{"id":3770,"date":"2021-12-07T13:56:39","date_gmt":"2021-12-07T06:56:39","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=3770"},"modified":"2021-12-07T13:56:39","modified_gmt":"2021-12-07T06:56:39","slug":"mengenal-keunggulan-kompetitif-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2021\/12\/07\/mengenal-keunggulan-kompetitif-1\/","title":{"rendered":"Mengenal Keunggulan Kompetitif (1)"},"content":{"rendered":"<p><strong>Mengenal Keunggulan Kompetitif (1)<\/strong><\/p>\n<p>Oleh Kusumah Arif Prihatna<\/p>\n<p>Dalam bidang manajemen strategis, salah satu parameter yang dijadikan acuan bagi suatu perusahaan adalah Keunggulan Kompetitif (<em>competitive advantage<\/em>). Keunggulan Kompetitif atau <em>competitiveness<\/em> berasal dari bahasa latin <em>competitio<\/em> yang dapat dimaknai sebagai orang atau organisasi yang bersaing untuk menjadi yang terbaik.<\/p>\n<p>Pemikiran mengenai Keunggulan Kompetitif sudah berkembang lama dalam sejarah dibidang ekonomi dengan pendekatan yang berbeda-beda seperti yang diungkapkan oleh ahli-ahli ekonomi pada tabel berikut.<\/p>\n<table width=\"536\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>No<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\"><strong>Teori\/Konsep<\/strong><\/td>\n<td width=\"217\"><strong>Definisi<\/strong><\/td>\n<td width=\"123\"><strong>Pengertian <\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">1<\/td>\n<td width=\"161\">Prinsip Keunggulan Mutlak (<em>Principle of Absolute Advantage<\/em>) \u2013 Adam Smith \u2013 1776.<\/td>\n<td width=\"217\">Keunggulan yang disebabkan kemampuan suatu pihak untuk menghasilkan suatu barang lebih baik dan lebih efisien daripada para pesaingnya<\/td>\n<td width=\"123\">Daya saing karena kemampuan produksi yang lebih efisien<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">2<\/td>\n<td width=\"161\">Prinsip Keunggulan Komparatif (<em>Principles of Comparative Advantage<\/em>) \u2013David Ricardo \u2013 1817.<\/td>\n<td width=\"217\">Keunggulan yang disebabkan kemampuan suatu pihak untuk mengkhususkan diri dalam produksi suatu barang dengan biaya produksi lebih rendah daripada para pesaingnya walaupun tidak memiliki keunggulan dalam produksi barang tersebut<\/td>\n<td width=\"123\">Daya saing karena kemampuan produksi dengan biaya lebih rendah<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">3<\/td>\n<td width=\"161\">Model Heckscher-Ohlin (HO) \u2013 Eli Heckscher &amp; Bertil Ohlin \u2013 1933.<\/td>\n<td width=\"217\">Keunggulan yang disebabkan kemampuan suatu pihak yang dapat memproduksi suatu barang dengan biaya rendah karena modal, bahan, dan tenaga kerja yang melimpah<\/td>\n<td width=\"123\">Daya saing karena adanya faktor sokongan (<em>endowment<\/em>) sumber daya melimpah<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">4<\/td>\n<td width=\"161\">Teori Keunggulan Kompetitif (<em>Competitive Advantage Theory<\/em>) \u2013 Michael E. Porter \u2013 1980.<\/td>\n<td width=\"217\">Keunggulan yang disebabkan kemampuan suatu pihak yang dapat menawarkan harga yang bersaing dan produk yang berbeda dibandingkan pesaing dalam suatu industri yang sama<\/td>\n<td width=\"123\">Daya saing karena adanya faktor harga bersaing dan\u00a0 diferensiasi produk<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengenal Keunggulan Kompetitif (1) Oleh Kusumah Arif Prihatna Dalam bidang manajemen strategis, salah satu parameter yang dijadikan acuan bagi suatu perusahaan adalah Keunggulan Kompetitif (competitive advantage). Keunggulan Kompetitif atau competitiveness berasal dari bahasa latin competitio yang dapat dimaknai sebagai orang atau organisasi yang bersaing untuk menjadi yang terbaik. Pemikiran mengenai Keunggulan Kompetitif sudah berkembang lama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-3770","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3770"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3770\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3771,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3770\/revisions\/3771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}