Teori Konstruktivisme dan Behaviorisme dalam Perancangan eLearning

Teori Konstruktivisme

Teori pembelajaran konstruktivisme adalah sebuah teori pendidikan yang mengedepankan peningkatkan perkembangan logika dan konseptual pembelajar. Seorang konstruktivis percaya bahwa belajar hanya terjadi ketika ada pemrosesan informasi secara aktif sehingga mereka meminta pembelajar untuk membuat motif mereka sendiri dengan menghubungkan pengetahuan baru dengan motif tersebut.

Konstruktivis percaya bahwa pembelajar membangun pengetahuan untuk dirinya. Peran seorang pengajar sangat penting dalam teori pembelajaran konstruktivisme. Ketimbang memberikan ceramah, seorang pengajar berfungsi sebagai fasilitator dimana yang membantu pembelajar dengan pemahamannya.

Teori Behaviorisme

Menurut teori Behaviorisme, pembelajaran merupakan sebuah hasil dari respon seseorang atas stimulus yang diberikan. Behaviorisme merupakan pandangan yang menganggap seorang pembelajar pada dasarnya pasif, namun merespon stimulus dari lingkungan.

Pendekatan Behavioris berfokus pada membimbing pembelajar mencapai hasil pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Pembelajaran dianggap berhasil ketika pembelajar berhasil mencapai hasil yang diharapkan. Pembelajaran ini dirancang untuk memenuhi tujuan pada  eLearning course. 

Tujuan dari desain instruksional yang berorientasi pada Behaviorisme harus memberikan pembelajar rangsangan yang sesuai. Rangsangan yang sesuai yaitu dengan peluang membantu mereka menunjukkan bahwa mereka mampu mengekspresikan perilaku yang diinginkan yang membuktikan bahwa pembelajaran telah benar-benar terjadi.

Mana yang Paling Cocok untuk Perancangan eLearning?

Mana diantara kedua teori pendidikan itu yang paling cocok diterapkan dalam perancangan elearning?

Saat ini pengajar diharapkan dapat menggabungkan kedua pendekatan pendidikan dan aplikasi teknologi sehingga terbentuklah sebuah pendekatan pengajaran baru. Hal ini seharusnya bisa secara efektif merancang lingkungan belajar yang otentik di mana peserta didik akan mendapat manfaat paling besar.

Terlepas dari perbedaan mereka, sebenarnya kedua teori belajar ini sangat cocok untuk diterapkan dalam desain pembelajaran online saat ini. 

Referensi

https://elearningindustry.com/designing-online-learning-programs-constructivism-behaviorism

http://www.teach-nology.com/currenttrends/constructivism/

https://www.learning-theories.com/behaviorism.html

https://elearningindustry.com/behaviorism-in-instructional-design-for-elearning-when-and-how-to-use