{"id":5337,"date":"2024-08-09T09:37:54","date_gmt":"2024-08-09T02:37:54","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=5337"},"modified":"2024-08-09T09:37:54","modified_gmt":"2024-08-09T02:37:54","slug":"peasky-cendol","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2024\/08\/09\/peasky-cendol\/","title":{"rendered":"PEASKY CENDOL"},"content":{"rendered":"<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Problem dan Solusi<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Di era globalisasi yang serba cepat ini, anak-anak muda Indonesia semakin jarang menikmati makanan tradisional dan lebih tertarik pada makanan cepat saji dan kuliner internasional. Fenomena ini sangat memprihatinkan karena mengancam keberlanjutan warisan kuliner nusantara yang kaya dan beragam. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memberikan sentuhan modern pada makanan tradisional, sehingga lebih menarik bagi generasi muda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ide kami didasarkan atas cuaca panas pada tahun 2023 yang mencapai 1,45\u2103, dan keinginan kami meningkatkan pengetahuan Masyarakat dengan cendol, minuman tradisional Indonesia. Dasar <em>problem <\/em>kami adalah banyaknya kandungan gula dalam minuman boba atau minuman manis lainnya yang dapat meningkatkan risiko terkena diabetes, dan banyaknya generasi Indonesia yang tidak mengenal cendol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kami memperkenalkan &#8220;Peasky Cendol,&#8221; sebuah inovasi dari cendol tradisional yang telah dimodernisasi. Peasky Cendol hadir dengan berbagai modifikasi yang tetap mempertahankan esensi dari cendol, namun memberikan pengalaman rasa yang lebih segar dan sesuai dengan selera anak muda masa kini. Sebagai pengganti gula aren, kami menggunakan saus karamel yang memberikan cita rasa manis yang lembut dan khas. Susu kedelai menggantikan santan, memberikan tekstur yang <em>creamy <\/em>namun lebih ringan dan sehat. Selain itu, ekstrak bunga telang digunakan sebagai pengganti daun suji, memberikan warna biru alami yang menarik serta manfaat kesehatan tambahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan kombinasi bahan-bahan ini, Peasky Cendol tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga inovasi dan estetika yang menarik. Kami berharap melalui inovasi ini, generasi muda dapat kembali menikmati dan menghargai kekayaan kuliner tradisional Indonesia. Selain itu, Peasky Cendol juga diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana makanan tradisional dapat berkembang dan tetap relevan di tengah perubahan zaman, sehingga warisan kuliner kita dapat terus dilestarikan dan dinikmati oleh berbagai generasi mendatang.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Keunggulan Produk<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Peasky cendol memiliki beberapa keunggulan yang dapat membedakan produk kami dari kompetitor lainnya. Pertama, produk kami sangat inovatif dengan menambahkan <em>modern twist <\/em>pada jajanan tradisional khas Indonesia. Peasky cendol menggunakan saus karamel sebagai pengganti gula aren untuk memberi rasa yang berbeda dari cendol lainnya. Kami juga menggunakan susu kedelai sebagai pengganti santan, yang memiliki kandungan lemak yang lebih rendah. Penambahan ekstrak bunga telang pada cendol tidak hanya memberikan warna yang cantik dan berbeda, tapi juga menambahkan kandungan antioksidan yang dapat berperan sebagai <em>anti-aging <\/em>dan <em>anti-cancer<\/em>. Harga yang kami tetapkan juga sangat bersaing dan cenderung jauh lebih murah dibandingkan minuman- minuman kekinian lainnya. Keunggulan kami juga terdapat pada packaging yang kami gunakan. Kami menggunakan maskot beruang yang diaplikasikan pada tutup gelas kami yang berbentuk kuping beruang. Hal ini dapat menjadi daya tarik, khususnya untuk anak- anak muda.