{"id":5218,"date":"2024-08-07T15:15:20","date_gmt":"2024-08-07T08:15:20","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=5218"},"modified":"2024-08-07T15:15:20","modified_gmt":"2024-08-07T08:15:20","slug":"bedah-bisnis-menggunakan-business-model-canvas-restoran-waralaba-cepat-saji-mcdonalds","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2024\/08\/07\/bedah-bisnis-menggunakan-business-model-canvas-restoran-waralaba-cepat-saji-mcdonalds\/","title":{"rendered":"Bedah Bisnis Menggunakan Business Model Canvas:  Restoran Waralaba Cepat Saji McDonald\u2019s"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">McDonald&#8217;s merupakan restoran cepat saji yang awalnya didirikan oleh Richard dan Maurice McDonald di San Bernardino, California dengan konsep <em>Speedee<\/em> Service System yang mereka perkenalkan, yang kemudian menjadi fondasi bagi model bisnis <em>fast food<\/em> modern. McDonald&#8217;s kemudian dikembangkan oleh Ray Kroc dengan membangun jaringan waralaba yang luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-5219\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/i.png\" alt=\"\" width=\"241\" height=\"161\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/i.png 448w, https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/i-199x132.png 199w\" sizes=\"auto, (max-width: 241px) 100vw, 241px\" \/><\/p>\n<p style=\"margin: 0cm 0cm 0.0001pt;text-align: center\" align=\"center\">Sumber: antaranews.com<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"center\">\n<p style=\"text-align: justify\">Waralaba (<em>franchise<\/em>) adalah sebuah sistem bisnis di mana pemilik merek dagang (<em>franchisor<\/em>) memberikan izin kepada pihak lain (<em>franchisee<\/em>) untuk menggunakan merek dagang, sistem bisnis, produk, atau jasa yang dimilikinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Apa perbedaan model bisnis antara <em>franchisor<\/em> dan <em>franchisee<\/em> McDonald\u2019s?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Business Model Canvas dapat membantu dalam menganalisis model bisnis. Business Model Canvas (BMC) itu sendiri merupakan alat manajemen strategis yang digunakan untuk merancang, menganalisis, dan mengkomunikasikan model bisnis yang terdiri dari sembilan elemen utama yang saling terkait.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" align=\"center\">Value propositions atau penawaran nilai merupakan produk dan layanan yang ditawarkan McDonald\u2019s untuk memenuhi kebutuhan atau menyelesaikan masalah pelanggan. <em>Franchisor<\/em> dan <em>franchisee<\/em> McDonald\u2019s memiliki penawaran nilai yang sama pada: menu makanan cepat saji umumnya berupa burger, kentang goreng, ayam goreng kriuk, es krim, dan minuman bersoda (<a href=\"https:\/\/www.mcdonalds.co.id\/menu\">https:\/\/www.mcdonalds.co.id\/menu<\/a>); konsistensi kualitas menu dan layanan; layanan cepat saji yang nyaman dan efisien; beragam pilihan menu yang terus diperbarui sesuai tren dan kebutuhan pelanggan; serta lingkungan yang bersih, nyaman, dan ramah keluarga. Namun, <em>franchisor<\/em> McDonald\u2019s memiliki penawaran lainnya yang bukan untuk konsumen akhir, tetapi untuk <em>franchisee<\/em>, berupa akses ke merek global yang sangat dikenal dan dihargai oleh konsumen di seluruh dunia; proses bisnis, resep, dan prosedur operasional yang sudah teruji dan terstandarisasi untuk memastikan konsistensi dan efisiensi; pelatihan awal dan berkelanjutan, serta dukungan manajerial dan operasional; akses ke inovasi produk dan strategi pemasaran yang terus dikembangkan; dukungan kampanye pemasaran nasional dan global yang membantu menarik pelanggan ke restoran; manfaat dari skala ekonomi yang memungkinkan harga bahan baku dan perlengkapan yang lebih kompetitif; serta penjualan bahan baku, peralatan, dan produk dengan standar kualitas yang tinggi; memberikan akses lokasi strategis dan meminimalkan risiko operasional bagi <em>franchisee<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Customer segments atau segmen pelanggan, merupakan kelompok orang yang ditargetkan atau dilayani oleh McDonald\u2019s, di mana pelanggan <em>franchisee<\/em> adalah konsumen akhir, sedangkan pelanggan <em>franchisor<\/em> adalah konsumen akhir dan <em>franchisee<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Channels atau saluran, merupakan cara produk dan layanan disampaikan McDonald\u2019s kepada pelanggan yang dapat berupa cara penyampaian, evaluasi, pembayaran, pengantaran, dan umpan balik, di mana saluran untuk <em>franchisee<\/em> adalah restoran fisik, drive-thru, layanan pengiriman, aplikasi, dan situs web untuk pemesanan online. Sedangkan saluran untuk <em>franchisor<\/em> adalah yang telah dijabarkan pada saluran <em>franchisee<\/em> untuk konsumen akhir, ditambah konferensi dan seminar waralaba, situs web resmi dan portal, serta jaringan dukungan operasional regional untuk <em>franchisee<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Customer relationship atau hubungan pelanggan, merupakan hubungan yang dibangun dan dipelihara dengan segmen pelanggan tertentu, di mana hubungan yang dibangun dan dipelihara oleh <em>franchisee<\/em> dengan konsumen akhir adalah program loyalitas pelanggan, layanan pelanggan yang responsif, dan