{"id":2582,"date":"2019-11-11T14:24:43","date_gmt":"2019-11-11T07:24:43","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=2582"},"modified":"2019-11-11T14:24:43","modified_gmt":"2019-11-11T07:24:43","slug":"business-model-canvas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2019\/11\/11\/business-model-canvas\/","title":{"rendered":"Business Model Canvas"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pengertian model bisnis sebagai metode adalah model bisnis adalah suatu cara untuk menciptakan nilai, sedangkan pengertian model bisnis dilihat dari komponen-komponennya, misalnya adalah model bisnis terdiri dari komponen produk, manfaat dan pendapatan, pelanggan, aset, dan pengetahuan. Pengertian model bisnis sebagai strategi bisnis adalah model bisnis yang digunakan sebagai alat untuk merumuskan strategi bisnis perusahaan. Secara umum, model bisnis adalah gambaran hubungan antara keunggulan dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengakuisisi dan menciptakan nilai, yang membuat perusahaan mampu menghasilkan laba (PPM Manajemen, 2012). (Hermawan and Pravitasari 2013).<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Gambar 1. Business Model Canvas<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk mengoptimalkan laba perusahaan, komponen\u00a0 mitra utama (Key Partners) suatu perusahaan sangat menentukan untuk keberhasilan penjualan produk perusahaan, karena mitra utama dapat berupa mitra dalam penyediaan bahan baku untuk proses produksi dan atau mitra dalam memasarkan produk, namun tidak terbatas dari dua kompen itu saja, karena mitra utama juga bisa dalam bentuk komponen penyediaan sumberdaya perusahaan (Key Resource) dalam sumberdaya berbagai bagian seperti, sumber daya bidang keuangan, produksi, marketing dan sumber daya lainnya di suatu perusahaan.<\/p>\n<p>Berdasarkan gambar 1 diatas, setiap komponen saling berkaitan satu sama lain sesuai dengan model bisnis yang akan dibuat. Sebagai contoh bisnis kopi misalnya, apakah\u00a0 perusahaan akan membuka Kedai Kopi, Cafe Kopi atau Pabrik Kopi?. Bahan bakunga sama yaitu kopi, tetapi jenis atau bidang bisnis akan menentukan bisnis model seperti yang akan dibuat. Sebagai ilustrasi kita akan membahas bisnis sesuai jenis bisnisnya:<\/p>\n<p><strong>Kedai Kopi<\/strong><\/p>\n<p>Bisnis Kedai Kopi yang buka di suatu kampus, tentu segmentasinya selain mahasiswa, dosen dan\u00a0 pegawai di kampus tersebut. Pemilik kedai kopi akan memilih tempat yang lebih dekat dan strategis di sekitar kampus, sehingga akan mencari partner pemilik tempat yang dekat kampus untuk disewa. Ada kedai kopi yang hanya menyediakan tempat untuk melayani komsumennya tidak terlalu banyak, sehingga mereka cukup untuk menyiapkan pesanannya, tidak perlu menyediakan tempat untuk nongkrong, sehingga Kedai Kopi juga harus mempunya mitra untuk deliveri, misalnya Gojek dan Grab untuk melayani konsumen.<\/p>\n<p><strong>Cafe Kopi<\/strong><\/p>\n<p>Biasanya Cafe Kopi secara tempat lebih luas dibanding Kedai Kopi, juga menyediakan tempat untuk duduk-duduk dan fasilitas lainnya, agar konsumen betah berlama-lama di cafe tersebut, sehingga cafe akan menyediakan makanan dan minuman lainnya selain kopi. Cafe Kopi bisa bermitra dengan yang mempunyai tempat dan mitra lainnya sesuai pelayanan yang akan diberikan kepada konsumen.<\/p>\n<p><strong>Pabrik Kopi<\/strong><\/p>\n<p>Model bisnis Pabrik Kopi, tentu lebih rumit dan lebih luas dibanding Kedai dan Cafe Kopi, baik untuk menyediakan infrastruktur secara hardware maupun software, dan tentunya mitra bisnisnya akan lebih banyak dari berbagai unit.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Oleh Jajat Sudrajat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Pengertian model bisnis sebagai metode adalah model bisnis adalah suatu cara untuk menciptakan nilai, sedangkan pengertian model bisnis dilihat dari komponen-komponennya, misalnya adalah model bisnis terdiri dari komponen produk, manfaat dan pendapatan, pelanggan, aset, dan pengetahuan. Pengertian model bisnis sebagai strategi bisnis adalah model bisnis yang digunakan sebagai alat untuk merumuskan strategi bisnis perusahaan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-2582","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2582","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2582"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2582\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2585,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2582\/revisions\/2585"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2582"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2582"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2582"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}