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Link Youtube &amp; Gdrive<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Video kegiatan kami selama proses pembuatan dan proses penjualan di <em>Entre Corner <\/em>dan <em>Binus Festival <\/em>dapat dilihat pada link youtube berikut ini: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=j-qWacDVEEI\">https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=j-qWacDVEEI<\/a> <a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1DzgdWJDCuPbwDZjqyXClgeLaiW5rob8e\/view?usp=sharing\">https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1DzgdWJDCuPbwDZjqyXClgeLaiW5rob8e\/view?usp=sh<\/a> <a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1DzgdWJDCuPbwDZjqyXClgeLaiW5rob8e\/view?usp=sharing\">aring<\/a><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Sumber Daya<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam pembuatan cendol telang, terdapat berbagai sumber daya yang dibutuhkan meliputi, bahan baku, peralatan, tenaga kerja, lokasi, dan modal usaha. Adapun bahan baku yang digunakan meliputi, bunga telang, tepung beras, air, susu kedelai, agar tanpa rasa (Nutrijell), dan saus karamel. Berbagai peralatan yang menjadi sumber daya yaitu, pencetak cendol, panci, kompor, dan wadah pengemasan. Untuk tenaga kerja diperlukan untuk proses produksi dan untuk berjualan. Lokasi diperlukan untuk proses produksi sebagai dapur dan tempat untuk berjualan. Modal yang dibutuhkan digunakan untuk dana awal pembelian bahan serta peralatan.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Biaya Produksi<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Biaya produksi yang dikeluarkan selama proses pembuatan cendol dapat dilihat pada <strong>Tabel 1.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Tabel 1. <\/strong>Biaya Produksi<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"201\"><strong>Nama<\/strong><\/td>\n<td width=\"200\"><strong>Jumlah<\/strong><\/td>\n<td width=\"200\"><strong>Harga<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\">Sendok<\/td>\n<td width=\"200\">100 pcs<\/td>\n<td width=\"200\">20.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\">Botol<\/td>\n<td width=\"200\">100 pcs<\/td>\n<td width=\"200\">100.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\">Agar tanpa rasa (Nutrijell)<\/td>\n<td width=\"200\">20 pcs<\/td>\n<td width=\"200\">128.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\">Tepung beras<\/td>\n<td width=\"200\">3 pack<\/td>\n<td width=\"200\">24.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\">Susu kedelai<\/td>\n<td width=\"200\">20 L<\/td>\n<td width=\"200\">580.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\">Sedotan<\/td>\n<td width=\"200\">100 pcs<\/td>\n<td width=\"200\">20.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\">Saus karamel<\/td>\n<td width=\"200\">8 pcs<\/td>\n<td width=\"200\">214.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\">Tutup<\/td>\n<td width=\"200\">100 pcs<\/td>\n<td width=\"200\">59.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\"><em>Cup holder<\/em><\/td>\n<td width=\"200\">100 pcs<\/td>\n<td width=\"200\">32.500<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\">Bunga telang<\/td>\n<td width=\"200\">1 pack<\/td>\n<td width=\"200\">21.620<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\">Es batu<\/td>\n<td width=\"200\">2 pack<\/td>\n<td width=\"200\">30.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\">Gas<\/td>\n<td width=\"200\">2 tabung<\/td>\n<td width=\"200\">52.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\">Transportasi<\/td>\n<td width=\"200\">&#8211;<\/td>\n<td width=\"200\">26.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\">Air<\/td>\n<td width=\"200\">7 L<\/td>\n<td width=\"200\">12.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" width=\"401\"><strong>Total<\/strong><\/td>\n<td width=\"200\"><strong>1.319.120<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify\">Dari semua biaya produksi yang sudah dikeluarkan, terdapat beberapa barang yang tidak dipakai sepenuhnya atau sisa dari penjualan, seperti sendok, botol, sedotan, tutup, dan <em>cup holder.