{"id":3480,"date":"2021-07-12T09:19:33","date_gmt":"2021-07-12T02:19:33","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=3480"},"modified":"2021-07-12T09:19:33","modified_gmt":"2021-07-12T02:19:33","slug":"strategi-pembangunan-industri-pariwisata-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2021\/07\/12\/strategi-pembangunan-industri-pariwisata-indonesia\/","title":{"rendered":"Strategi Pembangunan Industri Pariwisata Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>Strategi Pembangunan Industri Pariwisata Indonesia<\/strong><\/p>\n<p><strong>By Glory Aguzman \u2013 D5468<\/strong><\/p>\n<p>Pembangunan industri pariwisata yang sejalan dengan pelestarian alam adalah Desa Wisata, Indonesia merupakan negara yang \u00a0sangat potensial dalam berbagai daerahnya dalam penerapan mengembangkan pariwisata dan salah satu penerapan strategi pemerintah dalam mengembangkan industri pariwisata adalah dengan membangun Desa Wisata sebagai tumpuan sebuah pengembangan pariwisata di setiap daerah (Soemargono, 2018). Kementerian pariwisata menyatakan bahwa sebuah pariwisata di Indonesia yang berkelanjutan harus memiliki tiga pilar yaitu, antara lain:<\/p>\n<p><strong><em>Atraction<\/em><\/strong> \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : \u00a0\u00a0 Merupakan produk yang memberikan motivasi kepada turis untuk berwisata ke daerah tersebut antara lain karena alam wilayah tersebut, budaya, atau <em>Man mad<\/em><\/p>\n<p><strong><em>Amenity<\/em><\/strong> \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 :\u00a0\u00a0\u00a0 Fasilitas yang memberikan kenyamanan kepada pengunjung seperti \u00a0\u00a0Sanitasi, money changer, salon, restoran, tempat tinggal.<\/p>\n<p><strong><em>Accessbility <\/em><\/strong>: \u00a0\u00a0 Adanya akses seperti pelabuhan, terminal bis, terminal udara atau jalan umum yang memadai untuk mencapai daerah wisata tersebut.<\/p>\n<p>Tiga pilar ini merupakan sebuah strategi yang destinasi pariwisata yang dapat dilihat dalam gambar dibawah ini:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-3481\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Strategi-Destinasi-Wisata-640x513.png\" alt=\"\" width=\"520\" height=\"417\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Strategi-Destinasi-Wisata-640x513.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Strategi-Destinasi-Wisata.png 1246w\" sizes=\"auto, (max-width: 520px) 100vw, 520px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat ini Pemerintah sedang mengembangkan sepuluh persen dari tujuh puluh lima ribu desa yang ada di Indonesia untuk dijadikan Desa Wisata dan saat ini sesuai data dari Kementerian Pariwisata bahwa jumlah Desa Wisata adalah\u00a0 1.902 Desa Wisata yang terdiri dari kategori Desa Wisata Bahari berjumlah 787, Desa Wisata Sungai berjumlah 576, Desa Wisata Irigrasi berjumlah165 dan Desa Wisata Danau\u00a0 berjumlah 374 (Yahya, 2018). Budaya, Alam, dan Kreasi masyarakat adalah produk wisata yang diburu Wisatawan. Budaya adalah porsi terbesar dengan 60% permintaan sehingga Desa Wisata dapat diasumsikan menjadi jawaban dari permintaan tersebut.<\/p>\n<p>Prinsip-prinsip pengembangan Desa Wisata\u00a0 (Dinas Pariwisata, 2014):<\/p>\n<ol>\n<li>Tidak bertentangan dengan adat istiadat atau budaya masyarakat desa setempat.<\/li>\n<li>Pembangunan fisik ditujukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan desa.<\/li>\n<li>Memperhatikan unsur lokal dan keaslian.<\/li>\n<li>Memberdayakan Masyarakat Desa Wisata.<\/li>\n<li>Memperhatikan Daya Dukung dan Daya Tampung serta Berwawasan<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Strategi Pembangunan Industri Pariwisata Indonesia By Glory Aguzman \u2013 D5468 Pembangunan industri pariwisata yang sejalan dengan pelestarian alam adalah Desa Wisata, Indonesia merupakan negara yang \u00a0sangat potensial dalam berbagai daerahnya dalam penerapan mengembangkan pariwisata dan salah satu penerapan strategi pemerintah dalam mengembangkan industri pariwisata adalah dengan membangun Desa Wisata sebagai tumpuan sebuah pengembangan pariwisata di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-3480","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3480","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3480"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3480\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3482,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3480\/revisions\/3482"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3480"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3480"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3480"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}