{"id":5472,"date":"2024-08-14T11:17:19","date_gmt":"2024-08-14T04:17:19","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=5472"},"modified":"2024-08-14T11:17:19","modified_gmt":"2024-08-14T04:17:19","slug":"awal-mula-bisnis-hoffee-sampai-pemasaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2024\/08\/14\/awal-mula-bisnis-hoffee-sampai-pemasaran\/","title":{"rendered":"AWAL MULA BISNIS HOFFEE SAMPAI PEMASARAN"},"content":{"rendered":"<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Awal Ide<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Bisnis Hoffee dimulai dari sebuah percakapan didalam kelas. Saat itu kami sedang mengikuti pembelajaran tentang Coffee Art &amp; Entrepreneurship. Karena mendapatkan informasi bahwa kami harus membuat suatu produk yang nanti perlu dijual sebagai salah satu penilaian untuk mata kuliah Coffee Art &amp; Entrepreneurship. Kamipun melontarkan ide-ide yang realistis dan masuk akal sampai kami akhirnya setuju untuk membuat produk yaitu selai kopi. Setelah menemukan ide selanjut nya yaitu menentukan suatu nama brand. Dari sinilah ide awal Hoffee lahir.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Riset dan Pengembangan Produk<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah ide tersebut tercetus, langkah pertama yang diambil adalah melakukan riset pasar. Kami ingin mengetahui apakah ada permintaan untuk produk seperti ini dan siapa saja pesaing potensial di pasar. Kami melakukan survei, wawancara dengan sesama pecinta kopi, dan menganalisis tren konsumsi kopi. Dari riset ini, kami menemukan bahwa banyak orang yang menginginkan cara lain untuk menikmati kopi. Selanjutnya, kami mulai bereksperimen dengan berbagai jenis biji kopi, metode pembuatan, dan kombinasi rasa. Banyak percobaan gagal dalam pembuatan produk ini. Setelah beberapa bulan pengujian dan penyempurnaan, kami akhirnya berhasil membuat produk yang kita namai Hoffee Jam.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Strategi Pemasaran<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan produk yang siap dipasarkan, tim Hoffee mulai merancang strategi pemasaran. Kami memanfaatkan media sosial dan koneksi yang ada untuk mempromosikan brand dan menjangkau audiens yang lebih luas. Kami juga mengadakan acara peluncuran secara offline di Binus Anggrek Kemanggisan Entre Corner, untuk melakukan tes market produk Hoffee kepada publik.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Hasil Tes Market<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Hoffee diluncurkan dengan respon yang sangat positif dari pasar. Banyak pelanggan yang memberikan umpan balik positif tentang kualitas produk kami dan pengalaman keseluruhan yang ditawarkan oleh Hoffee. Penjualan awal melebihi ekspektasi, bahkan kami sempat mendapatkan pesanan meskipun produk kami sudah habis. Melihat kesuksesan awal ini, Hoffee berencana untuk terus mengembangkan produk kami, menambah varian baru, dan memperluas jangkauan pasar mereka. Mereka juga terus berinovasi dengan mencari cara-cara baru untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan menjaga kualitas produk mereka.<\/p>\n<pre>Nama Anggota :\r\nHelmy Wijaya - 2602096640 \r\nVallencia Ricca Widjaja - 2602090321\r\nVittorio Kuonadi Karimun Lie - 2602067741 \r\nNicho Ras - 2602136171\r\nFernand Jetshen Clevanno - 2602096634 \r\nJenny Chin Jie Yi - 2702463635\r\n\r\nEmail :\u00a0<a href=\"mailto:hoffeecoffee.team@gmail.com\">hoffeecoffee.team@gmail.com<\/a>\r\nInstagram : @_hoffee_\r\nVideo Link: <u>Goo<\/u>g<u>le<\/u> <u>Drive<\/u><\/pre>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Awal Ide Bisnis Hoffee dimulai dari sebuah percakapan didalam kelas. Saat itu kami sedang mengikuti pembelajaran tentang Coffee Art &amp; Entrepreneurship. Karena mendapatkan informasi bahwa kami harus membuat suatu produk yang nanti perlu dijual sebagai salah satu penilaian untuk mata kuliah Coffee Art &amp; Entrepreneurship. Kamipun melontarkan ide-ide yang realistis dan masuk akal sampai kami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-5472","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5472","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5472"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5472\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5473,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5472\/revisions\/5473"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5472"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5472"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5472"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}