<\/em><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Supply Chain<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Gambar supply chain dapat dilihat pada <strong>Gambar 1<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-5338\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/hh.jpg\" alt=\"\" width=\"268\" height=\"149\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Gambar 1. <\/strong><em>Supply Chain <\/em>Peasky Cendol<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk memperjelas <em>supply chain <\/em>Peasky Cendol dapat dilihat pada <strong>Diagram 1<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5339\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Screenshot-2246.png\" alt=\"\" width=\"465\" height=\"151\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Diagram 1. <\/strong>Supply Chain Peasky Cendol Diagram<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada tahap <em>pre-purchase<\/em>, kelompok kami akan melakukan proses diskusi dan observasi terkait dengan kualitas, harga, dan kecocokan bahan baku terhadap produk kami. Observasi kami dilakukan dengan mendatangi toko penjualan, seperti penjualan susu kacang untuk memperhatikan sanitasi pada toko, dan proses pembuatannya.\u00a0 Setelah mendiskusikan dan observasi dengan kelompok, kami akan melakukan tahap <em>purchase <\/em>yakni tahap pembelian bahan baku utama, seperti susu kedelai, tepung, air, bunga telang, caramel, <em>packaging<\/em>, es batu dan cetakan cendol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada tahap <em>Pre-Sale <\/em>(Open PO) kami membuka PO dengan memberikan link melalui media sosial instagram kami (@peasky.cendol) dan masing-masing Instagram anggota kelompok. Kami juga memberikan link form kepada group untuk menyebarluaskan informasi <em>pre-sale <\/em>peasky cendol. Pada hari sebelum penjualan, kami akan mulai membuat cendol untuk memastikan kualitas cendol yang masih baik dan segar. Proses pembuatan cendol dapat dimulai dengan membuat adonan cendol lalu disaring dan dipanaskan pada suhu rendah hingga mengental. Lalu setelah mengental adonan akan dimasukkan ke dalam cetakan cendol dan dikeluarkan kepada air es sehingga terbentuk tekstur yang padat dan tidak mudah rusak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Proses penjualan kami dilakukan pada dua acara yakni Entre Coner dan Binus Festival. Proses penjualan Entre Corner kami dilakukan pada hari jumat dan sabtu 3-4 Mei 2024. Jumlah produk dalam entre corner yang terjual sebanyak 32 buah, dan pada penjualan Bifest yang dilakukan pada 15 Mei 2024 terjual sebanyak 42 buah peasky cendol. Terdapat beberapa konsumen kami yang membutuhkan pengantaran langsung, sehingga kami mengantarkannya dengan menggunakan transportasi mobil. Setelah proses penjualan selesai, kami memulai evaluasi mengenai kas masuk dan kas keluar selama proses penjualan. Kami mengamati <em>feedback <\/em>masing-masing konsumen dengan baik dan mencoba memperbaikinya pada kesempatan kemudian hari. Evaluasi kami dilakukan dengan menggunakan <em>Feedback Grid.<\/em><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>BMC<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Business Model Canvas <\/em>dari produk Peasky Cendol dapat dilihat pada <strong>Tabel 1.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-5340\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/HH2.jpg\" alt=\"\" width=\"414\" height=\"201\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/HH2.jpg 924w, https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/HH2-640x311.jpg 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 414px) 100vw, 414px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Tabel 1. <\/strong><em>Business Model Canvas<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Customer segments <\/em>peasky cendol kami merupakan orang yang menerapkan pola hidup sehat, pecinta dessert dan pecinta Makanan tradisional Indonesia. <em>Value propositions <\/em>kami yakni menggunakan bunga telang dalam memberikan warna biru alami yang menarik, susu kedelai sebagai pengganti santan sehingga memberikan pilihan yang lebih sehat dengan nilai gizi yang lebih tinggi. Kami juga mengganti gula jawa dengan <em>salted caramel <\/em>memberikan pengalaman baru dari penyantapan cendol pada konsumen. Penggunaan <em>salted caramel <\/em>mengurangi kadar gula pada cendol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Channel <\/em>kami menggunakan ojek <em>online <\/em>(gojek&amp;grab), <em>offline store, food bazaar <\/em>seperti Binus Festival, Instagram, shopee dan tiktok<em>. Customer relationship <\/em>menyangkut kotak kritik dan saran, berinteraksi dengan consumer pada sosial media (Instagram dan email), memberikan diskon sebesar 10% terhadap consumer dengan syarat memfollow Instagram, meminta testimoni dari customer<em>. Revenue streams <\/em>kami berasal dari penjualan utama cendol, <em>franchise <\/em>cendol dimasa yang akan datang, dan reseller.