{"id":7914,"date":"2026-06-26T15:33:23","date_gmt":"2026-06-26T08:33:23","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=7914"},"modified":"2026-06-26T15:33:23","modified_gmt":"2026-06-26T08:33:23","slug":"honey-jelly-milktea-alternatif-bubble-tea-yang-lebih-sehat-by-cubee","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2026\/06\/26\/honey-jelly-milktea-alternatif-bubble-tea-yang-lebih-sehat-by-cubee\/","title":{"rendered":"Honey Jelly Milktea: Alternatif Bubble Tea yang Lebih Sehat by CUBEE"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-7915\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot-2026-06-26-152832.png\" alt=\"\" width=\"348\" height=\"270\" \/><\/p>\n<p>Minuman boba atau <em>bubble tea <\/em>menjadi salah satu tren minuman yang berkembang sangat pesat sejak masa pandemi COVID-19. Pada masa tersebut, masyarakat cenderung mencari hiburan sederhana melalui makanan dan minuman kekinian sehingga konsumsi <em>bubble tea<\/em> meningkat secara signifikan. Berbagai merek menghadirkan inovasi rasa, topping, dan kemasan yang menarik untuk menarik perhatian konsumen, terutama remaja dan dewasa muda. Ciri khas utama <em>bubble tea<\/em> terletak pada <em>topping<\/em> boba berbahan tepung tapioka yang memiliki tekstur kenyal dan rasa manis dari gula aren atau <em>brown sugar<\/em>.<\/p>\n<p>Popularitas <em>bubble tea<\/em> juga didukung oleh perkembangan platform <em>food<\/em> <em>delivery<\/em> dan media sosial yang memperluas jangkauan pasar secara signifikan. Konsumen dapat dengan mudah membeli produk melalui aplikasi <em>online<\/em> sekaligus menemukan berbagai rekomendasi minuman melalui konten TikTok maupun Instagram. Kombinasi <em>milk tea<\/em> yang <em>creamy<\/em> dengan tekstur boba yang <em>chewy<\/em> menjadikan minuman ini sangat diminati oleh berbagai kalangan. Tren tersebut menunjukkan bahwa industri minuman kekinian masih memiliki peluang pasar yang besar untuk terus berkembang.<\/p>\n<p>Di balik popularitasnya, <em>bubble<\/em> <em>tea<\/em> memiliki kandungan gula dan kalori yang cukup tinggi. Kandungan gula berasal dari campuran <em>milk<\/em> <em>tea<\/em>, sirup tambahan, serta topping boba yang dimasak menggunakan gula dalam jumlah besar. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, kerusakan gigi, hingga gangguan ginjal. Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap <em>healthy<\/em> <em>lifestyle<\/em> membuat konsumen mulai lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut membuka peluang untuk menghadirkan alternatif minuman kekinian yang lebih sehat namun tetap memiliki rasa yang <em>enjoyable<\/em>. Berdasarkan hal tersebut, dikembangkanlah Honey Jelly Milktea sebagai inovasi minuman <em>milk tea<\/em> dengan <em>topping honey jelly<\/em> yang lebih alami. Produk ini menggunakan madu sebagai sumber rasa manis utama tanpa tambahan gula sehingga menghasilkan rasa yang tetap nikmat. Selain itu, Honey Jelly Milktea tidak menggunakan pengawet maupun pewarna sintetik sehingga lebih aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7916\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot-2026-06-26-152943.png\" alt=\"\" width=\"260\" height=\"319\" \/><\/p>\n<p>Honey Jelly Milktea hadir dengan konsep \u201c<em>healthy but enjoyable<\/em>\u201d untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern yang ingin menikmati minuman kekinian tanpa mengonsumsi gula secara berlebihan. <em>Topping<\/em> <em>honey<\/em> <em>jelly<\/em> memiliki tekstur kenyal menyerupai boba, tetapi dibuat menggunakan bahan yang lebih alami. Inovasi ini memberikan pengalaman baru bagi konsumen yang ingin mencoba alternatif <em>bubble tea<\/em> dengan konsep yang lebih sehat. Produk juga menawarkan nilai tambah melalui penggunaan <em>honey jelly<\/em> sebagai topping unik yang berbeda dari kompetitor.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-7917\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot-2026-06-26-153038.png\" alt=\"\" width=\"431\" height=\"291\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot-2026-06-26-153038.png 495w, https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot-2026-06-26-153038-480x324.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 431px) 100vw, 431px\" \/><\/p>\n<p>Berdasarkan analisis pasar menggunakan metode TAM, SAM, dan SOM, Honey Jelly Milktea memiliki potensi bisnis yang cukup besar. <em>Total Addressable Market<\/em> (TAM) diperkirakan mencapai Rp965 miliar dengan lebih dari 4 juta konsumen di wilayah Jabodetabek. <em>Serviceable Available Market<\/em> (SAM) difokuskan pada wilayah Tangerang dengan estimasi pasar sebesar Rp20 miliar. Sementara itu, <em>Serviceable Obtainable Market<\/em> (SOM) menargetkan lingkungan BINUS Alam Sutera dengan target penjualan awal sekitar 100 cup per hari.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7918\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot-2026-06-26-153119.png\" alt=\"\" width=\"506\" height=\"331\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot-2026-06-26-153119.png 506w, https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot-2026-06-26-153119-480x314.