{"id":7876,"date":"2026-06-25T10:26:02","date_gmt":"2026-06-25T03:26:02","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=7876"},"modified":"2026-06-25T10:26:02","modified_gmt":"2026-06-25T03:26:02","slug":"moochies-inovasi-dessert-modern-dengan-perpaduan-choux-dan-mochi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2026\/06\/25\/moochies-inovasi-dessert-modern-dengan-perpaduan-choux-dan-mochi\/","title":{"rendered":"MOOCHIES: INOVASI DESSERT MODERN DENGAN PERPADUAN CHOUX DAN MOCHI"},"content":{"rendered":"<p>Perkembangan tren kuliner modern mendorong munculnya berbagai inovasi dessert yang tidak hanya berfokus pada rasa, tetapi juga tekstur dan tampilan yang menarik. Salah satu tren yang sedang populer saat ini adalah penggunaan mochi dalam berbagai jenis makanan, mulai dari es krim, roti, hingga pastry dan cake. Karakter mochi yang lembut, kenyal, dan sedikit manis membuatnya digemari oleh banyak kalangan, terutama remaja dan young adults yang tertarik mencoba makanan unik. Selain itu, meningkatnya minat masyarakat terhadap dessert kekinian juga membuka peluang untuk menciptakan kombinasi produk baru yang dapat memberikan pengalaman makan yang berbeda dari dessert pada umumnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-7877\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-14.jpg\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"265\" \/><\/p>\n<p>Di sisi lain, kue sus sebagai salah satu kue basah tradisional sudah dikenal sejak lama dan memiliki cita rasa yang disukai berbagai generasi. Namun, seiring berkembangnya tren makanan modern, popularitas kue sus mulai kalah bersaing dengan dessert kekinian lainnya. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk mengangkat kembali minat masyarakat terhadap kue basah jadul dengan cara yang lebih menarik dan mengikuti tren saat ini. Pengembangan produk dengan konsep baru diharapkan dapat membuat kue sus lebih relevan dan diminati oleh generasi muda tanpa menghilangkan karakter aslinya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-7878\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-15.jpg\" alt=\"\" width=\"264\" height=\"218\" \/><\/p>\n<p>Berdasarkan tren tersebut, Moochies hadir sebagai inovasi dessert yang mengombinasikan kue sus klasik dengan lapisan mochi di bagian luarnya. Produk ini memadukan tekstur choux yang ringan, diplomat cream yang lembut dan creamy, serta mochi outer layer yang chewy dalam satu gigitan. Tidak hanya menghadirkan rasa yang lezat, Moochies juga menawarkan tampilan yang modern sehingga cocok dijadikan camilan, dessert, maupun hadiah. Melalui perpaduan ini, Moochies diharapkan dapat memberikan cara baru dalam menikmati kue sus dengan sensasi yang lebih unik dan sesuai dengan tren kuliner masa kini.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-7879\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-16.jpg\" alt=\"\" width=\"264\" height=\"284\" \/><\/p>\n<p>Kemudian, kami telah membuat analisis pasar menggunakan metode TAM, SAM, dan SOM, Moochies memiliki peluang pasar yang cukup besar di Indonesia. Total <em>Addressable Market<\/em> (TAM) untuk kategori dessert premium diperkirakan mencapai Rp15\u201325 triliun per tahun, didorong oleh meningkatnya tren makanan kekinian dan tingginya pengaruh media sosial terhadap preferensi konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap produk dessert inovatif terus berkembang dan membuka peluang bagi Moochies untuk memasuki pasar tersebut.<\/p>\n<p>Pada tingkat <em>Serviceable Addressable Market <\/em>(SAM), target pasar Moochies difokuskan pada konsumen usia 17\u201335 tahun, terutama Gen Z dan milenial di kota besar serta area kampus dan perkantoran. Kelompok konsumen ini cenderung aktif mengikuti tren makanan terbaru dan memiliki ketertarikan terhadap dessert modern dengan kombinasi rasa dan tekstur yang unik. Dengan karakter produk yang lembut, chewy, dan creamy dalam satu gigitan, Moochies dinilai sesuai dengan preferensi target pasar tersebut.<\/p>\n<p>Sementara itu, berdasarkan perhitungan Serviceable Obtainable Market (SOM), Moochies menargetkan penjualan sekitar 80\u2013150 pcs per bulan dengan rentang harga Rp18.000\u2013Rp22.000 per produk. Penjualan direncanakan dilakukan melalui sistem pre-order, media sosial seperti Instagram dan WhatsApp, serta bazaar kampus untuk menjangkau konsumen secara lebih efektif. Dari target tersebut, Moochies diperkirakan dapat memperoleh omzet sekitar Rp8\u201314 juta pada tahun pertama dengan potensi repeat buyer sebesar 20\u201330% dari pelanggan sebelumnya.