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Key resources <\/em>kami berasal dari mesin, sumber daya manusia, bahan baku dan modal. <em>Key activities <\/em>kami melibatkan pengadaan bahan baku dan produksi, penjualan dan pemasaran, pemasaran online. <em>Key partner <\/em>dari produk kami adalah <em>leaf organic<\/em>, Kuo Wang Minuman sehat alami, toko sembako, <em>marketplace <\/em>dan kurir. <em>Leaf organic <\/em>merupakan sumber bunga telang yang digunakan dalam memberikan khasiat cendol dan menghasilkan warna biru yang indah. Kuo Wang merupakan sumber susu kedelai yang digunakan dalam cendol. Toko sembako digunakan dalam membeli keperluan lain seperti tepung, air, es batu dan lainnya. Proses distribusi dari leaf organic ataupun bahan lain dengan menggunakan kurir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Cost structure <\/em>kami melibatkan harga total dari penggunaan cendol (bahan utama), gelas, tutup plastik, holder, sendok, peralatan <em>ice box, logo<\/em>, sewa tempat, biaya Listrik &amp; air dengan harga jual 500 ml cendol berupa Rp. 17.000,0.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Screenshot Bisanara<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Bukti bahwa BISANARA produk Peasky Cendol sudah Aktif dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-5341\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/hh3.jpg\" alt=\"\" width=\"354\" height=\"166\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/hh3.jpg 785w, https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/hh3-640x300.jpg 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 354px) 100vw, 354px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Gambar 1. <\/strong>Bukti BISANARA Profile Peasky Cendol<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-5342\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/hh4.jpg\" alt=\"\" width=\"341\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/hh4.jpg 771w, https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/hh4-640x327.jpg 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 341px) 100vw, 341px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Gambar 2. <\/strong>Bukti BISANARA Produk<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Foto Pameran<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Foto Pameran pada Entre Corner dapat dilihat Pada <strong>Gambar 3. <\/strong>Sedangkan Pameran pada Binus Festival dapat dilihat pada <strong>Gambar 4.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-5343\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Screenshot-2247.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Gambar 3. <\/strong>Hasil Pameran Entre Corner<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-5344\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Screenshot-2248.png\" alt=\"\" width=\"287\" height=\"365\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Gambar 4. <\/strong>Hasil Pameran Binus Festival<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Feedback Grid<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Berdasarkan feedback yang kami peroleh dari penjualan Peasky Cendol pada entre corner dan bifest, kami mendapatkan 31 respon dari google form yang kami berikan dan beberapa feedback secara verbal. Dari feedback-feedback yang kami dapatkan, dapat disimpulkan bahwa produk cendol kami memiliki rasa kedelai yang pas, rasa manis yang pas, rasa cendol yang unik, dan teksturnya yang kenyal, selain itu feedback tersebut menyarankan beberapa hal yang dapat ditingkatkan dalam produk cendol kami, seperti membuat variasi produk yang baru, meningkatkan rasa manis cendol, dan menggunakan gula merah. Dengan mempertimbangkan feedback-feedback yang diberikan, kami dapat meningkatkan kualitas dari produk kami, sehingga dapat lebih memenuhi keinginan dari customer.