{"id":8105,"date":"2026-10-22T16:13:47","date_gmt":"2026-10-22T09:13:47","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=8105"},"modified":"2026-10-22T16:13:47","modified_gmt":"2026-10-22T09:13:47","slug":"bagaimana-seharusnya-kita-bersikap-terhadap-bahasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2026\/10\/bagaimana-seharusnya-kita-bersikap-terhadap-bahasa\/","title":{"rendered":"Bagaimana Seharusnya Kita Bersikap terhadap Bahasa?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh: Dr. Rahmi Yulia Ningsih, S.Pd., M.Pd. <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bayangkan, sebuah negara dengan lebih dari 700 bahasa daerah, ratusan etnis, dan berbagai identitas budaya; namun tetap bisa berdiri sebagai satu bangsa. Itu adalah Indonesia. Hebatnya lagi, keajaiban yang membuat kita tetap terhubung di antara ratusan etnis itu adalah bahasa Indonesia. Hari ini, saya ingin berbagi, mengapa mengutamakan bahasa Indonesia tidak sekadar kewajiban tetapi masa depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jauh kita tarik ke masa lalu, sebelum Indonesia merdeka bahkan ketika belum menjadi negara; tetapi kita sudah memiliki bahasa pemersatu, bahasa Indonesia yang dikukuhkan pada 28 Oktober 1928. Sejak saat itu, bahasa Indonesia tidak hanya sebagai sarana komunikasi tetapi kekuatan ideologis yang mengantar kita menuju kemerdekaan. Bahkan hingga saat ini, bahasa Indonesia pulalah yang menjadi jembatan penghubung antara kita yang tersebar antara pulau-pulau di Nusantara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kekuatan ini seharusnya menjadi kebanggaan bagi rakyat Indonesia. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kaya akan kosakata, memiliki 200ribuan lebih entri kosakata dalam KBBI, belum lagi kosakata dari 718 bahasa daerah, ditambah penyerapan bahasa asing. Bahasa Indonesia terus dinamis, bertumbuh, dan berkembang; hingga tidak ada alasan lagi\u00a0 untuk kita meminjam kosa kata asing. Sudah saatnya, kita terbiasa dengan kata <em>Swafoto<\/em> daripada <em>Selfie<\/em>, <em>Unduh<\/em> daripada <em>download<\/em>, <em>tagar<\/em> daripada <em>hastag<\/em>, dan kosakata lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebuah bangsa yang mandiri, terlihat dari kemandirian sikap berbahasanya. Di saat 52 negara dan sedikitnya 150 ribu penutur asing berbondong-bondong belajar bahasa Indonesia, apa alasan kita untuk tidak menguasai bahasa sendiri setidaknya mengutamakan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari? Terlebih saat bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa resmi Konferensi Umum PBB atau UNESCO. Dunia telah mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.\u00a0 Bahasa Indonesia telah bergerak dari ruang kelas menjadi ruang global. Dari media sosial menjadi media diplomasi. Dari bahasa persatuan menjadi bahasa peradaban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mengutamakan bahasa Indonesia bukan berarti meninggalkan bahasa asing dan bahasa daerah. Trigatra bangun bahasa: utamakan bahasa Indonesia; lestarikan bahasa daerah; kuasai bahasa asing adalah rumusan yang pas untuk kita memposisikan diri dalam berbahasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Teringat sebaris puisi terukir pada salah satu nisan di Westminster Abbey, London, Inggris. Singkatnya isi puisi tersebut,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketika aku masih muda dan bebas, dan imajinasiku pun tanpa batas, aku bermimpi mengubah dunia. Ketika aku bertambah tua dan bijaksana, aku menyadari bahwa dunia tak dapat kuubah, maka cita-citaku kupersempit, dan kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku. Namun tampaknya itupun tak berhasil, Ketika usia senja mulai kujelang, kuputuskan untuk hanya mengubah keluargaku, namun sayangnya, mereka pun tak kunjung berubah. Dan sekarang, ketika aku berbaring menjelang kematianku, tiba-tiba kusadari, jika pertama-tama yang kuubah adalah diriku sendiri, maka teladan yang kuberikan, mungkin dapat mengubah keluargaku, negeriku, dan siapa tahu, pada waktu itu aku telah mengubah dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk itu, mengubah Indonesia, dimulai dari perubahan diri sendiri. Kesadaran akan pentingnya membina dan mengembangkan bahasa Indonesia dimulai dari kesadaran berbahasa. Tatkala aku tak punya tahta dan kuasa, maka apa yang bisa kuberikan pada negara? Tapi aku punya bahasa. Lewat langkah sederhana, terus berupaya membina dan mengembangkan bahasa Indonesia, adalah bukti nyata abdiku pada bangsa Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dr. Rahmi Yulia Ningsih, S.Pd., M.Pd. Bayangkan, sebuah negara dengan lebih dari 700 bahasa daerah, ratusan etnis, dan berbagai identitas budaya; namun tetap bisa berdiri sebagai satu bangsa. Itu adalah Indonesia. Hebatnya lagi, keajaiban yang membuat kita tetap terhubung di antara ratusan etnis itu adalah bahasa Indonesia. Hari ini, saya ingin berbagi, mengapa mengutamakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":8070,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[2547,2546,114],"class_list":["post-8105","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-700-bahasa-daerah","tag-bahasa-daerah","tag-bahasa-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8105"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8106,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8105\/revisions\/8106"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8070"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}