<\/p>\n<p>Target pasar Moochies mencakup konsumen yang berada di kota-kota besar, area kampus, dan kawasan perkantoran. Dari sisi demografis, produk ini mentargetkan pria dan wanita berusia 17 hingga 35 tahun, terutama mahasiswa, pekerja kantoran, dan freelancer. Secara psikografis, konsumen yang menjadi sasaran adalah individu yang menyukai jajanan kekinian, aktif di media sosial, serta memiliki ketertarikan terhadap makanan dengan tampilan estetik. Selain itu, mereka cenderung membeli produk yang praktis, menarik secara visual, dan sering tertarik pada promo maupun tren kuliner yang sedang populer. Nilai utama yang ditawarkan oleh Moochies terletak pada keunikan produknya. Mochi creampuff menghadirkan kombinasi dua jenis dessert yang menghasilkan sensasi rasa dan tekstur berbeda dibandingkan produk sejenis di pasaran. Selain itu, tampilannya yang menarik menjadikan produk ini cocok untuk dijadikan camilan, dessert, hadiah, maupun sajian pada berbagai acara. Dengan mengikuti perkembangan tren dessert modern, Moochies berupaya memberikan pengalaman konsumsi yang tidak hanya lezat tetapi juga berkesan bagi pelanggan. Dalam menjangkau konsumennya, Moochies memanfaatkan berbagai saluran distribusi dan pemasaran. Media sosial seperti Instagram dan TikTok digunakan sebagai sarana utama untuk promosi, membangun kesadaran merek, serta berinteraksi dengan pelanggan. Platform tersebut dimanfaatkan untuk menampilkan foto dan video produk yang menarik secara visual sehingga mampu membangun daya tarik konsumen sejak pertama kali melihat produk. Selain itu, Moochies juga secara rutin membuat konten teaser, proses pembuatan produk <em>(behind the scenes),<\/em> serta mengikuti tren dan penggunaan audio viral yang sedang populer untuk meningkatkan jangkauan dan interaksi dengan audiens.<\/p>\n<p>Sistem pemesanan dilakukan melalui pre-order menggunakan WhatsApp dan Instagram sehingga produksi dapat disesuaikan dengan permintaan pasar. Melalui sistem ini, produk dibuat berdasarkan pesanan yang masuk sehingga kualitas dan kesegaran produk dapat lebih terjaga. Pendekatan ini juga membantu perusahaan mengelola kapasitas produksi secara lebih efisien, meminimalkan risiko kelebihan stok, serta mengurangi potensi food waste. Dengan demikian, pelanggan memperoleh produk yang lebih segar, sementara bisnis dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang dimiliki. Selain pemasaran digital, Moochies juga menerapkan strategi pemasaran langsung melalui pembukaan booth pada berbagai kegiatan kampus, bazar, maupun acara komunitas. Kehadiran booth memberikan kesempatan bagi calon pelanggan untuk melihat produk secara langsung, mengenal merek lebih dekat, dan merasakan kualitas produk sebelum melakukan pembelian. Pada acara tertentu, Moochies juga menyediakan tester atau sampel gratis sebagai upaya untuk menarik minat konsumen baru sekaligus membangun kepercayaan terhadap produk yang ditawarkan.<\/p>\n<p>Hubungan dengan pelanggan dibangun melalui komunikasi yang aktif di media sosial, pemberian promo dan diskon, serta pengumpulan umpan balik dari konsumen. Masukan yang diperoleh digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan varian baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus membangun loyalitas terhadap merek Moochies. Untuk menjalankan operasional bisnisnya, Moochies melakukan sejumlah aktivitas utama, yaitu produksi mochi creampuff, pengembangan resep dan varian rasa, pengendalian kualitas produk, pengemasan dan distribusi, serta kegiatan promosi dan pemasaran. Seluruh aktivitas tersebut didukung oleh sumber daya utama berupa bahan baku berkualitas seperti tepung, krim, dan buah-buahan, resep dan formulasi produk yang menjadi keunggulan bisnis, kapasitas produksi sekitar 30 pcs per batch, serta kemasan yang menarik dan fungsional.<\/p>\n<p>Keberlangsungan bisnis Moochies juga didukung oleh kerja sama dengan berbagai mitra strategis. Mitra tersebut meliputi pemasok bahan baku dan kemasan, platform layanan pengiriman seperti GoSend dan Grab, penyelenggara bazar atau event organizer, serta penyedia layanan pembayaran digital seperti QRIS, GoPay, dan OVO. Kolaborasi dengan para mitra ini membantu perusahaan dalam menjaga kelancaran operasional sekaligus meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam bertransaksi.