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Reflections<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Produk kami merupakan produk Cendol yang telah dimodifikasi dengan mengikuti tren untuk memberikan pengalaman unik terhadap para <em>customer<\/em>. Komponen produk kami adalah cendol yang diberikan ekstrak bunga telang sehingga memberikan warna biru cerah yang menarik, susu kedelai sebagai pengganti santan, dan caramel sebagai pengganti gula aren. Ide produk kami didasarkan dengan keinginan membantu customer mengenal kebudayaan Indonesia, mengurangi konsumsi gula yang tinggi, dan memberikan variasi rasa terbaru. Tujuan utama kami dalam membuat produk ini adalah untuk meningkatkan tingkat kepuasan konsumen dengan memberikan minuman pelepas dahaga selama musim panas ini. Proses pembuatan cendol kami pada awalnya memberikan hasil yang kurang memuaskan dikarenakan warna biru dan warna kuah yang sulit dibedakan dan kurang menarik, sehingga pada percobaan yang kedua, kami menambahkan ekstrak bunga telang sehingga meningkatkan warna biru cerah pada produk dan mengganti susu kedelai yang berwarna putih sehingga didapatkann gradasi warna biru, caramel, dan susu kedelai yang putih. Kami melakukan percobaan kami di laboratorium <em>Food Processing <\/em>untuk mengefisiensikan waktu dan mempermudah proses distribusi pada waktu penjualan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kami melakukan penjualan pada entre corner dari tanggal 3 mei hingga 4 mei 2024, dan dilanjutkan dengan Binus Festival pada tanggal 15 Mei. Selama kegiatan Entre Corner, kami mengalami kekurangan produk dikarenakan proses pembuatan yang hanya sedikit, oleh sebab itu pada Binus Festival kami menyediakan 2x lipat produk dibandingkan entre corner. Pada proses penjualan juga terdapat kesalahan ukuran sendok dan sedotan sehingga sulit untuk dikonsumsi, maka kelompok kami bersepakat untuk membeli ukuran sendok dan sedotan yang lebih panjang sehingga mempermudah pengonsumsian cendol kami. Selain itu, kami kehabisan stok gula di akhir penjualan Binus Festival, sehingga kami harus menambahkan saus karamel yang lebih banyak kedalamnya. Adanya perubahan pada produk kami membuktikan bahwa, produk akhir yang kami jual tidak benar-benar sama dengan rancangan awal produk kami. Namun, dengan perubahan tersebut membuat produk kami menjadi lebih baik yang dibuktikan dengan <em>feedback <\/em>yang kami dapatkan. Proses pembuatan cendol kami dilakukan secara mandiri, yakni tidak berasal dari supplier, dan hanya mengambil bahan caramel dan susu kedelai dari supplier. Hal ini kami lakukan untuk memberikan cita rasa dan keunikan produk kami terhadap konsumen.<\/p>\n<pre>Nama MataKuliah: ENTR6511001\/Entrepreneurship: Market Validation\r\nKode Kelas LB46\r\nJurusan Food Technology\r\n\r\nNama Anggota:<\/pre>\n<ol>\n<li>\n<pre>2602097315 - Adisti Nurfarida<\/pre>\n<\/li>\n<li>\n<pre>2602096685 - Amelia Rosalyn<\/pre>\n<\/li>\n<li>\n<pre>2602096602 - Nathania Adlyn<\/pre>\n<\/li>\n<li>\n<pre>2602095940 - Vina Agatha<\/pre>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>D5651 &#8211; Rosalin Ayal, S.E., M.M<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Problem dan Solusi Di era globalisasi yang serba cepat ini, anak-anak muda Indonesia semakin jarang menikmati makanan tradisional dan lebih tertarik pada makanan cepat saji dan kuliner internasional. Fenomena ini sangat memprihatinkan karena mengancam keberlanjutan warisan kuliner nusantara yang kaya dan beragam. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memberikan sentuhan modern pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-5337","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5337"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5337\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5348,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5337\/revisions\/5348"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}