Merangkai Pertanyaan Soal Pilihan Ganda, Tak Semudah yang Dibayangkan

Jenis soal pilihan ganda merupakan salah satu bentuk soal yang paling umum digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman pebelajar. Pilihan ganda juga dapat digunakan mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi. Namun apakah membuat pertanyaan untuk soal-soal pilihan ganda semudah yang kita pikirkan? Jawabannya tidak. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan soalnya.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah rubrik asesmen. Tujuan dari asesmen adalah mengukur tingkat pemahaman pebelajar terhadap tujuan pembelajaran, oleh karena itu membutuhkan acuan untuk mengukurnya, disitulah peranan rubrik asesmen, selanjutnya mengenai rubrik asesmen dapat dibaca di artikel berikut

Penulis mencoba memberikan beberapa tips dalam merangkai pertanyaan untuk soal-soal pilihan ganda, berikut ini diantaranya:

Gunakan pengalih yang masuk akal (untuk jawaban salah)

  • Hanya gunakan pengalih yang masuk akal, meskipun jumlah pilihan jawaban berubah-ubah.
  • Tuliskan pilihan jawaban yang homogen dan sesuai dengan konten, sehingga tidak mudah ditebak oleh pebelajar.
  • Susunan pilihan kata yang sesuai dengan tatabahasa yang baik akan meminimalisir kesalahpahaman makna pertanyaan dan pilihan jawaban.

Gunakan format pertanyaan

Para ahli menyarankan untuk menggunakan bentuk pertanyaan bukan pernyataan tak lengkap.

Contoh pernyataan tak lengkap (kurang efektif)

Ibukota dari Korea Selatan adalah_______ 

Contoh pertanyaan langsung (lebih efektif)

Dari pilihan jawaban berikut, yang manakah Ibukota dari Korea Selatan? 

Tekankan kemampuan berpikir tingkat tinggi

  • Gunakan pertanyaan-pertanyaan mengingat ditambah dengan penerapannya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut membutuhkan pebelajar untuk mengingat kembali prinsip-prinsip, fakta atau aturan dalam konteks nyata. 
  • Kunci dari menyiapkan pertanyaan mengingat dan penerapannya adalah menempatkan konsep-konsep situasi dunia nyata atau konteks yang memerlukan pebelajar untuk mengingat fakta-fakta kemudian menerapkan atau mentransfer terapan tersebut ke situasi tertentu.
  • Cari bantuan dari rekan-rekan yang memiliki pengalaman dalam merangkai pertanyaan-pertanyaan yang menekankan kemampuan berpikir tingkat tinggi

Contoh pertanyaan (hanya) mengingat:

  1. Manakah yang termasuk kedalam jenis makanan utuh?
    a. Jus jeruk
    b. Roti panggang
    c. Sereal
    d. Anggur

Contoh pertanyaan mengingat ditambah penerapannya

  1. Sarapan yang dimakan Toni pagi ini yaitu segelas jus jeruk (konsentrat), satu lapis roti panggang, semangkuk sereal dan sebuah anggur. Diantara makanan dan minuman yang dimakan Toni, manakah yang termasuk kedalam jenis makanan utuh?
    a.
    Jus jeruk
    b. Roti panggang
    c. Sereal
    d. Anggur
  2. Manakah dari berikut ini yang paling menggambarkan the law of diminishing returns?
    a. P
    ermintaan akan produk pertanian meningkat lebih cepat daripada pasokan produk.
    b. Populasi suatu negara meningkat lebih cepat daripada sarana penghidupan.
    c. Mesin mengalami penurunan utilitas saat bagian-bagiannya menjadi aus.
    d. Sebuah pabrik menggandakan tenaga kerjanya dan meningkatkan produksinya hingga 50 persen.
  3. Mengapa menginvestasikan uang dalam saham dianggap mampu melindungi dari kehilangan aset selama inflasi?
    a.
    Mendapatkan tingkat bunga yang lebih tinggi selama inflasi.
    b. Memberikan penghasilan tetap tetapi dapat diandalkan terlepas dari kondisi ekonomi.
    c. Dilindungi oleh Sistem Federal Reserve.
    d. Nilainya meningkat seiring dengan meningkatnya nilai bisnis.
  4. Mengapa pencahayaan yang memadai diperlukan dalam akuarium yang seimbang?
    a. Ikan butuh cahaya untuk melihat makanan mereka.
    b. Ikan mengambil oksigen dalam gelap.
    c. Tumbuhan mengeluarkan karbondioksida dalam gelap.
    d. Tanaman tumbuh terlalu cepat dalam gelap

