{"id":3728,"date":"2021-12-06T23:57:46","date_gmt":"2021-12-06T16:57:46","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=3728"},"modified":"2021-12-06T23:57:46","modified_gmt":"2021-12-06T16:57:46","slug":"pengaruh-penggunaan-nano-influencer-terhadap-salah-satu-dari-strategi-pemasaran-digital-dengan-menggunakan-media-sosial-instagram","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2021\/12\/06\/pengaruh-penggunaan-nano-influencer-terhadap-salah-satu-dari-strategi-pemasaran-digital-dengan-menggunakan-media-sosial-instagram\/","title":{"rendered":"Pengaruh Penggunaan Nano Influencer Terhadap Salah Satu dari Strategi Pemasaran Digital dengan Menggunakan Media Sosial Instagram"},"content":{"rendered":"<p>Pengaruh Penggunaan Nano Influencer Terhadap Salah Satu dari Strategi Pemasaran Digital dengan<br \/>\nMenggunakan Media Sosial Instagram<\/p>\n<p>D6564 &#8211; Rafki Chandra Wibawa<br \/>\nBINUS Entrepreneurship Center<br \/>\nEmail: rafki.wibawa@binus.ac.id<\/p>\n<p>Di era yang saat ini sudah sangat dimudahkan oleh teknologi dimana memasuki industri 4.0<br \/>\nadalah salah satu yang digunakan dalam menjalani rutinitas dan kegiatan dalam sehari-hari dan<br \/>\nsetiap individu bersiap menghadapi pergeseran kebudayaan dimana setiap pemenuhan kebutuhan<br \/>\nharus beriringan dengan perkembangan teknologi. Industri 4.0 merupakan industri yang<br \/>\nmenggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Salah satunya adalah Media<br \/>\nsosial yang menjadi bagian dari industri 4.0 yang booming dan digunakan untuk berbagai hal<br \/>\noleh masyarakat di dunia khususnya Indonesia.<br \/>\nDi Indonesia sendiri, media sosial telah mengalami sebuah perkembangan pesat di mana jumlah<br \/>\npengguna aktifnya mencapai sekitar 170 juta penduduk, dengan penetrasi media sosial berkisar<br \/>\n61.8% (DataReportal, 2021). Data tersebut menunjukkan bahwa media sosial menjadi salah satu<br \/>\nmedia yang efektif untuk menyebarluaskan pesan dengan melihat jumlah penggunanya yang<br \/>\nsangat tinggi. Kemudahan akses media bagi diri sendiri maupun perusahaan menjadi keuntungan<br \/>\ntersendiri, terutama untuk tujuan menyampaikan pesan kepada audiens yang lebih besar.<br \/>\nSalah satu media social yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah Instagram.<br \/>\nInstagram sebagai yang menempati peringkat ketiga setelah Youtube dan Whatsapp adalah<br \/>\naplikasi gratis untuk berbagi foto yang memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto dan<br \/>\nselanjutnya berbagi pada layanan jejaring sosial. Instagram dapat terhubung langsung ke media<br \/>\nsosial lainnya seperti facebook dan twitter. Di dalam instagram, pengguna dapat memberikan<br \/>\ntanda like dengan simbol love dan juga memberikan komentar terhadap foto dan video yang<br \/>\ndiunggah sendiri atau foto dan video yang diunggah pengguna instagram lain.<br \/>\nMaraknya penggunaan media sosial kini tidak lagi hanya sebagai fasilitas untuk kebutuhan<br \/>\neksistensi pribadi. Kini media sosial sudah berubah fungsi menjadi sarana bisnis. Salah satu jenis<br \/>\nbisnis yang sedang berkembang di media sosial adalah pemasaran secara digital dari beberapa<br \/>\norang yang dinamakan influencer yang memasarkan produk dengan cara memberi testimoni<br \/>\npositif dan ajakan pembelian dalam bentuk gambar dan video melalui media sosial.<br \/>\nMenurut data dari MediaKix, 35% marketer mengatakan marketing menggunakan influencer<br \/>\nsangat efektif, dan 45% mengatakan efektif. Dengan total 80% marketer mengatakan marketing<br \/>\nmenggunakan influencer itu efektif. Untuk brand dan influencer, standar disclosure di Instagram<br \/>\njuga berdampak positif, karena membuat konsumen lebih memperhatikan brand, dan lebih<br \/>\ncenderung untuk berinteraksi dengan postingan. Efek positif dari pengungkapan pada niat<br \/>\nperilaku online dapat menunjukkan bahwa posting influencer yang disponsori tidak selalu dilihat<br \/>\nsebagai hal yang buruk, tetapi juga sebagai cara untuk memberi tahu pengguna tentang produk<br \/>\natau merek baru.<br \/>\nKehadiran para influencer di media sosial khususnya Instagram dianggap memiliki pengaruh<br \/>\nyang kuat bagi masyarakat, sehingga banyak perusahaan atau organisasi yang telah mendorong<br \/>\npemanfaatan influencer khususnya, nano influencer, karena mereka mampu menyediakan akses<br \/>\ndan bahkan mempengaruhi pemangku kepentingan yang sulit dijangkau seperti kelompok<br \/>\ndengan minat khusus. Menurut Ismail (2018), nano-influencer adalah jenis influencer yang<br \/>\nrelatif baru. Nano-influencer cenderung memiliki jumlah pengikut yang lebih sedikit<br \/>\ndibandingkan dengan microinfluencer, yaitu kurang dari 1.000 pengikut. Nano-influencer adalah<br \/>\nseseorang yang memiliki pengaruh dalam komunitas mereka.<br \/>\nDalam kutipan parapuan.com (https:\/\/www.parapuan.co\/read\/532915423\/3-manfaat-gunakannano-influencer-untuk-promosi-bisnis-online), strategi pemasaran melalui nano influencer bagi<br \/>\npelaku usaha UMKM pada era digital adalah satu penerapan cara cerdas dan dapat dikatakan<br \/>\nefektif karena followers kalangan keluarga dan kalangan teman dekat sehingga komunikasi<br \/>\nterhadap followersnya memiliki intensitas yang tinggi dan aktif yang mengakibatnya<br \/>\nterbentuknya engagement yang tinggi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengaruh Penggunaan Nano Influencer Terhadap Salah Satu dari Strategi Pemasaran Digital dengan Menggunakan Media Sosial Instagram D6564 &#8211; Rafki Chandra Wibawa BINUS Entrepreneurship Center Email: rafki.wibawa@binus.ac.id Di era yang saat ini sudah sangat dimudahkan oleh teknologi dimana memasuki industri 4.0 adalah salah satu yang digunakan dalam menjalani rutinitas dan kegiatan dalam sehari-hari dan setiap individu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-3728","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3728"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3728\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3729,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3728\/revisions\/3729"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}