{"id":3378,"date":"2020-12-30T22:38:11","date_gmt":"2020-12-30T15:38:11","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=3378"},"modified":"2020-12-30T22:38:11","modified_gmt":"2020-12-30T15:38:11","slug":"tralita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2020\/12\/30\/tralita\/","title":{"rendered":"TRALITA"},"content":{"rendered":"<p>2201755245 Theodorus Ketua<br \/>\n2201792051 Shafira Hary Maharani<br \/>\n2201779011 Maria Fransisca Rosario Riantoby<br \/>\n2201784913 Anastasya Veronica Hadi<br \/>\n2201842794 Shinta Margareta Habeahan<\/p>\n<p>Pada waktu ini, kebutuhan akan hiburan dan entertainment sangat naik tajam setiap<br \/>\ntahunnya dan hal ini mendorong konsumsi terutama dalam produk-produk kreatif seperti<br \/>\nkonsumsi media hingga konsumsi produk hasil media. Budaya pop luar terutama yang berasal<br \/>\ndari barat, Jepang dan Korea telah membawa daya tarik yang luar biasa bagi masyarakat di<br \/>\nIndonesia terutama anak-anak muda dan disamping itu juga menimbulkan rasa cinta atau suka<br \/>\nterhadap budaya yang dikagumi. Produk-produk seperti lagu, film, animasi, game, pakaian,<br \/>\nmode, merchandise, video, produk-produk audio visual hingga barang-barang eksklusif<br \/>\nmendorong konsumsi masyarakat terutama para penggemar budaya tersebut. Di satu sisi,<br \/>\nkeinginan masyarakat terutama anak-anak muda yang ingin menuangkan rasa keingintahuan dan<br \/>\nkebebasan berekspresi melahirkan terobosan baru dalam gaya konsumsi para penggemar.<br \/>\nDalam hal ini, budaya pop Jepang memperkenalkan anime dan manga (komik Jepang)<br \/>\nyang dikenal dengan tokoh-tokoh dan karakter yang memiliki rupa yang unik, penampilan yang<br \/>\nmenarik, identitas yang menakjubkan hingga ciri khas yang sama sekali tidak dimiliki dalam<br \/>\nsosok lain. Melalui hal ini, lahirlah konsep cosplay atau costume play yang memfasilitasi<br \/>\npenggemarnya untuk berpakaian dan berdandan layaknya karakter-karakter fiksi yang digemari.<br \/>\nKarena hal ini, permintaan akan layanan pembuatan dan design kostum mengalami kenaikan<br \/>\nyang signifikan setiap tahunnya dan ini menjadi pasar potensial yang menjadi daya tarik<br \/>\ntersendiri bagi pelaku usaha dan investor.<br \/>\nDalam perspektif lain, budaya lokal Indonesia juga mengalami kemerosotan seiring<br \/>\nbudaya lain yang lebih modern telah masuk dalam kehidupan masyarakat sehingga terbatas pada<br \/>\nfungsi seremonial, promosi wisata dan pelestarian. Namun, melihat pemahaman budaya pop<br \/>\nsebagai budaya yang berkembang hingga bisa mencapai tingkat popularitas tertentu maka bisa<br \/>\ndipastikan bahwa budaya lokal Indonesia memiliki potensi untuk disamakan sebagai budaya pop<br \/>\nyang bisa popular dan melahirkan banyak segmen pasar maupun pelanggan yang nantinya<br \/>\nmenjadi ladang dalam menghadirkan sebuah ide bisnis baru.<\/p>\n<p>1.2 Solusi Permasalahan<br \/>\nMelalui gambaran permasalahan diatas, Tralita mencoba untuk menggabungkan dua<br \/>\nkonsep budaya yang berbeda untuk melahirkan sesuatu yang berbeda yang bisa melirik mata<br \/>\ncalon pelanggan maupun pasar potensial. Ide yang diusung adalah kostum tradisional Lolita yang<br \/>\nmemiliki ciri khas budaya nusantara namun memiliki unsur budaya pop Lolita yang saat ini<br \/>\nterkenal terutama dikalangan anak muda.<br \/>\nSebagai informasi, konsep Lolita merupakan konsep pakaian yang lahir dari inspirasi<br \/>\npakaian perempuan yang dipakai oleh kalangan bangsawan Eropa terutama pengaruh Victorian<br \/>\ndari Inggris pada abad ke-18 dan gaya dari periode Rococo yang sekarang menjadi bagian subculture dari budaya pop Jepang yang menggambarkan konsep imut atau cuteness.<br \/>\nDorongan kebebasan berekspresi hingga rasa keingintahuan anak muda dalam mencoba<br \/>\nsuatu hal juga mendorong lahirnya ide ini dan melalui konsep ini, selain menyediakan kebutuhan<br \/>\ndesain kostum untuk para penggemar, menyediakan wadah berekspresi para pelanggan,<br \/>\nmembuka pasar budaya pop yang baru, hal ini juga diharapkan mendorong tumbuh kembangnya<br \/>\nbudaya lokal yang bisa menarik dan menyamakan dirinya layaknya budaya-budaya popular<br \/>\nlainnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>2201755245 Theodorus Ketua 2201792051 Shafira Hary Maharani 2201779011 Maria Fransisca Rosario Riantoby 2201784913 Anastasya Veronica Hadi 2201842794 Shinta Margareta Habeahan Pada waktu ini, kebutuhan akan hiburan dan entertainment sangat naik tajam setiap tahunnya dan hal ini mendorong konsumsi terutama dalam produk-produk kreatif seperti konsumsi media hingga konsumsi produk hasil media. Budaya pop luar terutama yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-3378","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3378","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3378"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3378\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3379,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3378\/revisions\/3379"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3378"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3378"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3378"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}