{"id":4011,"date":"2022-12-17T21:22:50","date_gmt":"2022-12-17T14:22:50","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=4011"},"modified":"2022-12-17T21:22:50","modified_gmt":"2022-12-17T14:22:50","slug":"mengapa-social-entrepreneurship-penting-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2022\/12\/17\/mengapa-social-entrepreneurship-penting-3\/","title":{"rendered":"Mengapa Social Entrepreneurship Penting ?(3)"},"content":{"rendered":"<p><em>Terkadang, orang juga akan bingung membedakan SE dengan NGO. Sebagai tambahan dari PLUS,\u00a0<\/em><em>yang membedakan SE dengan LSM\/NGO\u00a0yaitu biasanya sumber pendapatannya, biasanya LSM\/NGO mendapatkan dana dari donasi,\u00a0grant\u00a0atau bantuan, tetapi\u00a0Social Enterprise\u00a0nafasnya bertahan dari bisnis atau penjualan.\u00a0Jadi, memang seperti pada bisnis pada umumnya yang\u00a0mencari profit, tetapi juga memiliki misi yang sama dengan NGO\/LSM. Seringkali,\u00a0Social Enterprise\u00a0berjalan bergandengan tangan dengan NGO\/LSM yang biasanya lebih paham bagaimana melakukan pendekatan kepada masyarakat.<br \/>\n<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cTanpa harus menjadi\u00a0social enterprise, bukankah setiap bisnis pasti punya\u00a0impact\u00a0positif, misal dengan CSR?\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>Menurut Mas Romy, sebenarnya, konsep CSR yang benar adalah melakukan internalisasi, atau menanggung semua biaya dari semua eksternalitas proses bisnis. Contoh eksternalitas adalah pencemaran lingkungan yang dihasilkan semua bisnis yang melakukan ekstraksi sumber daya alam.\u00a0CSR yang benar bagi perusahaan ini adalah melakukan restorasi lingkungan.\u00a0Apa yang diambil dari alam, dikembalikan ke alam.\u00a0Maka, bagi-bagi sembako, pulang mudik gratis, dan lain-lain yang tidak mengganti biaya eksternalitas bisnis tidaklah relevan. CSR yang dilakukan dengan benar oleh perusahaan\u00a0akan menjadikan bisnis sebagai\u00a0<\/em><em>socially responsible business,\u00a0bukan\u00a0social enterprise.<\/em><\/p>\n<p><em>Senada dengan Romy, Gita memberikan referensi artikel menarik mengenai ini. Artikel lebih lanjut mengenai internalisasi dana CSR dapat dilihat di link: http:\/\/bit.ly\/NewTypeofCSR.\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>Road to Sustainability Through Social Entrepreneurship<\/em><\/p>\n<p><em>Salah satu poin\u00a0penting dari\u00a0<\/em><em>Social Enterprise\u00a0adalah\u00a0keberlanjutan atau\u00a0sustainability. Biasanya dana dan aktivitas CSR \/ Charity \/ Donasi hanya dilakukan dalam satu kali saja, atau\u00a0one shot impact \/ activity, sementara bagi teman-teman yang berkecimpung sebagai wirausaha sosial, menjalankan bisnis sekaligus misi sosial merupakan makanan dan misi personal sehari-hari.\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>Seperti yang diungkapkan oleh Gigih, &#8220;Motivasi awal saya bukan untuk &#8216;menjadi\u00a0<\/em><em>sociopreneur&#8217;, tapi lebih ke menikmati saja proses-prosesnya,\u00a0I feel really &#8216;whole&#8217;\u00a0ketika ide atau hal-hal yang kami percaya bisa termanifestasikan secara nyata melalui apa yang kami lakukan dengan WeCare.id.\u00a0And for that, we&#8217;re really driven, excited &amp; look forward to do more things in this pursuit.&#8221;<\/em><\/p>\n<p>Oleh \u00a0\u00a0\u00a0 : Isanawikrama,ST.MM (D4997)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terkadang, orang juga akan bingung membedakan SE dengan NGO. Sebagai tambahan dari PLUS,\u00a0yang membedakan SE dengan LSM\/NGO\u00a0yaitu biasanya sumber pendapatannya, biasanya LSM\/NGO mendapatkan dana dari donasi,\u00a0grant\u00a0atau bantuan, tetapi\u00a0Social Enterprise\u00a0nafasnya bertahan dari bisnis atau penjualan.\u00a0Jadi, memang seperti pada bisnis pada umumnya yang\u00a0mencari profit, tetapi juga memiliki misi yang sama dengan NGO\/LSM. Seringkali,\u00a0Social Enterprise\u00a0berjalan bergandengan tangan dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-4011","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4011","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4011"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4011\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4012,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4011\/revisions\/4012"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4011"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4011"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4011"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}