{"id":3586,"date":"2021-11-11T12:01:56","date_gmt":"2021-11-11T05:01:56","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=3586"},"modified":"2021-11-11T12:01:56","modified_gmt":"2021-11-11T05:01:56","slug":"sikap-dan-perilaku-partisipasi-dalam-konsumsi-kolaboratif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2021\/11\/11\/sikap-dan-perilaku-partisipasi-dalam-konsumsi-kolaboratif\/","title":{"rendered":"Sikap dan Perilaku Partisipasi dalam Konsumsi Kolaboratif"},"content":{"rendered":"<p>Sikap dan perilaku partisipasi\/intensi mengacu pada <em>Theory of Planned Behavior<\/em> (TPB) yang dikemukakan oleh Icek Ajzen. Sikap (<em>attitude<\/em>) merupakan jumlah usaha yang dikeluarkan untuk mencapai suatu tujuan (Ajzen, 1991). Sedangkan <em>behavioral intention<\/em> mengacu pada faktor motivasi yang mempengaruhi perilaku tertentu. Di mana semakin kuat niat untuk melakukan perilaku, semakin besar pula kemungkinan perilaku tersebut akan dilakukan (Ajzen, 1991). Schiel (2015: 47) dalam studinya, menyatakan bahwa sikap terhadap konsumsi kolaboratif yang diwakili oleh indikator <em>perceived attractiveness<\/em> dan <em>sympathy<\/em> berpengaruh positif terhadap perilaku partisipasi dalam konsumsi kolaboratif yang memiliki indikator <em>past sharing intensity<\/em> dan <em>future participation intention<\/em>. Senada dengan Phipps <em>et al.<\/em> (2013) yang mengungkapkan bahwa motivasi para partisipan konsumsi kolaboratif mempengaruhi sikap dan intensi berpartisipasi dalam aktivitas <em>sharing.<\/em> Terlebih, manfaat berpartisipasi dalam konsumsi kolaboratif diantaranya dapat memberikan kesempatan untuk mendapatkan teman baru serta mengembangkan jaringan (Tussyadiah, 2015).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sikap dan perilaku partisipasi\/intensi mengacu pada Theory of Planned Behavior (TPB) yang dikemukakan oleh Icek Ajzen. Sikap (attitude) merupakan jumlah usaha yang dikeluarkan untuk mencapai suatu tujuan (Ajzen, 1991). Sedangkan behavioral intention mengacu pada faktor motivasi yang mempengaruhi perilaku tertentu. Di mana semakin kuat niat untuk melakukan perilaku, semakin besar pula kemungkinan perilaku tersebut akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-3586","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3586","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3586"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3586\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3587,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3586\/revisions\/3587"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3586"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3586"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3586"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}