{"id":7898,"date":"2026-06-26T09:11:11","date_gmt":"2026-06-26T02:11:11","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=7898"},"modified":"2026-06-26T09:11:11","modified_gmt":"2026-06-26T02:11:11","slug":"melt-n-munch-dessert-unik-dengan-konsep-edible-cookie-cup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2026\/06\/26\/melt-n-munch-dessert-unik-dengan-konsep-edible-cookie-cup\/","title":{"rendered":"Melt n Munch, Dessert Unik dengan Konsep Edible Cookie Cup"},"content":{"rendered":"<p>Perkembangan industri makanan dan minuman, khususnya pada kategori dessert, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Generasi muda saat ini tidak hanya mencari makanan yang memiliki rasa lezat, tetapi juga produk yang mampu memberikan pengalaman konsumsi yang unik, menarik secara visual, dan memiliki nilai tambah yang dapat dibagikan melalui media sosial. Di sisi lain, sebagian besar produk es krim masih menggunakan kemasan sekali pakai yang berpotensi menghasilkan limbah. Kondisi ini membuka peluang bagi hadirnya inovasi produk yang mampu menggabungkan aspek rasa, pengalaman, dan keberlanjutan dalam satu produk.<\/p>\n<p>Melt n Munchs hadir sebagai bisnis dessert yang menawarkan konsep berbeda melalui produk cookie cup ice cream. Produk ini mengombinasikan es krim premium dengan wadah berbahan cookie yang dapat dimakan (edible cookie cup). Berbeda dengan es krim konvensional yang menggunakan gelas plastik atau kertas sebagai kemasan, seluruh bagian produk Melt n Munchs dapat dikonsumsi sehingga memberikan pengalaman yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi pelanggan. Selain itu, konsep ini turut membantu mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai sehingga lebih ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Melt n Munchs menawarkan enam varian rasa yang dapat dipilih sesuai preferensi konsumen. Perpaduan tekstur cookie yang renyah dengan kelembutan es krim menciptakan kombinasi rasa yang unik dan menjadi daya tarik utama produk. Tidak hanya berfungsi sebagai wadah, cookie cup juga menjadi bagian dari pengalaman menikmati dessert secara keseluruhan. Keunikan tersebut menjadi nilai diferensiasi yang membedakan Melt n Munchs dari berbagai produk es krim maupun dessert lainnya yang telah beredar di pasaran.<\/p>\n<p>Target pasar utama Melt n Munchs adalah mahasiswa, pelajar, dan generasi muda yang berada di sekitar BINUS University serta wilayah sekitarnya. Segmen pasar ini dipilih karena memiliki karakteristik yang terbuka terhadap inovasi produk baru, aktif menggunakan media sosial, serta memiliki kecenderungan untuk mencoba makanan yang sedang tren. Selain itu, kelompok usia ini juga memiliki minat yang tinggi terhadap produk makanan yang menarik secara visual dan memberikan pengalaman konsumsi yang berbeda.<\/p>\n<p>Untuk mengukur tingkat penerimaan pasar terhadap produk yang ditawarkan, tim melakukan market validation melalui survei online menggunakan Google Forms kepada 34 responden yang termasuk dalam target konsumen potensial. Survei dilakukan untuk mengetahui tingkat ketertarikan konsumen terhadap konsep edible cookie cup, preferensi rasa, rentang harga yang diinginkan, serta masukan terkait pengembangan produk. Hasil survei menunjukkan bahwa 70,6% responden memberikan nilai tertinggi terhadap konsep produk, sedangkan 26,5% responden memberikan nilai 4 dari skala 5. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap produk Melt n Munchs dan menilai konsep yang ditawarkan sebagai sesuatu yang unik dan menarik.<\/p>\n<p>Selain tingkat ketertarikan yang tinggi, responden juga memberikan berbagai masukan yang berguna untuk pengembangan bisnis. Mayoritas responden menyukai konsep edible cookie cup yang inovatif, kombinasi antara cookie dan es krim dalam satu produk, tekstur cookie yang crunchy, variasi rasa yang menarik, serta tampilan produk yang estetik dan cocok untuk dibagikan melalui media sosial. Namun demikian, beberapa responden juga memberikan saran terkait tingkat kemanisan produk, ukuran porsi, serta daya tahan es krim agar tidak mudah meleleh. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi yang akan digunakan untuk meningkatkan kualitas produk sebelum dipasarkan secara lebih luas.<\/p>\n<p>Selain melakukan validasi pasar, tim juga melakukan analisis kompetitor untuk memahami posisi bisnis di tengah persaingan industri dessert. Saat ini terdapat berbagai bisnis es krim dan dessert yang menyasar pasar mahasiswa dan generasi muda. Namun, sebagian besar masih menggunakan kemasan konvensional dan menawarkan pengalaman konsumsi yang relatif serupa. Melt n Munchs memiliki keunggulan kompetitif melalui konsep edible cookie cup yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah, tetapi juga menjadi bagian dari produk yang dapat dinikmati oleh konsumen. Diferensiasi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya tarik produk di pasar.<\/p>\n<p><strong>Potensi Pasar<\/strong><\/p>\n<p>Untuk mengukur peluang bisnis yang dimiliki, dilakukan analisis pasar menggunakan pendekatan Total Addressable Market (TAM), Serviceable Available Market (SAM), dan Serviceable Obtainable Market (SOM).