{"id":3212,"date":"2020-12-28T19:02:21","date_gmt":"2020-12-28T12:02:21","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=3212"},"modified":"2020-12-28T19:02:21","modified_gmt":"2020-12-28T12:02:21","slug":"mengapa-social-entrepreneurship-penting-bag-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2020\/12\/28\/mengapa-social-entrepreneurship-penting-bag-2\/","title":{"rendered":"Mengapa Social Entrepreneurship Penting ? (bag. 2)"},"content":{"rendered":"<p>Mengapa Social Entrepreneurship Penting ? (bag. 2)<\/p>\n<p>Oleh \u00a0\u00a0\u00a0 : Isanawikrama,ST.MM (D4997)<\/p>\n<p><em>Aspek lain yang bisa dilihat dari wirausaha sosial adalah laba. Karena tujuan wirausaha sosial adalah penyelesaian masalah sosial\/lingkungan, maka sudah seharusnya sebagian besar laba ditujukan untuk misi tersebut.\u00a0Dari aspek ini, perusahaan yang melakukan CSR tidak bisa dikategorikan sebagai wirausaha sosial, sebab<\/em><\/p>\n<ol>\n<li><em> Tujuan perusahaan tersebut (umumnya) bukanlah untuk menyelesaikan masalah sosial, melainkan murni akumulasi laba<\/em><\/li>\n<li><em>Persentase laba yang digunakan untuk kegiatan CSR biasanya sangat kecil dibandingkan laba total perusahaan.<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p><em>&#8220;Apa yang membuat sebuah usaha bisa disebut sebagai usaha sosial?&#8221;<\/em><\/p>\n<p><em>Menurut Ria dari Angel Investment Network Indonesia (ANGIN),\u00a0<\/em><em>being sustainable\u00a0atau memiliki penghasilan untuk menopang kegiatan usahanya dan misi sosialnya sangatlah penting bagi\u00a0social enterprise. Dari perspektif investor, untuk membedakan\u00a0startup\u00a0mana yang bisa kita kategorisasikan sebagai\u00a0social enterprise\u00a0dan cocok untuk pendanaan\u00a0impact investor, aspek-aspek inilah yang akan ditinjau:<\/em><\/p>\n<p><em>Intent: Tujuan dari\u00a0founder\u00a0adalah untuk menyelesaikan masalah sosial. Mendapatkan\u00a0keuntungan adalah cara untuk mencapai visi, bukan tujuan akhir itu sendiri.<\/em><\/p>\n<p><em>Use of proceeds: Keuntungan yang didapatkan dari usaha\u00a0digunakan kembali untuk kegiatan bisnis sosial.<\/em><\/p>\n<p><em>Tracking impact:\u00a0Social enterprise\u00a0harus memiliki komitmen dan\u00a0invest resources\u00a0dalam pengukuran\u00a0social impact\u00a0yang baik sehingga bisa dipertanggungjawabkan kepada investor.<\/em><\/p>\n<p><em>Terkadang, orang juga akan bingung membedakan SE dengan NGO. Sebagai tambahan dari PLUS,\u00a0<\/em><em>yang membedakan SE dengan LSM\/NGO\u00a0yaitu biasanya sumber pendapatannya, biasanya LSM\/NGO mendapatkan dana dari donasi,\u00a0grant\u00a0atau bantuan, tetapi\u00a0Social Enterprise\u00a0nafasnya bertahan dari bisnis atau penjualan.\u00a0Jadi, memang seperti pada bisnis pada umumnya yang\u00a0mencari profit, tetapi juga memiliki misi yang sama dengan NGO\/LSM. Seringkali,\u00a0Social Enterprise\u00a0berjalan bergandengan tangan dengan NGO\/LSM yang biasanya lebih paham bagaimana melakukan pendekatan kepada masyarakat.<\/p>\n<p><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengapa Social Entrepreneurship Penting ? (bag. 2) Oleh \u00a0\u00a0\u00a0 : Isanawikrama,ST.MM (D4997) Aspek lain yang bisa dilihat dari wirausaha sosial adalah laba. Karena tujuan wirausaha sosial adalah penyelesaian masalah sosial\/lingkungan, maka sudah seharusnya sebagian besar laba ditujukan untuk misi tersebut.\u00a0Dari aspek ini, perusahaan yang melakukan CSR tidak bisa dikategorikan sebagai wirausaha sosial, sebab Tujuan perusahaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-3212","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3212"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3212\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3213,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3212\/revisions\/3213"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}