Fakultas Teknik BINUS University kembali menunjukkan taringnya dalam dunia teknologi dengan menghadirkan Cerberus, sebuah robot inovatif yang dirancang khusus untuk deteksi dini kebakaran.

Menariknya, proyek ini lahir dari Tugas Rancang Kuliah mahasiswa Semester 5, yang menunjukkan bahwa inovasi besar bisa dimulai sejak bangku perkuliahan.

Nama “Cerberus” diambil dari mitologi penjaga gerbang, yang mencerminkan misi utama robot ini: menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan dari ancaman api.

Robot ini merupakan hasil kerja keras sebuah tim yang terdiri dari tiga mahasiswa kreatif, yaitu Ridwan, Steven Dhany Handoko, dan Janos Suhartono. Sebagai sebuah prototipe, Cerberus dirancang untuk memberikan solusi nyata bagi permasalahan keselamatan gedung.
Ridwan dengan karya Cerberus miliknya
Meski saat ini belum diuji coba langsung di lingkungan kebakaran sungguhan, rancangan teknisnya telah dipersiapkan matang untuk menghadapi situasi darurat melalui simulasi sensorik yang akurat. Secara teknis, Cerberus dibekali dengan berbagai sensor canggih untuk memantau kondisi lingkungan secara real-time. Keunggulan utamanya terletak pada integrasi sensor suhu dan sensor kualitas udara yang mampu mendeteksi anomali panas sebelum api benar-benar membesar. Data yang ditangkap oleh sensor tersebut kemudian dikirimkan secara langsung kepada operator, sehingga langkah preventif dapat segera diambil sebelum situasi menjadi tidak terkendali.
Cerberus juga berfungsi sebagai alat survei visual di area yang dianggap terlalu berbahaya bagi manusia. Dengan adanya kamera yang terpasang pada badan robot, operator dapat melihat kondisi titik api tanpa harus mempertaruhkan nyawa. Melalui data suhu dan jenis gas yang terdeteksi, tim penyelamat nantinya dapat menentukan strategi pemadaman yang paling efektif. Hal ini sangat krusial untuk meminimalisir kerusakan material dan mencegah jatuhnya korban jiwa akibat paparan asap beracun atau ledakan yang tidak terduga.
Cerberus
Kehadiran Cerberus menegaskan posisi BINUS University sebagai institusi yang fokus pada pengembangan teknologi aplikatif. Proyek ini diharapkan tidak berhenti sebagai prototipe laboratorium saja, melainkan dapat terus dikembangkan agar siap digunakan di sektor industri maupun perkotaan. Yang menarik, Cerberus bukan lahir dari peneliti senior atau laboratorium khusus. Ini adalah karya mahasiswa yang melihat masalah di sekitarnya dan memilih untuk berbuat sesuatu. Dengan semangat itulah Fakultas Teknik BINUS terus mendorong mahasiswanya untuk berpikir lebih jauh dari sekadar ruang kelas. Kalau kamu sedang mempertimbangkan kuliah di bidang teknik dan ingin jadi bagian dari inovasi berikutnya, mulai perjalananmu di Gabung BINUS.
#FacultyofEngineering
#FakultasTeknikBinus
#BinusKemanggisan