{"id":4392,"date":"2023-08-09T12:18:54","date_gmt":"2023-08-09T05:18:54","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=4392"},"modified":"2023-08-09T12:18:54","modified_gmt":"2023-08-09T05:18:54","slug":"tingkatan-protoype","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2023\/08\/09\/tingkatan-protoype\/","title":{"rendered":"Tingkatan Protoype"},"content":{"rendered":"<div class=\"flex flex-grow flex-col gap-3\">\n<div class=\"min-h-[20px] flex flex-col items-start gap-3 overflow-x-auto whitespace-pre-wrap break-words\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light\">\n<p>Terdapat beberapa tingkatan atau tahapan dalam pengembangan prototipe, yang mewakili derajat keterperincian dan kompleksitas dari prototipe tersebut. Berikut adalah beberapa tingkatan prototype yang umumnya digunakan:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Tingkatan 1: Konsep atau Wireframe:<\/strong> Pada tingkatan ini, prototipe berupa sketsa atau tampilan kasar yang lebih fokus pada konsep dasar dan tata letak. Biasanya digunakan untuk memvisualisasikan ide awal dan aliran interaksi dasar. Wireframe memberi gambaran kasar tentang struktur dan tampilan antarmuka.<\/li>\n<li><strong>Tingkatan 2: Low-Fidelity Prototype:<\/strong> Prototipe low-fidelity merupakan perkembangan dari wireframe dengan penambahan sedikit detail, seperti warna dan teks. Ini mungkin mencakup elemen-elemen dasar yang membantu menggambarkan aliran interaksi dan fitur-fitur utama. Alat seperti Balsamiq atau sketsa tangan umumnya digunakan untuk tingkatan ini.<\/li>\n<li><strong>Tingkatan 3: Medium-Fidelity Prototype:<\/strong> Prototype medium-fidelity lebih mendekati tampilan akhir produk. Antarmuka pengguna direpresentasikan lebih jelas dengan penambahan elemen visual seperti ikon, gambar, dan warna. Ini dapat mencakup interaksi yang lebih lanjut, seperti simulasi perpindahan antarhalaman atau perubahan status elemen.<\/li>\n<li><strong>Tingkatan 4: High-Fidelity Prototype:<\/strong> Prototipe high-fidelity sangat mendekati tampilan akhir produk atau aplikasi. Detail grafis lebih tinggi, termasuk desain visual yang lebih kaya dan animasi yang lebih realistis. Ini juga mencakup interaksi yang lebih kompleks, seperti animasi transisi halaman atau respons elemen terhadap interaksi pengguna.<\/li>\n<li><strong>Tingkatan 5: Functional Prototype:<\/strong> Prototipe fungsional mencakup seluruh aspek interaksi dan fungsionalitas produk atau aplikasi. Ini bisa berupa prototipe yang dapat dijalankan, seperti aplikasi berbasis web atau perangkat lunak yang mewakili fitur-fitur utama dengan tingkat keterperincian yang tinggi.<\/li>\n<li><strong>Tingkatan 6: Production Prototype:<\/strong> Ini adalah prototipe paling matang dan siap untuk produksi. Prototipe produksi memiliki semua fitur dan fungsi yang direncanakan, serta mungkin telah melalui pengujian dan validasi yang ekstensif. Prototipe ini mungkin digunakan sebagai dasar untuk pengembangan produk secara penuh.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Penting untuk memilih tingkatan prototype yang sesuai dengan tujuan Anda. Tingkatan yang lebih tinggi biasanya memerlukan investasi lebih banyak waktu dan sumber daya, tetapi juga memberikan gambaran yang lebih mendekati produk akhir. Di sisi lain, tingkatan yang lebih rendah dapat membantu Anda dengan cepat menguji dan memvalidasi konsep sebelum melakukan komitmen yang lebih besar dalam pengembangan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"flex justify-between lg:block\">\n<div class=\"text-gray-400 flex self-end lg:self-center justify-center mt-2 gap-2 md:gap-3 lg:gap-1 lg:absolute lg:top-0 lg:translate-x-full lg:right-0 lg:mt-0 lg:pl-2 visible\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"flex-1 overflow-hidden\">\n<div class=\"react-scroll-to-bottom--css-tmygc-79elbk h-full dark:bg-gray-800\">\n<div class=\"react-scroll-to-bottom--css-tmygc-1n7m0yu\">\n<div class=\"flex flex-col text-sm dark:bg-gray-800\">\n<div class=\"h-32 md:h-48 flex-shrink-0\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"absolute bottom-0 left-0 w-full border-t md:border-t-0 dark:border-white\/20 md:border-transparent md:dark:border-transparent md:bg-vert-light-gradient bg-white dark:bg-gray-800 md:!bg-transparent dark:md:bg-vert-dark-gradient pt-2 md:pl-2 md:w-[calc(100%-.5rem)]\">\n<div class=\"relative flex h-full flex-1 items-stretch md:flex-col\" role=\"presentation\">\n<div>\n<div class=\"h-full flex ml-1 md:w-full md:m-auto md:mb-4 gap-0 md:gap-2 justify-center\">\n<div class=\"grow\"><\/div>\n<div class=\"flex items-center md:items-end\">\n<div data-projection-id=\"52\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terdapat beberapa tingkatan atau tahapan dalam pengembangan prototipe, yang mewakili derajat keterperincian dan kompleksitas dari prototipe tersebut. Berikut adalah beberapa tingkatan prototype yang umumnya digunakan: Tingkatan 1: Konsep atau Wireframe: Pada tingkatan ini, prototipe berupa sketsa atau tampilan kasar yang lebih fokus pada konsep dasar dan tata letak. Biasanya digunakan untuk memvisualisasikan ide awal dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-4392","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4392","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4392"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4392\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4393,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4392\/revisions\/4393"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4392"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4392"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4392"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}