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 506px) 100vw, 506px\" \/><\/p>\n<p><em>Business model<\/em> Honey Jelly Milktea dirancang untuk menciptakan nilai melalui inovasi minuman sehat yang sesuai dengan tren <em>healthy<\/em> <em>lifestyle<\/em>. Target utama produk adalah remaja dan dewasa muda, khususnya mahasiswa dan penikmat minuman kekinian di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Distribusi dilakukan melalui penjualan langsung, pemesanan <em>online<\/em>, serta kerja sama dengan platform <em>food delivery<\/em>. Selain itu, strategi pemasaran difokuskan pada media sosial melalui <em>TikTok Ads, Instagram Ads<\/em>, serta kolaborasi dengan <em>micro<\/em> <em>influencer<\/em> dan <em>food<\/em> <em>reviewer<\/em> untuk meningkatkan brand awareness.<\/p>\n<p>Berdasarkan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), biaya produksi per cup berkisar antara Rp10.556 hingga Rp11.846 tergantung varian produk. Dengan harga jual Rp20.000 per cup dan target penjualan 100 cup per hari, <em>total revenue<\/em> tahunan diperkirakan mencapai Rp2 miliar dengan profit sekitar Rp897 juta. Selain itu, perhitungan <em>Break Even Point<\/em> (BEP) menunjukkan bahwa titik impas dapat tercapai dalam waktu sekitar 20 bulan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-7919\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot-2026-06-26-153217.png\" alt=\"\" width=\"414\" height=\"267\" \/><\/p>\n<p>Dengan konsep \u201c<em>Healthy choices should still feel enjoyable<\/em>\u201d, Honey Jelly Milktea diharapkan mampu menjadi pilihan minuman kekinian yang lezat, menarik, dan mendukung gaya hidup sehat masyarakat modern.<\/p>\n<p><strong><em>References<\/em><\/strong><\/p>\n<p><em>Is bubble tea bad for you? New research raises red flags<\/em>. (2026, February 26). ScienceDaily. <a href=\"https:\/\/www.sciencedaily.com\/releases\/2026\/02\/260228093502.htm\">https:\/\/www.sciencedaily.com\/releases\/2026\/02\/260228093502.htm<\/a><\/p>\n<p>Indrawan, U., Wismiarsi, T., &amp; Hatta, H. (2025). Understanding Repurchase Decision of Boba Milk Drink among Gen Z in Jakarta. <em>Journal of Business &amp; Applied Management<\/em>, <em>18<\/em>(2), 129. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.30813\/jbam.v18i2.9040\">https:\/\/doi.org\/10.30813\/jbam.v18i2.9040<\/a><\/p>\n<p>Ridwan, P. P. (2026, May 26). Statistik Boba Asia Tenggara. <em>GoodStats<\/em>. <a href=\"https:\/\/goodstats.id\/article\/statistik-boba-asia-tenggara-Cl7xW\">https:\/\/goodstats.id\/article\/statistik-boba-asia-tenggara-Cl7xW<\/a><\/p>\n<p><em>Ukuran Pasar, Pangsa &amp; Analisis Industri Bubble Tea, Berdasarkan Jenis (Teh Hitam, Teh Hijau, Teh Oolong, dan Teh Putih), Berdasarkan Rasa (Original, Buah, Cokelat, Kopi, dan Lainnya), dan Prakiraan Regional, 2026 &#8211; 2034<\/em>. (2026, May 11). Fortune Business Insights. Retrieved May 27, 2026, from <a href=\"https:\/\/www.fortunebusinessinsights.com\/industry-reports\/bubble-tea-market-101564\">https:\/\/www.fortunebusinessinsights.com\/industry-reports\/bubble-tea-market-101564<\/a><\/p>\n<p>Data, G. (2025, August 27). <em>Publik Indonesia makin rajin olahraga<\/em>. GoodStats Data. <a href=\"https:\/\/data.goodstats.id\/statistic\/publik-indonesia-makin-rajin-olahraga-WWQM3\">https:\/\/data.goodstats.id\/statistic\/publik-indonesia-makin-rajin-olahraga-WWQM3<\/a><\/p>\n<p>Yuslianson. (2025, December 17). Garmin Connect Data Report 2025 Ungkap Tren Olahraga di Indonesia, Padel Naik 1.684 Persen. <em>liputan6.com<\/em>. <a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/amp\/6237686\/garmin-connect-data-report-2025-ungkap-tren-olahraga-di-indonesia-padel-naik-1684-persen\">https:\/\/www.liputan6.com\/amp\/6237686\/garmin-connect-data-report-2025-ungkap-tren-olahraga-di-indonesia-padel-naik-1684-persen<\/a><\/p>\n<p>Fadhlannisa, N. F. (2025, August 24). From padel to Pilates, health and fitness are powering Indonesia\u2019s next consumer wave. <em>The Business Times<\/em>. <a href=\"https:\/\/www.businesstimes.com.sg\/wealth\/wealth-investing\/padel-pilates-health-and-fitness-are-powering-indonesias-next-consumer-wave\">https:\/\/www.businesstimes.com.sg\/wealth\/wealth-investing\/padel-pilates-health-and-fitness-are-powering-indonesias-next-consumer-wave<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Dosen Pengampu:<\/strong>\u00a0Roni Heryatno, S.E., MM<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Minuman boba atau bubble tea menjadi salah satu tren minuman yang berkembang sangat pesat sejak masa pandemi COVID-19. Pada masa tersebut, masyarakat cenderung mencari hiburan sederhana melalui makanan dan minuman kekinian sehingga konsumsi bubble tea meningkat secara signifikan. Berbagai merek menghadirkan inovasi rasa, topping, dan kemasan yang menarik untuk menarik perhatian konsumen, terutama remaja dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":7919,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-7914","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7914","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7914"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7914\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7920,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7914\/revisions\/7920"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7919"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}