{"id":3035,"date":"2019-12-10T15:40:20","date_gmt":"2019-12-10T08:40:20","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=3035"},"modified":"2019-12-10T15:40:20","modified_gmt":"2019-12-10T08:40:20","slug":"laporan-seminar-bifest-desember-2019-8-checklist-untuk-bisnis-anda-untuk-bisa-bertahan-dan-berkembang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2019\/12\/10\/laporan-seminar-bifest-desember-2019-8-checklist-untuk-bisnis-anda-untuk-bisa-bertahan-dan-berkembang\/","title":{"rendered":"LAPORAN SEMINAR BIFEST DESEMBER 2019 \u2013 8 Checklist untuk Bisnis Anda untuk Bisa Bertahan dan Berkembang"},"content":{"rendered":"<p>Sebagai seorang entrepreneur, kita harus mempunyai semangat yang tinggi walaupun sampai ditipu berkali-kali. Hal itu dapat menjadi pelajaran untuk ke depan nya. Pola pikir bahwa menjadi seorang entrepreneur lebih baik dari pada kerja sebagai karyawan adalah salah. Kedua nya sama sama baik dan memiliki keuntungan dan kerugian masing masing sehingga kita salah jika membanding-bandingkan nya satu sama lain. \u201c Kalau menjadi karyawan hanya memperkaya owner saja \u201d itu adalah jawaban yang salah. Sebenarnya memang tidak ada pekerjaan yang tidak memperkaya owner nya tetapi sebagai karyawan dengan bekerja juga memiliki benefit yang didapati dari \u201cmemperkaya\u201d owner ini. Dengan attitude yang benar, orang yang bekerja sebagai karyawan juga bisa semaju dan se berkembang seperti para Entrepreneur.<\/p>\n<p>Jika anda sedang bekerja sebagai karyawan tetapi tetap bercita-cita menjadi seorang entrepreneur, rapihkan, matangkan dan finishing kan dulu produk yang anda akan jual. Jangan sampai anda resign saat produk yang akan dijual belum perfect. Hal ini dapat berpengaruh kepada kesusksesan bisnis anda dimana modal anda bisa terus berkurang karena income tidak pasti\/ada.<br \/>\nMulai sekarang coba untuk bersikap dengan attitude yang benar. Manusia lebih mudah untuk mengingat atau tau keburukan seseorang dibandingkan dengan kebaikan nya. Satu kesalahan satu hal buruk yang dikalakukan seorang dapat menjadi penghambat dikemudian hari. Jika tidak diperhatikan aspek ini dapat berpengaruh terhadap image dari perusahaan yang akan dibuat dan mempersulit anda dalam bidang public relation. Public relation sangat penting bagi keberlangsungan suatu perusahaan. Dengan public relation yang baik, perusahaan akan menjadi mudah bekerja sama dengan perusahaan lain dan memiliki kemudahan dalam mencapai tujuan tujuan nya.<br \/>\nDalam menjadi seorang entrepreneur plan,do,check,action and evaluate adalah lima hal penting yang harus sering dilakukan untuk mencapai bisnis yang baik. Entrepreneur harus mempunyai planning yang tepat agar semua dapat terkalkulasi dengan baik. Planning dapat berupa apa, siapa,kapan,dimana, dan bagaimana produk itu dibuat. Setelah tahap rencana selesai maka selanjutnya adalah tahap membuat produk atau do. Setelah membuat, kita perlu mengadakan proses checking dan diteruskan dengan tahap action.<br \/>\nSetelah selesai kita harus menganalisis hasil dari produksi dan penjualan untuk melakukan perbaikan kedepan nya. Proses ini sangat penting untuk kemajuan produk yang kita jual.<br \/>\nLawan terbesar dari seorang entrepreneur adalah dirinya sendiri. Diri kita adalah faktor terbesar yang dapat menjadi penghambat dari kemajuan kita. Kita tidak dapat mengalahkan lawan-lawan (atau pesaing) bisnis kita dengan benar jika kita masih kalah dengan diri kita sendiri.<br \/>\nCara bisnis seorang entrepreneur dapat bertahan dan berkembang:<br \/>\n1. Kuasai setidaknya tiga sosial media dan fitur nya 2. Hindari kalau bisa tidak berkeluh kesah di platform sosial media Semua hal yang ditulis atau yang sudah berada di sosial media tidak dapat dihapus. Sekali terpampang disana tidak akan hilang. Sekarang sudah banyak perusahaan yang melihat latar belakang karyawan atau perusahaan yang diajak kerja sama lewat sosial media. Pernah menjelek-jelekan atau memiliki image yang terkesan jelek di media sosial dapat membuat kesan yang buruk kepada perusahaan yang dituju sekaligus menaikan presentase tidak diterimanya seseorang atau perusahaan. Contoh kasus adalah kasus Mario teguh dan Ariel-Luna. 3. Latih diri anda dalam membuat sales letter dan membuat desain 4. Aktif di sosial media 5. Jangan lupa atau berikan semboyan\/ motto agar mudah diingat Carilah slogan dan motto yang dapat menarik perhartian dari pasar. Dengan memberikan motto atau slogan, perusahaan dapat menjadi lebih menarik dan dapat menjadi suatu pengingat bagi pasar jika berminat dengan produk anda ( menarik laju pasar) 6. Evaluate your self Analisis plus minus dari diri anda sendiri. Cari orang\/ partner\/ karyawan yang dapat menyempurnakan kelemahan kita seperti puzzle. Contoh bila anda kurang mahir dalam mendesain carilah orang yang mahir dalam mendesain. 7. Bisnis berada di satu circle ke circle lain Yang dimaksud disini adalah dalam memilih tempat atau bidang bisnis kita harus memikirkan nya matang-matan dan mempunyai marketing strategy sendiri. Jangan sampai melakukan tindakan tanpa perhitungan.<br \/>\nTambahan:<br \/>\n1. Jangan malu atau enggan dalam mengambil pekerjaan kecil yang bisa dilakukan<\/p>\n<p>2. Jangan malu untuk mengikuti berbagai macam event dan pameran. Tapi hindari dari pemilihan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 tempat pameran yang biaya sewa nya lebih dari dua juta.<\/p>\n<p>Kompetitor bukan lah suatu hambatan, bersyukurlan masih ada kompetitor. Adanya kompetitor akan membuat anda jauh lebih semangat dan tidak malas karena anda terus termotivasi agar tidak kalah dari kompetitor. Ada berbagai macam keuntungan lain nya seperti jadi tau berbagai macam informasi baru yang dapat memajukan usaha dan juga sebagai indikator bahwa produk anda sukses dan laku dipasaran.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Oleh :<\/p>\n<p>Aretha Izaamira 2201729493<br \/>\nBrigitta Maria Loisa 2201736901<br \/>\nEldo Korompis 2201746152<br \/>\nJulian Alexamder 2201779466<br \/>\nMuhammad Naufal Andri Putra 2201756052<br \/>\nVivaldy Gamas 2201735306<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai seorang entrepreneur, kita harus mempunyai semangat yang tinggi walaupun sampai ditipu berkali-kali. Hal itu dapat menjadi pelajaran untuk ke depan nya. Pola pikir bahwa menjadi seorang entrepreneur lebih baik dari pada kerja sebagai karyawan adalah salah. Kedua nya sama sama baik dan memiliki keuntungan dan kerugian masing masing sehingga kita salah jika membanding-bandingkan nya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-3035","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3035"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3035\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3038,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3035\/revisions\/3038"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}