{"id":3893,"date":"2022-12-08T18:18:50","date_gmt":"2022-12-08T11:18:50","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=3893"},"modified":"2022-12-08T18:18:50","modified_gmt":"2022-12-08T11:18:50","slug":"pendidikan-dan-pelatihan-vokasi-yang-sesuai-mampu-menyetarakan-kebutuhan-dunia-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2022\/12\/08\/pendidikan-dan-pelatihan-vokasi-yang-sesuai-mampu-menyetarakan-kebutuhan-dunia-kerja\/","title":{"rendered":"Pendidikan dan Pelatihan Vokasi yang Sesuai Mampu Menyetarakan Kebutuhan Dunia Kerja"},"content":{"rendered":"<p>Isanawikrama<\/p>\n<p>Kementerian Perindustrian menilai pendidikan vokasi dapat menyetarakan keterampilan sumber daya manusia (SDM) dengan kebutuhan dunia kerja sebagai bagian integral dari arsitektur pendidikan nasional, Pendidikan dan Pelatihan Vokasi (TVET) mampu meningkatkan kualitas dan daya saing SDM di Indonesia.<\/p>\n<p>Berdasarkan riset dari McKinsey, adanya otomatisasi akan menggantikan 23 juta pekerjaan di Indonesia pada tahun 2030. Namun sisi positifnya, sebanyak 46 juta pekerjaan baru akan tercipta jika Indonesia mampu mengimbangi transformasi ini.<\/p>\n<p>\u201cDengan pergeseran struktural tersebut, keterampilan yang dibutuhkan industri juga ikut berubah,\u201d ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Arus Gunawan dikutip dari keterangan pers di Jakarta (23\/11\/2022).<\/p>\n<p>Kepala BPSDMI menyampaikan, World Economic Forum telah memperkirakan bahwa ada sepuluh keterampilan teratas yang dibutuhkan pada tahun 2025, antara lain kemampuan analitis, pemecahan masalah yang kompleks, kreativitas, dan orisinalitas. \u201cUntuk memanfaatkan keuntungan dari mega tren ini, Indonesia harus meningkatkan produktivitas pekerjanya, termasuk di sektor indstri,\u201d ujar Penya.<\/p>\n<p>Menurut Arus, sebagai bagian integral dari arsitektur pendidikan nasional, Pendidikan dan Pelatihan Vokasi (TVET) dapat meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) di Indonesia untuk memastikan tenaga kerja memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi pekerjaan hari ini dan masa depan. \u201cTVET dapat menghubungkan siswa dengan industri dan membekali mereka dengan keterampilan praktis yang diperlukan industri,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, BPSDMI Kemenperin menjalin kerja sama dengan Prospera, Katalis dan Pemerintah Australia untuk menyelenggarakan\u00a0<em>Industrial Vocational Week 2022 Side-event: Matching skills with future of work.<\/em>\u00a0\u201cMembangun ekosistem TVET yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha industri tidaklah mudah. Oleh karena itu, meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan semua pihak sangatlah penting,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Tim Stapleton, Minister-Counsellor (Economic, Infrastructure and Investment) di Kedutaan Besar Australia di Jakarta mengemukakan, melalui program Prospera dan Katalis, Pemerintah Australia mendukung upaya Indonesia untuk menyesuaikan keterampilan dengan pekerjaan di masa depan.<\/p>\n<p>Sebanyak 200 peserta mengikuti seminat tersebut, baik secara daring maupun luring. Para peserta antara lain berasal dari satuan pendidikan di lingkungan Kemenperin, mitra industri, dan perwakilan kementerian dan lembaga terkait. Selain itu, dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT), Asian Development Bank, VAPRO International Indonesia, Program Reformasi Sistem TVET-GIZ, ILO, TVET System Reform Program-GIZ, ILO, Swiss Skills for Competitiveness Program (S4C), ADB, UNESCO-UNEVOC, dan ASEAN Secretariat.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah terus berupaya untuk merevitalisasi semua komponen sektor vokasi dan memastikannya berorientasi pada permintaan. Ini akan dilakukan melalui sistem informasi pasar tenaga kerja,\u00a0<em>rebranding<\/em>\u00a0lembaga TVET, reformasi institusi dan fasilitas TVET, mendesain ulang program TVET, merevitalisasi infrastruktur, reorientasi sumber daya manusia, serta meningkatkan kerja sama dan kolaborasi di antara semua pemangku kepentingan,\u201d tutur Direktur Ketenagakerjaan Kementerian PPN\/Bappenas Mahatmi Parwitasari Saronto.<\/p>\n<p>Sementara itu, Katalis menempatkan penyedia keterampilan Australia ke platform digital Indonesia dan mengembangkan\u00a0<em>platform\u00a0<\/em>Indonesia-Australia Exchange. Pencari kerja Indonesia dapat melakukan\u00a0<em>re-skill<\/em>\u00a0atau\u00a0<em>up-skill<\/em>\u00a0dengan mengakses pelatihan\u00a0<em>online<\/em>\u00a0yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kerangka waktunya.<\/p>\n<p>\u201cKatalis berfokus untuk mendukung pekerja Indonesia untuk mendapatkan keterampilan yang mereka perlukan agar dapat melakukan pekerjaan mereka dengan lebih baik dengan membawa penyedia TVET Australia untuk mengisi kesenjangan konten dan penyampaian pelatihan,\u201d ujar Lead Advisers (Skills) Katalis, Clarice Campbell.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Isanawikrama Kementerian Perindustrian menilai pendidikan vokasi dapat menyetarakan keterampilan sumber daya manusia (SDM) dengan kebutuhan dunia kerja sebagai bagian integral dari arsitektur pendidikan nasional, Pendidikan dan Pelatihan Vokasi (TVET) mampu meningkatkan kualitas dan daya saing SDM di Indonesia. Berdasarkan riset dari McKinsey, adanya otomatisasi akan menggantikan 23 juta pekerjaan di Indonesia pada tahun 2030. Namun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-3893","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3893"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3893\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3894,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3893\/revisions\/3894"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}