif pelajar. Studi membuktikan bahwa take-home exams dapat mengurangi kecemasan pelajar dalam proses belajar (Bengtsson, 2019; Myyry & Joutsenvirta, 2015).

Lalu, bagaimana cara membuat take-home exams lebih efektif?

01. Review Intended Learning Outcome (ILO)

Ketika melakukan penyusunan ILO, pastikan bahwa materi yang anda sampaikan pada saat pembelajaran sesuai dengan target ILO. Pastikan kembali bahwa ILO yang anda susun sesuai dengan hasil yang anda targetkan. Tinjau persyaratan penting Lembar Tip Pengajaran dalam kaitannya dengan ILO anda dan putuskan mana ILO Core dan Opsional.

02. Review Model Ujian yang Anda Gunakan Saat Ini

Ujian take home exams yang efektif ialah ketika pengajar meminta siswa untuk menunjukkan keterampilan kognitif tingkat tinggi seperti analisis, sintesis, dan evaluasi. Apabila dilihat pada Lembar Taksnomi Bloom, ketiga keterampilan tersebut memiliki level tertinggi. Bila saat ini anda masih menggunakan model ujian dengan keterampilan kognitif level rendah, seperti memilih jawaban, mengisi space kosong, atau memberikan definisi, maka walaupun take home exams akan memakan lebih banyak waktu dalam penyesuaian dan pengerjaannya, tetapi anda akan mengembangkan pengetahuan anda lebih dalam terhadap sesuatu.

03. Cukup Buat Sedikit Soal yang Memerlukan Pemikiran Tingkat Tinggi

Untuk ujian berbasis esai, cukup buat satu hingga tiga pertanyaan yang berfokus untuk membuat siswa menunjukkan bahwa siswa tahu cara mengambil, menerapkan, dan mengintegrasikan informasi yang tercakup selama kursus. Pertanyaan semacam itu mungkin termasuk membuat argumen atau evaluasi yang diperluas, memberikan solusi untuk masalah baru atau studi kasus, atau menganalisa masalah menggunakan kerangka kerja.

04. Tentukan Tenggat Waktu

Berbeda dengan metode tatap muka, waktu yang diberikan untuk pengerjaan take home exams biasanya lebih lama, satu hari atau pun lebih. Coba lihat kembali soal yang diberikan dan perkirakan kira-kira dengan soal tersebut berapa lama siswa dapat mengumpulkan tugasnya, sehingga siswa dapat memperkirakan waktu yang tepat untuk mengerjakan dan menyusun rencana pengerjaan tugas, agar siswa dapat memperoleh hasil yang maksimal. Pertimbangkan juga kesibukkan siswa, perkirakan dengan mata pelajaran yang ada kiranya apakah tenggat waktu yang diberikan kurang atau sudah sesuai. Siswa dapat mengumpulkan tugasnya melalui google drive atau mengirimkan gambar yang telah di-scan.

05. Beri Ekspetasi yang Jelas

Saat anda memberikan tugas, beri siswa kesempatan untuk bertanya, pancing siswa untuk bertanya, sehingga tidak ada kebingungan yang menyebabkan pengerjaan tugas tertunda atau tidak tepat sasaran. Pastikan anda memberikan arahan yang jelas mengenai penilaian yang akan diberikan, kriteria penilaian, apa yang harus dicantumkan dan tidak diperkenankan untuk dicantumkan. Berikan contoh seperti apa tugas yang harus mereka kerjakan, sehingga saat tugas dikumpulkan, kemungkinan salah pengerjaan dapat diminimalisir.

06. Minimalisir Kemungkinan Kecurangan

Dengan membawa pulang tugas, siswa akan lebih leluasa mencari sumber jawaban untuk tugas mereka. Mereka yang malas, mungkin saja meminta jawaban dari teman mereka. Coba minimalisir hal ini dengan meminta siswa menuliskan referensi, membahasnya kembali di kelas, dan anda juga dapat mengadakan diskusi kelompok lalu melakukan penilaian individual berdasarkan keaktifan.

07. Tekankan kepada Siswa Guna dari Take Home Exam

Jangan sampai siswa menganggap bahwa Take Home Exams merupakan ujian yang lebih mudah dibanding dengan ujian tatap muka. Tekankan bahwa Take Home Exams menuntut siswa untuk lebih banyak membaca dan mendapatkan sumber untuk tugasnya. Dengan demikian, siswa akan mendapatkan ilmu yang lebih banyak dan kesempatan mendapatkan nilai lebih tinggi. Karena tujuan dari Take Home Exams sendiri ialah untuk memberikan siswa keleluasaan dalam mengembangkan pengetahuannya dengan pengaplikasian di dalam ujian.

———————————————————————–

Referensi:

Making the Transition to Take-Home Exams
https://uwaterloo.ca/centre-for-teaching-excellence/teaching-resources/teaching-tips/teaching-tips-planning-courses-and-assignments/making-transition-take-home-exams

Photo Credit:
Unsplash of Alissa De Leva
https://unsplash.com/photos/bZ_RkRKE0Po

Listhari Baenanda