{"id":8018,"date":"2026-09-11T17:43:29","date_gmt":"2026-09-11T10:43:29","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=8018"},"modified":"2026-09-11T17:43:29","modified_gmt":"2026-09-11T10:43:29","slug":"fraterna-correctio-vs-menghakimi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2026\/09\/fraterna-correctio-vs-menghakimi\/","title":{"rendered":"Fraterna Correctio vs Menghakimi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh: Arcadius Benawa<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada Injil Matius 18 diwartakan tentang nasihat praktis agar kita menasihati saudara kita yang menghadapi dosa berat, sesat, ataupun murtad. Hal menasihati saudara dalam tradisi kristiani dikenal dengan istilah <em>fraterna correctio<\/em>. Secara etimologis <em>fraterna<\/em> dari bahasa Latin <em>frater<\/em> yang berarti saudara; dan <em>correctio<\/em> yang berarti koreksi. Tradisi kristiani ini banyak dilakukan di kalangan para seminaris yang sudah cukup dewasa ataupun di kalangan para Frater atau calon Imam entah semasa di tahun rohani maupun di tingkat filsafat ataupun teologi. Praktik <em>fraterna correction<\/em> di lembaga pendidikan para calon Imam ini dikembangkan agar persaudaraan di antara mereka sungguh mendalam, sehingga juga dituntut adanya pengenalan yang lebih dalam tidak hanya atas apa yang baik-baik saja, namun juga akan apa yang sebaiknya dikoreksi atau diperbaiki agar semakin efektif menjadi berkah bagi sesama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mengapa nasihat, teguran atau koreksi itu harus dilakukan? Dasar spiritualnya adalah karena Allah tidak menghendaki ciptaan-Nya hilang. Maka Allah di dalam Injil digambarkan bagaikan seorang gembala yang mencari domba-Nya yang sesat. Oleh karena itu, kalau kita sebagai saudara, kita tidak melakukannya, kita dapat dikategorikan jatuh dalam dosa kelalaian. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kita melakukannya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mesti disadari bahwa melakukan <em>fraterna correctio<\/em> adalah kewajiban yang tidak mudah. Pasalnya, meski Yesus di satu pihak meminta pengikut-Nya menasihati saudara yang berbuat dosa, tetapi di lain pihak Yesus juga meminta para pengikut-Nya untuk tidak menghakimi, agar kita pun tidak dihakimi (Matius 7:1). Jadi, <em>Fraterna correctio<\/em> itu diwajibkan, tetapi menghakimi saudara itu dilarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Bedanya mengoreksi dan menghakimi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perbedaan pertama terletak pada motivasinya. Menghakimi dimotivasi oleh kebencian dan amarah, sementara <em>fraterna correctio<\/em> didorong oleh semangat cinta kasih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perbedaan kedua berkaitan dengan caranya. Penghakiman menggunakan cara-cara dan kata-kata yang cenderung kasar, sehingga berpotensi menjadikan sesama sebagai obyek pelampiasan kebencian ataupun kemarahan. Cara seperti itu bisa menimbulkan luka batin. Sementara <em>fraterna correctio<\/em> caranya dengan memperlakukan sesama\/saudara secara lembut dan menganggap sesama sebagai subyek cinta kasih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perbedaan ketiga ada pada tujuannya. Penghakiman dilakukan dengan tujuan untuk menjatuhkan vonis atau cap-cap buruk kepada sesama. Sementara <em>fraterna correction<\/em> dilakukan untuk memperbaiki kesalahan sesama saudara untuk mendapatkannya kembali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jika cara-cara tersebut sudah kita lakukan dan belum berhasil membawa kembali saudara tersebut ke dalam pertobatan, maka ada 3 cara lagi yang bisa ditempuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pertama, berkumpullah dua atau tiga orang dan bersepakat untuk berdoa dalam nama Tuhan (ayat 19-20). Kedua, bawalah persoalannya ke dalam intensi misa di dalam Gereja (ayat 17). Ketiga, serahkanlah kepada yang memiliki kuasa untuk mengikat dan melepaskan dosa (ayat 18), yakni Allah yang maha pengampun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Semoga kita bisa mendiskresi antara memberikan koreksi dan menghakimi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Arcadius Benawa Pada Injil Matius 18 diwartakan tentang nasihat praktis agar kita menasihati saudara kita yang menghadapi dosa berat, sesat, ataupun murtad. Hal menasihati saudara dalam tradisi kristiani dikenal dengan istilah fraterna correctio. Secara etimologis fraterna dari bahasa Latin frater yang berarti saudara; dan correctio yang berarti koreksi. Tradisi kristiani ini banyak dilakukan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":5010,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[2525,2526],"class_list":["post-8018","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-correction-fraterna","tag-menghakimi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8018","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8018"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8018\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8019,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8018\/revisions\/8019"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5010"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}