<\/p>\n<p>Total Addressable Market (TAM) merupakan keseluruhan pasar potensial yang dapat dijangkau oleh produk cookie cup ice cream. Berdasarkan estimasi jumlah generasi muda, mahasiswa, dan pecinta dessert yang berpotensi menjadi konsumen, diperkirakan terdapat sekitar 50.000 konsumen potensial. Dengan asumsi harga rata-rata Rp35.000 per produk dan frekuensi pembelian satu kali setiap bulan, nilai TAM Melt n Munchs diperkirakan mencapai Rp1,75 miliar per bulan.<\/p>\n<p>Serviceable Available Market (SAM) menggambarkan pasar yang dapat dijangkau oleh Melt n Munchs berdasarkan area operasional awal yang berfokus pada lingkungan kampus dan wilayah sekitarnya. Dengan estimasi sekitar 5.000 konsumen potensial yang terdiri atas mahasiswa, pelajar, dan generasi muda di area tersebut, nilai SAM diperkirakan mencapai Rp175 juta per bulan.<\/p>\n<p>Serviceable Obtainable Market (SOM) menunjukkan target pasar realistis yang dapat dicapai pada tahap awal operasional bisnis. Dengan target penjualan 30 cup per hari, harga rata-rata Rp35.000 per cup, dan 20 hari operasional setiap bulan, Melt n Munchs berpotensi menghasilkan pendapatan sebesar Rp21 juta per bulan. Target ini dinilai realistis mengingat skala bisnis yang masih berada pada tahap pengembangan awal.<\/p>\n<p><strong>Strategi Pemasaran<\/strong><\/p>\n<p>Untuk memperkenalkan produk kepada konsumen, Melt n Munchs akan memanfaatkan kombinasi strategi pemasaran digital dan pemasaran langsung. Media sosial seperti Instagram dan TikTok akan menjadi sarana utama promosi karena sesuai dengan karakteristik target pasar yang aktif di platform digital. Konten yang dipublikasikan akan berfokus pada visual produk, proses pembuatan, variasi menu, ulasan pelanggan, serta pengalaman unik saat menikmati edible cookie cup.<\/p>\n<p>Selain pemasaran digital, Melt n Munchs juga akan aktif mengikuti bazar kampus, kegiatan organisasi mahasiswa, dan berbagai acara yang melibatkan mahasiswa sebagai target pasar utama. Melalui strategi ini, calon konsumen dapat mencoba produk secara langsung sehingga meningkatkan peluang pembelian sekaligus memperkuat kesadaran merek di lingkungan kampus.<\/p>\n<p><strong>Pengembangan Produk<\/strong><\/p>\n<p>Berdasarkan hasil market validation yang telah dilakukan, Melt n Munchs berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan pengembangan produk. Beberapa langkah yang akan dilakukan meliputi penambahan variasi rasa dan topping baru sesuai preferensi konsumen, evaluasi tingkat kemanisan agar lebih seimbang, penyempurnaan proses penyajian untuk mengurangi risiko es krim cepat meleleh, serta penyesuaian ukuran porsi agar lebih sesuai dengan harapan pelanggan. Selain itu, harga jual awal akan diposisikan pada rentang Rp35.000\u2013Rp40.000 karena merupakan rentang harga yang paling banyak dipilih oleh responden dalam survei.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Melt n Munchs merupakan inovasi dessert yang menawarkan pengalaman konsumsi berbeda melalui konsep edible cookie cup yang menggabungkan kelezatan es krim dan cookie dalam satu produk. Hasil market validation menunjukkan bahwa produk ini memperoleh respons yang sangat positif dari target konsumen, terutama karena keunikan konsep, kombinasi rasa, dan tampilan produk yang menarik. Didukung oleh peluang pasar yang menjanjikan, strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik generasi muda, serta komitmen untuk terus melakukan pengembangan berdasarkan masukan konsumen, Melt n Munchs memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu pilihan dessert favorit di lingkungan kampus maupun pasar generasi muda secara lebih luas.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-7899\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot-2026-06-26-090841.png\" alt=\"\" width=\"565\" height=\"496\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot-2026-06-26-090841.png 660w, https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot-2026-06-26-090841-640x561.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot-2026-06-26-090841-480x421.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 565px) 100vw, 565px\" \/><\/p>\n<p><strong>Dosen Pengampu :<\/strong>\u00a0Roni Heryatno, S. E., M. M<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan industri makanan dan minuman, khususnya pada kategori dessert, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Generasi muda saat ini tidak hanya mencari makanan yang memiliki rasa lezat, tetapi juga produk yang mampu memberikan pengalaman konsumsi yang unik, menarik secara visual, dan memiliki nilai tambah yang dapat dibagikan melalui media sosial. Di sisi lain, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":7900,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-7898","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7898","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7898"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7898\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7901,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7898\/revisions\/7901"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7898"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7898"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7898"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}