{"id":4986,"date":"2024-07-17T16:26:26","date_gmt":"2024-07-17T09:26:26","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=4986"},"modified":"2024-07-17T16:26:26","modified_gmt":"2024-07-17T09:26:26","slug":"dorongan-expert-dalam-mengembangkan-bisnis-beeswrap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2024\/07\/17\/dorongan-expert-dalam-mengembangkan-bisnis-beeswrap\/","title":{"rendered":"Dorongan Expert dalam Mengembangkan Bisnis BeesWrap"},"content":{"rendered":"<p>Dorongan <em>Expert <\/em>dalam Mengembangkan Bisnis BeesWrap<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4987\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Picture1-2.png\" alt=\"\" width=\"328\" height=\"344\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebagai mahasiswa Teknik Industri, kami memiliki pengetahuan terbatas mengenai pembuatan dan ideasi bisnis. Pada mata kuliah Entrepreneurship: Ideation, kita mulai belajar banyak soal hal tersebut. Kami dituntut untuk mengembangkan ide bisnis yang <em>sustainable <\/em>dari nol dengan menerapkan ilmu dan berbagai macam <em>framework <\/em>yang telah dipelajari di kelas. Kami telah menyarankan sejumlah ide yang akhirnya ditolak karena belum sesuai dengan ekspektasi dosen. Kami sekelompok terus mencari ide bisnis yang inovatif dan dapat membuahkan sebuah solusi suatu permasalahan kepada masyarakat. Meskipun ide kami telah ditolak beberapa kali oleh dosen, kami tidak cepat menyerah dan terus mencari inspirasi untuk mengembangkan ide bisnis baru. Di tengah pencarian inspirasi itu, kami menemukan ide bisnis solusi dari penggunaan <em>cling wrap <\/em>berlebih untuk membungkus makanan sisa, yaiut dengan membuat <em>beeswax wrap <\/em>yang kami namakan BeesWrap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">BeesWrap adalah <em>brand <\/em>yang merupakan solusi ramah lingkungan dari penggunaan <em>cling wrap <\/em>yang tersedia dengan berbagai ukuran dan motif untuk mengakomodir berbagai kegunaan. BeesWrap bertekstur lengket dan lentur sehingga dapat merekat makanan yang dibungkus dengan aman dan ketat. Produk tersebut juga dapat digunakan berulang kali dengan dicuci dan dikeringkan jika ingin digunakan untuk kegunaan lain. Kami melakukan percobaan pertama dengan menggunakan kain katun dan mengolesinya dengan lilin lebah. Lalu, kami melihat bahwa teksturnya sangat tidak ideal karena lilin pada kainnya sangat mudah pecah sehingga banyak serpihan yang berjatuhan ketika dipakai. Ketika kami menawarkan produk ini ke teman-teman untuk diuji coba, kami juga mendapatkan masukan dan kritik yang relatif negatif terhadap produknya dengan alasan yang sama. Karena sudah tidak memiliki banyak waktu lagi, kami menyerahkan produk yang sama kepada <em>expert <\/em>pertama yang menghadiri kelas kami. Beliau juga memberikan masukan yang serupa mengenai produk kami; <em>prototype <\/em>pertama BeesWrap terlalu lengket di tangan setelah dipegang, sehingga relatif tidak aman bagi pengguna jika serpihan lilinnya terjatuh ke makanan para konsumen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan menerima segala masukan dari para calon pengguna dan <em>expert<\/em>, kami membuat <em>prototype <\/em>kedua dengan menambahkan bahan lain ke larutan lilin lebahnya. Kami menambahkan campuran resin pinus dan minyak kelapa agar dapat meningkatkan kelunturan dan kekokohan lilin setelah dioleskan di atas kain. Selanjutnya kami memberikan <em>prototype <\/em>baru ini ke teman-teman dan calon pengguna sebelum kami serahkan ke <em>expert <\/em>selanjutnya pada minggu berikutnya. <em>Expert <\/em>kedua ini mengatakan bahwa teksturnya sudah bagus, namun warna putih pada kainnya terlihat sangat butek dan kotor karena warna lilinnya yang mengubah warna kain menjadi lebih gelap. Oleh sebab itu, kami menerima masukan dari <em>expert <\/em>dan segera mengganti kain dengan warna yang lebih gelap agar produknya tidak terlihat kotor dan kusam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Setelah melalui banyak revisi dan masukan, kami memfinalisasikan BeesWrap ini dengan membuatnya dari kain katun yang dioleskan oleh campuran <em>beeswax <\/em>(lilin lebah), resin pinus, dan minyak kelapa. Keseimbangan dari masing-masing bahan kandungan tersebut memiliki kegunaannya masing-masing. Lilin lebah digunakan untuk meningkatkan kelengketan produk, resin pinus untuk meningkatkan dan mempertahankan elastisitas dari kain agar lilin tidak mudah pecah, dan minyak kelapa untuk menghaluskan tekstur lilin lebah tersebut. Kemudian kain yang sudah dioles dimasukkan ke dalam oven agar lilin dapat meresap dan merata di seluruh permukaan kain, lalu diangin-anginkan agar produk segera siap dimasukkan ke dalam <em>packaging <\/em>produk. Meskipun melalui banyak kritik dan kegagalan, kami tidak menyerah untuk terus mengembangkan ide bisnis kami agar dapat memenuhi potensial tertingginya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Dibuat Oleh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">FARREL ALIF HERMAWAN &#8211; 2602105872<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">KAYLA TABINA ARSJAD &#8211; 2602113426<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">CLARA ROSELINA MUKTI &#8211; 2602106010<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">DINDA ADRIANA GHUFRANI &#8211; 2602098570<\/p>\n<p>AMANDA AURELLIA MAHARANI &#8211; 252063206<\/p>\n<p>Dosen: IRENE TERESA REBECCA HUTABARAT, S.Mb., M.M.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dorongan Expert dalam Mengembangkan Bisnis BeesWrap Sebagai mahasiswa Teknik Industri, kami memiliki pengetahuan terbatas mengenai pembuatan dan ideasi bisnis. Pada mata kuliah Entrepreneurship: Ideation, kita mulai belajar banyak soal hal tersebut. Kami dituntut untuk mengembangkan ide bisnis yang sustainable dari nol dengan menerapkan ilmu dan berbagai macam framework yang telah dipelajari di kelas. Kami telah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-4986","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4986","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4986"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4986\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4988,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4986\/revisions\/4988"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}