Seragamkan panjang kalimat pilihan ganda

Hindari kalimat pilihan ganda yang terlalu mencolok, khususnya jawaban benar, sebaiknya tidak paling panjang ataupun paling pendek kalimatnya.

Peletakkan jawaban benar

Jawaban benar biasanya ada di pilihan nomor dua atau tiga, kan? Sebaiknya letakkan jawaban benar secara acak, sehingga pebelajar tidak dapat menebak pola-nya.

Tata bahasa yang baik dan benar

Gunakan kata-kata yang sederhana, tepat dan tidak ambigu. Pebelajar akan lebih cenderung memilih jawaban yang benar dengan menemukan pilihan jawaban dengan tata bahasa yang benar

Hindari petunjuk untuk jawaban yang benar

  • Hindari menjawab satu pertanyaan dalam ujian dengan memberikan jawaban di suatu tempat lain dalam ujian. Misalnya ada pernyataan yang mengandung jawaban di soal lainnya.
  • Mintalah tes ditinjau oleh seseorang yang dapat menemukan kesalahan, petunjuk, masalah tata bahasa dan tanda baca sebelum Anda mengelola ujian.
  • Hindari kata-kata ekstrem, seperti: tidak pernah, selalu, hanya
  • Hindari kata-kata dan pernyataan yang tidak masuk akal

Berikan instruksi yang jelas

Contoh:

Pertanyaan 1 – 10 adalah pertanyaan pilihan ganda yang dirancang untuk menilai kemampuan Anda dalam mengingat atau mengingat kembali potongan dasar-dasar pengetahuan yang terkait dengan mata pelajaran ini. Harap baca setiap pertanyaan dengan seksama sebelum membaca opsi jawaban. Ketika Anda telah memahami pertanyaan dengan jelas, pilih jawaban Anda dan tandai pilihan Anda di lembar jawaban. Tolong jangan membuat tanda apa pun pada ujian ini.

Pertanyaan 11 – 20 adalah pertanyaan pilihan ganda yang dirancang untuk menilai kemampuan berpikir kritis terhadap subjek tertentu. Harap baca setiap pertanyaan dengan seksama sebelum membaca pilihan jawaban. Ketahuilah bahwa beberapa pertanyaan mungkin memiliki lebih dari satu pertanyaan jawaban yang benar, tetapi Anda harus mencari yang paling masuk akal dan paling benar. Ketika Anda memiliki gagasan yang jelas tentang pertanyaan itu, temukan jawaban Anda dan tandai pilihan jawaban pada lembar jawaban. Anda dapat membenarkan jawaban apa pun yang Anda pilih dengan menulis pembenaran Anda di atas kertas kosong yang disediakan.

Hindari pilihan jawaban “semua jawaban benar” atau “semua jawaban salah”

Pebelajar hanya perlu melihat dua jawaban benar atau dua jawaban salah, otomatis dapat terlihat dengan mudah jawaban benar/salahnya adalah semuanya.

Gunakan hanya satu masalah yang jelas dan sertakan ide utama dalam pertanyaan

Siswa harus tahu apa masalahnya tanpa harus membaca pilihan jawaban

Dengan demikian, penyusunan soal pilihan ganda tidak semudah yang dipikirkan

Referensi:
Writing Good Multiple Choice Test Questions
BYU – Handouts – 14 Rules for Writing Multiple-Choice Questions

Photo by Annie Spratt on Unsplash

Riefni