<\/p>\n<p>Dari sisi keuangan, struktur biaya Moochies terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap meliputi sewa tempat, biaya listrik, dan gaji tenaga kerja, sedangkan biaya variabel mencakup pembelian bahan baku, kemasan, serta biaya pengiriman. Selain itu, terdapat biaya pemasaran dan promosi yang digunakan untuk mendukung aktivitas branding dan penjualan produk. Sementara itu, sumber pendapatan utama berasal dari penjualan mochi creampuff dengan kisaran harga Rp18.000 hingga Rp24.000 per buah. Pendapatan tambahan diperoleh dari penjualan paket atau bundle box, pesanan khusus seperti gift box dan hampers, serta peluncuran menu musiman atau edisi terbatas yang dapat meningkatkan minat beli konsumen.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-7880\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-17.jpg\" alt=\"\" width=\"411\" height=\"315\" \/><\/p>\n<p>Selanjutnya, kami juga telah menghitung Cost of Goods Sold (COGS) untuk mengetahui total biaya produksi yang diperlukan dalam menghasilkan satu kemasan Moochies. Berdasarkan perhitungan, biaya produksi produk mencapai Rp16.493 per pcs, biaya kemasan sebesar Rp1.038 per pcs, dan biaya tenaga kerja sebesar Rp2.000 per pcs. Dengan menjumlahkan seluruh komponen biaya tersebut, diperoleh nilai COGS sebesar Rp19.531 per pcs. Hasil ini menjadi dasar dalam penentuan harga jual produk agar dapat menutupi biaya produksi sekaligus memberikan margin keuntungan yang sesuai bagi usaha Moochies kami.<\/p>\n<p>Kemudian, kami melakukan analisis Break Even Point (BEP) untuk mengetahui jumlah penjualan minimum yang harus dicapai agar usaha dapat menutupi seluruh biaya operasional. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Moochies memiliki fixed cost sebesar Rp87.000, variable cost sebesar Rp16.464 per pcs, dan harga jual rata-rata sebesar Rp20.500 per pcs. Dari nilai tersebut diperoleh contribution margin sebesar Rp4.036 per pcs, yang menunjukkan kontribusi setiap produk yang terjual dalam menutupi biaya tetap. Hasil analisis menunjukkan bahwa Moochies perlu menjual 22 pcs untuk mencapai batas minimal penjualan, yaitu kondisi ketika seluruh biaya yang dikeluarkan telah tertutupi oleh pendapatan penjualan. Jika dinyatakan dalam nilai penjualan, BEP tersebut setara dengan Rp451.000, sehingga penjualan di atas nilai tersebut akan mulai menghasilkan keuntungan bagi usaha Moochies.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-7881\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-18.jpg\" alt=\"\" width=\"318\" height=\"277\" \/><\/p>\n<p>Dengan perpaduan tekstur yang unik serta konsep yang inovatif, Moochies diharapkan dapat menghadirkan cara baru dalam menikmati kue sus, sesuai dengan tagline \u201cThe choux you love, now wrapped in mochi\u201d, sehingga setiap gigitan memberikan pengalaman yang familiar namun tetap ada sensasi atau mouthfeel yang berbeda.<\/p>\n<p><strong>References<\/strong><\/p>\n<p>Nazari, J., Yadegari, N., Khodam, S., Almasi-Hashian, A., &amp; Amini, S. (2021). Effect of Consumption of Whole-Wheat Breads on FBS, HbA1c, and Blood Lipids in Patients with Type 2 Diabetes. Preventive Nutrition and Food Science, 26(3), 269\u2013274.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Anggota Kelompok :<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Jesselynn Simon<\/li>\n<li>Liviana Natania<\/li>\n<li>Nadya Rahma Shihab<\/li>\n<li>Wie Tasya<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Dosen Pengampu :<\/strong> Roni Heryatno, S. E., M. M<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan tren kuliner modern mendorong munculnya berbagai inovasi dessert yang tidak hanya berfokus pada rasa, tetapi juga tekstur dan tampilan yang menarik. Salah satu tren yang sedang populer saat ini adalah penggunaan mochi dalam berbagai jenis makanan, mulai dari es krim, roti, hingga pastry dan cake. Karakter mochi yang lembut, kenyal, dan sedikit manis membuatnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":7881,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-7876","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7876","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7876"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7876\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7882,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7876\/revisions\/7882"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7881"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}