{"id":2531,"date":"2019-11-07T10:36:44","date_gmt":"2019-11-07T03:36:44","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=2531"},"modified":"2019-11-07T10:36:44","modified_gmt":"2019-11-07T03:36:44","slug":"tokoh-social-entreprenuer-yang-bisa-di-jadikan-contoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2019\/11\/07\/tokoh-social-entreprenuer-yang-bisa-di-jadikan-contoh\/","title":{"rendered":"TOKOH SOCIAL ENTREPRENUER YANG BISA DI JADIKAN CONTOH"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berbicara lebih lanjut bahwa sosial entrepreneur harus memiliki sifat teladan yang baik.\u00a0 Dimana sifat yang baik bisa dicontoh oleh banyak orang untuk melahirkan pengusaha muda di Indonesia.\u00a0 Sifat teladan yang dimiliki oleh\u00a0<strong>tokoh entrepreneur indonesia\u00a0<\/strong>nantinya kana menggerus kondisi ekonomi yang kurang berpihak pada masyarakat kecil.\u00a0 Seperti persoalan kapitalisme, dan liberalisme yang banyak ditunjukkan oleh pengusaha Indonesia yang hanya berfokus pada profit semata.\u00a0 Jika diterapkan di negara Indonesia hal ini hanya akan membuat tekanan batin bagi rakyat kecil yang memang butuh pertolongan.<\/p>\n<p>Untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sosial, seorang calon\u00a0<strong>tokoh social entrepreneur\u00a0<\/strong>di Indonesia sebaiknya belajar dari tokoh lain.\u00a0 Yang mana dengan membaca informasi mengenai tokoh terkenal dengan jiwa kewirausahaan sosial.\u00a0 Akan menumbuhkan rasa kewirausahaan yang pada kenyataannya ada dalam setiap hati manusia begitu pula di Indonesia.\u00a0 Secara kodrat semua manusia memang memiliki jiwa dan hati tulus yang baik, dan tinggal tergantung dari cara mengelolanya.\u00a0 Yakni salah satunya menjadi seorang sosial entrepreneur yang melakukan action untuk orang banyak yang ada di sekitarnya.\u00a0 Berbicara lebih lanjut belajar dari tokoh dunia memang wajib dilakukan oleh calon\u00a0<strong>sosial enterprener indonesia.\u00a0\u00a0<\/strong>Bahwa pada kenyataannya banyak dari tokoh dunia yang menjadi seorang wirausaha sosial.\u00a0 Berikut adalah tokoh dunia yang bisa dicontoh oleh banyak\u00a0<strong>tokoh entrepreneur indonesia <\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Mark Zuckerberg CEO Facebook<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Tokoh social entrepreneur\u00a0dunia pertama yang bisa dijadikan contoh oleh para\u00a0sosial enterprener indonesia\u00a0adalah Mark Zuckerberg.\u00a0 Siapakah Mark sebagai sapaan akrab dari tokoh dunia sosial entrepreneur adalah pemilik perusahaan aplikasi Facebook.\u00a0 Sosial media yang mana dibuat oleh Mark ini hampir digunakan oleh semua orang di seluruh negara seperti Indonesia.\u00a0 Tidak tanggung-tanggung Mark yang sukses dari usia muda ini pada kenyataannya memang mempunyai penghasilan miliaran dollar dari Facebook.\u00a0 Mungkin semua\u00a0tokoh entrepreneur indonesia\u00a0juga tahu sosok Mark yang satu ini terkenal juga dari kedermawanan-nya.\u00a0 Dimana beliau tidak pernah menunjukkan kekayaan yang dimilikinya dengan hidup serba mewah.<\/p>\n<p>Mark lebih memilih hidup sederhana dan sehat tentunya.\u00a0 Jiwa sosial yang dimiliki Mark diwujudkan dengan dirinya bergabung dengan the Giving Pledge 2010.\u00a0 Beliau bersama dengan istrinya sepakat untuk memberikan sumbangan 25.000.000 juta dollar Amerika Serikat untuk CDC Foundation.\u00a0 Yang mana bergerak pada usaha melawan penyebaran virus Ebola.<\/p>\n<p>Tidak hanya sampai disitu Mark juga menyumbangkan 75 juta dollar AS untuk mendirikan rumah sakit di San Francisco.\u00a0 Dengan membaca usaha yang dimiliki Mark memang terlihat sederhana, namun ternyata beliau tidak hanya mencari keuntungan.\u00a0 Namun lebih ke misi sosial skala global, yang bisa di jadikan semangat untuk calon wirausaha sosial di Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Bill dan Melinda Gates Founder Microsoft<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Tokoh social entrepreneur\u00a0dunia kedua adalah Bill and Melinda Gates yakni pemilik perusahaan teknologi canggih yakni Microsoft.\u00a0 Bill and Melinda Gates merupakan sebagai salah satu pendiri The Giving Pledge yang juga diikuti oleh Mark.\u00a0 Dimana organisasi dunia uni mendorong orang kaya yang ada di seluruh dunia untuk beramal.<\/p>\n<p>Total angka sumbangan yang diberikan oleh Bill and Melinda Gates yang patut dicontoh oleh\u00a0sosial enterprener indonesia\u00a0cukup fantastis.\u00a0 Yang mana angka 27 miliar dollar AS diberikan untuk menyumbang perbaikan dari segi pendidikan, kesehatan dll.<\/p>\n<p><em>Social Entrepreneurship.\u00a0<\/em>Fenomena social entrepreneurship saat ini semakin ramai di perbincangkan. Sebenarnya apasih perbedaan antara social entrepreneurship dengan entrepreneurship pada umumnya?<\/p>\n<p>Ada yang mengungkapkan bahwa pada dasarnya kedua istilah tersebut hanya mempunyai sedikit perbedaan sebab keduanya sama-sama memiliki unsur pengertian yang sama yaitu berwirausaha. Tetapi ada sesuatu yang perlu Anda garis bawahi. Entrepreneurship adalah seorang wirausaha yang memiliki tujuan demi mendapatkan keuntungan. Sedangkan social entrerprise merupakan suatu usaha yang pada awal berdirinya memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Hal tersebut memiliki tujuan supaya usaha itu dapat terus bertahan hidup atau berlangsung. Kemudian keuntungan tersebut akan di salurkan sebagai misi sosial.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Berbicara lebih lanjut bahwa sosial entrepreneur harus memiliki sifat teladan yang baik.\u00a0 Dimana sifat yang baik bisa dicontoh oleh banyak orang untuk melahirkan pengusaha muda di Indonesia.\u00a0 Sifat teladan yang dimiliki oleh\u00a0tokoh entrepreneur indonesia\u00a0nantinya kana menggerus kondisi ekonomi yang kurang berpihak pada masyarakat kecil.\u00a0 Seperti persoalan kapitalisme, dan liberalisme yang banyak ditunjukkan oleh pengusaha [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-2531","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2531"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2531\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2534,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2531\/revisions\/2534"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}