{"id":2252,"date":"2019-07-04T11:59:16","date_gmt":"2019-07-04T04:59:16","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/?p=2252"},"modified":"2019-07-04T11:59:16","modified_gmt":"2019-07-04T04:59:16","slug":"mengasah-keahlian-dalam-kewirausahaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/2019\/07\/04\/mengasah-keahlian-dalam-kewirausahaan\/","title":{"rendered":"MENGASAH KEAHLIAN DALAM KEWIRAUSAHAAN"},"content":{"rendered":"<p>Wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing, misalnya:<br \/>\n\uf0d8 Kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru<br \/>\n\uf0d8 Pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru<br \/>\n\uf0d8 Dukungan keuangan<br \/>\n\uf0d8 Keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar Kemampuan pesaing untuk<br \/>\nmempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan mengamati kelemahan-kelemahan dan<br \/>\nresiko pesaing dalam menanamkan modal barunya.<br \/>\n\uf0b7 Pintu peluang usaha baru dapat diperoleh dengan cara (Zimmerer):<br \/>\n\uf0d8 Produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat<br \/>\n\uf0d8 Kerugian teknik harus rendah<br \/>\n\uf0d8 Bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya<br \/>\n\uf0d8 Pesaing tidak memiliki teknologi yang canggih<br \/>\n\uf0d8 Pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi pasarnya<br \/>\n\uf0d8 Perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumbe-sumber untuk menghasilkan produk<br \/>\nbarunya<br \/>\n\u2022 Memperhitungkan Resiko yang Mungkin Terjadi<br \/>\nResiko pesaing, kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisi pasarnya:<br \/>\n\uf0d8 Kesamaan dan keunggulan produk yang dikembangkan pesaing<br \/>\n\uf0d8 Tingkat keberhasilan yang dicapai pesaing dalam pengembangan produknya<br \/>\n\uf0d8 Seberapa besar dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru<br \/>\n\uf0d8 Resiko teknik adalah kegagalan dalam proses pengembangan produk. Sedangkan resiko<br \/>\nfinansial adalah kegagalan yang timbul akibat ketidakcukupan dana.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2254\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/entre.png\" alt=\"\" width=\"304\" height=\"233\" \/><br \/>\n\u2022 Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan<br \/>\nUntuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan<br \/>\nwatak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan,<br \/>\nkemampuan, atau kompetensi. Komptensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman.<br \/>\nCiri-ciri dan Sifat kewirausahaan<br \/>\nUntuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga<br \/>\nmemiliki sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:<br \/>\n\uf0d8 Percaya diri<br \/>\n\uf0d8 Berorientasikan tugas dan hasil<br \/>\n\uf0d8 Pengambil risiko<br \/>\n\uf0d8 Kepemimpinan<br \/>\n\uf0d8 Keorisinilan<br \/>\n\uf0d8 Berorientasi ke masa depan<br \/>\n\uf0d8 Jujur dan tekun<br \/>\nWirausahawan adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan<br \/>\nberinovasi, ia memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda<br \/>\n\u2022 Sifat-sifat seorang wirausaha adalah:<br \/>\n\uf0d8 Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.<br \/>\n\uf0d8 Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan<br \/>\nketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik ddan memiliki inisiatif.<br \/>\n\uf0d8 Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.<br \/>\n\uf0d8 Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap<br \/>\nsaran dan kritik yang membangun.<br \/>\n\uf0d8 Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis<br \/>\nyang luas.<br \/>\n\uf0d8 Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.<br \/>\n\uf0d8 Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.<br \/>\n\uf0d8 Kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start-up)<br \/>\n\uf0d8 Kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative)<br \/>\n\uf0d8 Kemampuan dan kemampuan untuk mencari peluang (opportunity)<br \/>\n\uf0d8 Kemampuan dan keberanian untuk menanggung resiko (risk bearing)<br \/>\n\uf0d8 Kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya kemauan dan<br \/>\nkemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk:<br \/>\n\uf0d8 Menghasilkan produk atau jasa baru<br \/>\n\uf0d8 Menghasilkan nilai tambah baru<br \/>\n\uf0d8 Merintis usaha baru<br \/>\n\uf0d8 Melakukan proses\/teknik baru<br \/>\n\uf0d8 Mengembangkan organisasi baru<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing, misalnya: \uf0d8 Kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru \uf0d8 Pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru \uf0d8 Dukungan keuangan \uf0d8 Keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan mengamati kelemahan-kelemahan dan resiko pesaing dalam menanamkan modal barunya. \uf0b7 Pintu peluang usaha baru dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2252","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2252","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2252"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2252\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2255,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2252\/revisions\/2255"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2252"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2252"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/entrepreneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2252"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}