interaksi melalui media sosial dan kampanye pemasaran. Sedangkan hubungan yang dibangun dan dipelihara oleh <em>franchisor<\/em> adalah yang telah dijabarkan untuk <em>franchisee<\/em> pada konsumen akhir, ditambah dukungan dan pelatihan berkelanjutan, program pengembangan bisnis, dan sistem manajemen hubungan dari <em>franchisor<\/em> untuk <em>franchisee<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Revenue streams atau arus pendapatan, merupakan cara pendapatan dari setiap segmen pelanggan, di mana pendapatan dari konsumen akhir bagi <em>franchisee<\/em> dan <em>franchisor<\/em> berasal dari penjualan makanan cepat saji, dengan tambahan bagi <em>franchisor<\/em> dari <em>franchisee<\/em> berupa biaya awal waralaba, royalti berdasarkan penjualan, pendapatan dari penjualan bahan baku dan perlengkapan, serta pendapatan dari sewa properti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Key resources atau sumber daya utama, merupakan aset tangible atau intangible penting yang diperlukan untuk membuat dan menawarkan proposisi nilai, serta menjalankan model bisnis, di mana sumber daya utama yang dibutuhkan <em>franchisee<\/em> adalah hak waralaba dan merek McDonald&#8217;s, lokasi restoran, staf dan tim operasional, modal awal dan investasi, serta akses ke sistem dan prosedur McDonald&#8217;s. Sementara sumber daya utama yang dibutuhkan <em>franchisor<\/em> adalah merek dan reputasi global, sistem operasional dan prosedur terstandarisasi, inovasi produk dan pemasaran, jaringan pemasok dan skala ekonomi, dukungan dan pelatihan, serta real estate dan properti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Key activities atau aktivitas utama, merupakan kegiatan yang paling penting untuk menjalankan model bisnis, di mana kegiatan yang paling penting bagi <em>franchisee<\/em> adalah operasional restoran, pelayanan pelanggan, pengelolaan staf, pelaksanaan promosi dan pemasaran lokal, pengelolaan inventaris dan bahan baku, serta kepatuhan terhadap standar McDonald&#8217;s. Sementara kegiatan yang paling penting bagi <em>franchisor<\/em> adalah pengembangan dan pemeliharaan merek, inovasi produk dan menu, pelatihan dan dukungan untuk <em>franchisee<\/em>, manajemen jaringan pemasok, manajemen real estate dan penyewaan lahan, serta standarisasi dan kepatuhan operasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Key partnerships atau kemitraan utama, merupakan jaringan mitra dan pemasok yang membantu bisnis berjalan, di mana mitra utama <em>franchisee<\/em> adalah <em>franchisor<\/em> (McDonald&#8217;s Corporation), pemasok lokal, komunitas lokal dan organisasi, pemasok peralatan dan layanan, serta agen pemasaran lokal. Sementara jaringan mitra dan pemasok <em>franchisor<\/em> adalah <em>franchisee<\/em>, pemasok bahan baku, pengelola properti dan real estate, tim R&amp;D dan inovasi, agen pemasaran dan periklanan, serta lembaga keuangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Cost structure atau struktur biaya, merupakan biaya-biaya yang timbul dalam mengoperasikan model bisnis, di mana biaya-biaya yang timbul bagi <em>franchisee<\/em> adalah biaya lisensi dan royalti, sewa lokasi, gaji dan biaya karyawan, bahan baku dan inventaris, biaya operasional harian, serta pemasaran dan promosi lokal. Sementara biaya-biaya yang timbul bagi <em>franchisor<\/em> adalah pengembangan dan pemeliharaan merek, riset dan pengembangan (R&amp;D), dukungan dan pelatihan <em>franchisee<\/em>, manajemen real estate dan penyewaan lahan, operasional korporat, serta manajemen jaringan pemasok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berdasarkan pembahasan model bisnis menggunakan BMC, diketahui bahwa perbedaan model bisnis antara <em>franchisor<\/em> dan <em>franchisee<\/em> McDonald\u2019s adalah pada fokusnya, di mana fokus <em>franchisor<\/em> utamanya adalah mengembangkan jaringan dengan memberdayakan <em>franchisee<\/em>, sementara fokus <em>franchisee<\/em> adalah operasionalisasi dengan melayani konsumen akhir secara lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perhatikan model bisnis <em>franchisor<\/em>, mengapa <em>franchisee<\/em> berperan sebagai customer sekaligus key partner?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>McDonald&#8217;s merupakan restoran cepat saji yang awalnya didirikan oleh Richard dan Maurice McDonald di San Bernardino, California dengan konsep Speedee Service System yang mereka perkenalkan, yang kemudian menjadi fondasi bagi model bisnis fast food modern. McDonald&#8217;s kemudian dikembangkan oleh Ray Kroc dengan membangun jaringan waralaba yang luas. Sumber: antaranews.com Waralaba (franchise) adalah sebuah sistem bisnis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-5218","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5218","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5218"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5218\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5221,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5218\/revisions\/5221"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5218"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5218"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5218"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}