{"id":3633,"date":"2021-11-30T13:59:33","date_gmt":"2021-11-30T06:59:33","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=3633"},"modified":"2021-11-30T13:59:33","modified_gmt":"2021-11-30T06:59:33","slug":"teori-pemberdayaan-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2021\/11\/30\/teori-pemberdayaan-2\/","title":{"rendered":"Teori Pemberdayaan (2)"},"content":{"rendered":"<p>Teori Pemberdayaan (2)<\/p>\n<p>D5368 &#8211; Glory Aguzman<\/p>\n<p>Rappaport (1981) menjelaskan bahwa pemberdayaan terkait dengan kata kekuatan dalam bahas inggris\u00a0 dianalogikan pada konsep \u201c<em>Leans on\u201d<\/em> atau bersandar untuk bertindak pada tujuan tertentu. Beberapa penelitian konsep pemberdayaan melekat pada bidang kesehatan yaitu untuk perjuangan ke arah yang lebih sehat atau lepas dari satu wabah penyakit secara Bersama-sama (Steckler &amp; Goodman, 1989).<\/p>\n<p>Fawcett <em>et al<\/em>. (1995) membahas empat strategi untuk memfasilitasi proses pemberdayaan yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Meningkatkan pengalaman kompetensi<\/li>\n<li>Meningkatkan struktur dan kapasitas kelompok<\/li>\n<li>Menghilangkan hambatan sosial dan lingkungan<\/li>\n<li>Meningkatkan dukungan lingkungan dan sumber daya<\/li>\n<\/ol>\n<p>Keempat proses ini berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat dalam berbagai konteks yang digambarkan sebagai kekuatan untuk melakukan sesuatu pada tingkat individu atau kolektif (Ahmad &amp; Abu Talib, 2015) dan dibidang pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat merupakan elemen vital dalam implementasi (Boley, McGehee, Perdue, &amp; Long, 2014).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teori Pemberdayaan (2) D5368 &#8211; Glory Aguzman Rappaport (1981) menjelaskan bahwa pemberdayaan terkait dengan kata kekuatan dalam bahas inggris\u00a0 dianalogikan pada konsep \u201cLeans on\u201d atau bersandar untuk bertindak pada tujuan tertentu. Beberapa penelitian konsep pemberdayaan melekat pada bidang kesehatan yaitu untuk perjuangan ke arah yang lebih sehat atau lepas dari satu wabah penyakit secara Bersama-sama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-3633","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3633","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3633"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3633\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3634,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3633\/revisions\/3634"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3633"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3633"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3633"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}