Menyusun Konten eLearning dengan Menggunakan Model CCAF

Setiap konten pembelajaran yang disiapkan pasti memiliki tujuan belajar yang ingin dicapai, seperti halnya pembelajaran konvensional atau tatap langsung, konten pembelajaran eLearning juga memiliki model belajarnya sendiri. Salah satunya yaitu model CCAF yang merupakan kependekan dari Context (Konteks), Challenge (Tantangan), Activity (Aktivitas), dan Feedback (Respon balik).

Model CCAF

Model CCAF berangkat dari kondisi sebagian besar konten eLearning yang sebagian besar berisi materi yang harus dipelajari, sedangkan CCAF ini mengambil prinsip ‘learning by doing’, sehingga pebelajar dituntut untuk berinteraksi selama proses belajar. Secara teoritis, learning by doing ini memiliki tingkat efektivitas yang tinggi karena dengan menekankan interaksi dengan materi yang Ia pelajari, proses belajar tersebut menjadi lebih bermakna dan pebelajar akan terus mengingat apa yang telah Ia pelajari.

Context

Konteks yang dimaksud dalam model ini adalah penerapan situasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dalam konten yang disampaikan, sehingga pebelajar dapat menghubungkan teori yang sudah dipelajari dan bagaimana mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.

Challenge

Setelah menetapkan konteks seperti apa yang akan diterapkan dalam konten, selanjutnya kita perlu menambahkan tantangan (Challenge) agar pebelajar terus aktif dalam proses belajar. Tantangan dapat dilakukan dengan pemberian tenggat waktu pengerjaan tugas dan meminta mereka untuk mencari informasi tambahan diluar materi yang diberikan.

Activity

Prinsip learning by doing tidaklah lengkap tanpa adanya aktivitas, oleh karena itu kita perlu menambahkan aktivitas (Activity) agar pebelajar memiliki pengalaman selama belajar menggunakan konten eLearning. Aktivitas belajar yang dilakukan secara online tentu berbeda dengan aktivitas belajar di kelas, kita dapat menyisipkan latihan atau kuis di tengah-tengah materi, sehingga pebelajar dapat mengukur tingkat pemahaman mereka terhadap materi yang sedang dipelajari.

Feedback

Meskipun konten eLearning dimaksudkan untuk belajar secara mandiri, bukan berarti pebelajar harus merasa ‘sendirian’ selama belajar. Kita dapat menambahkan respon balik (Feedback) yang mampu membimbing pebelajar selama belajar, dengan cara memberikan catatan kecil (notes) pada bagian-bagian yang penting, memberikan tips apabila pebelajar salah menjawab pertanyaan, dan lain-lain. Dengan demikian, pebelajar akan tetap merasa dibimbing selama belajar.

Kesimpulannya, model CCAF ini memberikan prinsip-prinsip yang menekankan pada partisipasi aktif pebelajar yang dapat digunakan dalam menyusun konten eLearning agar pebelajar memiliki pengalaman belajar yang lebih baik.

Referensi:

Create Effective eLearning Interactions Using The CCAF Model

Sumber foto: J. Kelly Brito on Unsplash

Riefni Riftianingrum